General Insurance

Kenapa Jaminan Asuransi Penting Bagi Investor Dari China/Tiongkok Di Indonesia?

Liga Asuransi – Teman-teman pengambil risiko, apa kabar? Saya harap bisnis Anda berjalan dengan baik.

Sebagai broker asuransi senior, saya ingin terus membahas manajemen risiko dan asuransi; kali ini, kita akan membahas risiko Investor China di Indonesia.

Jika Anda tertarik dengan artikel ini, silakan bagikan dengan teman-teman Anda sehingga mereka dapat memahami sebanyak yang Anda lakukan.

Hubungan bisnis antara China dan Indonesia berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi bagi kedua negara. Ekonomi China yang kuat menyediakan pasar besar untuk barang dan jasa Indonesia, sementara Indonesia, yang kaya akan sumber daya alam, adalah pemasok penting ke China. Selain itu, hubungan ini berkontribusi pada pengaruh dan stabilitas regional di Asia Tenggara. 

Kerja sama erat kedua negara meningkatkan integrasi ekonomi regional, menjadikan mereka pemain berpengaruh dalam lanskap ekonomi dan geopolitik kawasan. Investasi China dalam proyek-proyek infrastruktur Indonesia, seperti pelabuhan dan kereta api, meningkatkan konektivitas dan kemampuan perdagangan Indonesia, yang pada akhirnya menguntungkan kedua negara.

Permintaan China akan sumber daya energi Indonesia, termasuk batu bara dan gas alam, memastikan pasokan energi yang stabil bagi China, berkontribusi pada keamanan energinya. Di sisi lain, Indonesia mendapatkan akses ke pasar konsumen China yang luas, mendukung industri berorientasi ekspor, seperti minyak sawit, karet, dan mineral. 

 

MENGAPA PENGUSAHA CINA TERTARIK KE PASAR INDONESIA?

Bisnis Cina semakin tertarik ke pasar Indonesia karena beberapa alasan kuat:

  1. Pertumbuhan Ekonomi:

Indonesia salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia, menjadikannya tujuan yang menarik bagi investasi asing. PDB-nya terus meningkat, didorong oleh meningkatnya konsumsi domestik, investasi di bidang infrastruktur, dan kelas menengah yang sedang berkembang.

China mengakui potensi ekonomi Indonesia dan berusaha memanfaatkan pertumbuhannya dengan membangun kehadiran bisnis yang solid.

  1. Basis Konsumen Besar:

Populasi Indonesia adalah yang terbesar keempat secara global, dengan lebih dari 270 juta orang. Basis konsumen yang luas ini menghadirkan pasar yang signifikan untuk berbagai produk dan layanan, mulai dari barang konsumen dan elektronik hingga mobil dan teknologi.

Bisnis Cina melihat peluang untuk memasuki pasar yang sangat besar ini untuk memperluas basis pelanggan mereka dan meningkatkan pendapatan.

  1. Lokasi Strategis:

Lokasi geografis Indonesia yang strategis di Asia Tenggara menempatkannya sebagai pintu gerbang ke pasar ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) yang lebih luas, yang terdiri dari lebih dari 600 juta orang. Ini menawarkan akses ke negara-negara tetangga, termasuk Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Perusahaan-perusahaan China menganggap Indonesia sebagai titik masuk penting untuk membangun pijakan di kawasan Asia Tenggara yang lebih luas, memungkinkan perdagangan dan ekspansi lintas batas yang lebih mudah.

  1. Sumber Daya Alam:

Indonesia kaya akan sumber daya alam, termasuk batu bara, minyak sawit, karet, mineral, dan kayu, yang sangat diminati secara global. Sebagai ekonomi padat sumber daya, China mencari pemasok yang dapat diandalkan untuk komoditas ini untuk mendukung sektor manufaktur dan industrinya.

Bisnis Cina berinvestasi dalam industri ekstraksi dan pengolahan sumber daya Indonesia untuk mengamankan akses ke bahan-bahan baku penting ini.

  1. Pembangunan Infrastruktur:

Belt and Road Initiative (BRI) China bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan pembangunan infrastruktur di seluruh Asia. Partisipasi Indonesia dalam BRI telah menyebabkan pembangunan proyek-proyek infrastruktur penting, seperti pelabuhan, kereta api, dan pembangkit listrik.

Perusahaan-perusahaan Tiongkok secara aktif terlibat dalam proyek-proyek ini, berkontribusi pada pembangunan infrastruktur Indonesia sambil memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara.

  1. Peluang Perdagangan:

Hubungan dagang antara China dan Indonesia terus berkembang. Kedua negara bertukar berbagai barang, dan ada potensi untuk memperluas jangkauan produk yang diperdagangkan.

Bisnis China bertujuan untuk memanfaatkan lokasi strategis Indonesia dan perjanjian perdagangan untuk mengakses pasar internasional secara lebih efisien.

  1. E-commerce dan Teknologi:

Ekonomi digital dan sektor e-commerce Indonesia yang sedang berkembang telah menarik raksasa teknologi China seperti Alibaba dan Tencent. Perusahaan-perusahaan ini berusaha memanfaatkan meningkatnya permintaan untuk belanja online dan layanan digital.

Investasi dalam teknologi dan e-commerce sejalan dengan meningkatnya digitalisasi di Indonesia dan meningkatnya populasi yang paham internet.

  1. Insentif Investasi:

Pihak berwenang Indonesia telah menerapkan kebijakan dan insentif ramah investasi untuk menarik modal asing. Kebijakan ini termasuk keringanan pajak, pengurangan birokrasi, dan peraturan yang disederhanakan.

Bisnis Cina tertarik pada lingkungan Indonesia yang ramah bisnis, membuat membangun dan memperluas operasi mereka lebih mudah.

 

POTENSI RISIKO BISNIS CINA MUNGKIN DIHADAPI DI INDONESIA

Bisnis China harus melakukan penilaian risiko menyeluruh dan mengembangkan strategi manajemen risiko yang kuat untuk mengatasi tantangan ini secara efektif. Membangun hubungan yang solid dengan mitra dan pemangku kepentingan lokal, tetap mendapat informasi tentang lingkungan bisnis lokal, dan mematuhi praktik bisnis yang etis dapat membantu mengurangi banyak risiko ini.

Bisnis Cina yang beroperasi di Indonesia mungkin menghadapi berbagai risiko dan tantangan, termasuk:

Political Risks:

  • Ketidakstabilan politik: Indonesia telah mengalami turbulensi politik, dan kebijakan pemerintah atau perubahan kepemimpinan dapat berdampak pada operasi bisnis.
  • Korupsi: Korupsi dapat menjadi perhatian, mempengaruhi berbagai aspek bisnis, termasuk perizinan, izin, dan prosedur bea cukai.
  • Perubahan peraturan: Perubahan peraturan dan kebijakan yang sering terjadi dapat menciptakan ketidakpastian bagi bisnis dan memerlukan adaptasi.

Legal Risks:

Security Risks:

  • Political protests and unrest: Demonstrasi dan protes politik dapat mengganggu operasi dan menimbulkan masalah keamanan.
  • Cybersecurity threats: Risiko serangan siber dan pelanggaran data semakin mengkhawatirkan bisnis yang beroperasi di Indonesia.

Environmental Risks:

  • Bencana alam: Indonesia rentan terhadap gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, dan banjir, yang dapat merusak infrastruktur dan mengganggu operasi.
  • Peraturan lingkungan: Kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan lingkungan dapat menimbulkan tantangan bagi bisnis, terutama di industri dengan dampak ekologis.

Supply Chain Risks:

  • Keterbatasan infrastruktur: Infrastruktur transportasi dan logistik mungkin tidak berkembang seperti di negara lain, yang menyebabkan gangguan rantai pasokan.
  • Ketergantungan pada impor: Ketergantungan pada barang dan bahan impor dapat mengekspos bisnis ke kerentanan rantai pasokan.

Geopolitical Risks:

  • Ketegangan geopolitik: Hubungan geopolitik Tiongkok dengan negara lain dapat memengaruhi operasi bisnisnya di Indonesia.
  • Sengketa perdagangan: Sengketa perdagangan antara Cina dan negara lain dapat mempengaruhi bisnis Cina di Indonesia.

Social Risks:

  • Perselisihan perburuhan: Pemogokan dan perselisihan perburuhan dapat mengganggu operasi dan memerlukan negosiasi dan penyelesaian.
  • Hubungan masyarakat: Terlibat dengan masyarakat lokal dan mengatasi masalah sosial sangat penting untuk mempertahankan citra positif dan menghindari konflik.

Natural Risks:

  • Bencana Alam: Indonesia sangat rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, dan tanah longsor. Peristiwa ini dapat merusak infrastruktur, mengganggu rantai pasokan, dan menimbulkan risiko keselamatan yang signifikan bagi karyawan dan operasi.
  • Dampak Perubahan Iklim: Naiknya permukaan laut dan perubahan pola cuaca yang terkait dengan perubahan iklim dapat memengaruhi bisnis pesisir dan sektor pertanian. Banjir dan perubahan pola curah hujan dapat mengganggu operasi dan berdampak pada rantai pasokan.

Physical Risks:

  • Keterbatasan Infrastruktur: Infrastruktur transportasi dan logistik di beberapa wilayah di Indonesia mungkin kurang berkembang atau kurang, yang menyebabkan gangguan rantai pasokan dan kesulitan dalam memindahkan barang secara efisien.
  • Masalah Keamanan: Risiko keamanan dapat mencakup pencurian, vandalisme, dan kerusakan fasilitas fisik. Daerah tertentu mungkin rentan terhadap tingkat kejahatan yang lebih tinggi, memerlukan langkah-langkah keamanan untuk melindungi personel dan aset.
  • Hubungan Perburuhan: Perselisihan perburuhan, termasuk pemogokan dan protes, dapat menyebabkan gangguan dalam operasi bisnis dan potensi konflik dengan karyawan.
  • Kepatuhan Kesehatan dan Keselamatan: Memastikan kepatuhan terhadap peraturan kesehatan dan keselamatan sangat penting untuk melindungi karyawan dan mengurangi risiko kecelakaan atau cedera di tempat kerja.
  • Ancaman Keamanan Siber: Seiring dengan meningkatnya digitalisasi, risiko serangan siber, pelanggaran data, dan pencurian informasi menjadi kekhawatiran yang semakin besar bagi bisnis yang beroperasi di Indonesia.

 

CONTOH DAN STUDI KASUS 

Contoh dan studi kasus dunia nyata ini menggarisbawahi beragam risiko yang mungkin dihadapi bisnis Tiongkok ketika beroperasi di Indonesia. Sangat penting bagi bisnis untuk secara proaktif mengatasi risiko ini melalui strategi manajemen risiko yang komprehensif, termasuk kepatuhan hukum, langkah-langkah keamanan, perlindungan asuransi, dan keterlibatan dengan masyarakat dan otoritas lokal.

  1. Bencana Alam:

Letusan Gunung Merapi (2010): Pada tahun 2010 Gunung Merapi di Indonesia meletus, mengakibatkan beberapa korban jiwa dan kerusakan yang meluas. Acara ini mengganggu bisnis lokal, termasuk pertanian dan pariwisata. Perusahaan-perusahaan China di daerah yang terkena dampak menghadapi gangguan rantai pasokan, kerusakan properti, dan masalah keselamatan karyawan.

  1. Kepatuhan terhadap Peraturan:

Peraturan Pertambangan (2014): Pada tahun 2014, Indonesia menerapkan peraturan yang lebih ketat tentang ekspor mineral mentah. Banyak perusahaan pertambangan Tiongkok yang beroperasi di Indonesia menghadapi tantangan dalam mematuhi peraturan baru ini, yang mencakup persyaratan pemrosesan dan pemurnian bijih. Ketidakpatuhan menyebabkan hukuman dan memaksa beberapa perusahaan untuk menghentikan operasi.

  1. Perlindungan Kekayaan Intelektual:

Barang Palsu (Berbagai): Bisnis Cina yang beroperasi di Indonesia, khususnya di sektor barang konsumsi, telah mengalami masalah terkait dengan produk palsu. Misalnya, barang elektronik dan barang mewah palsu telah ditemukan di pasar lokal, melanggar hak kekayaan intelektual dan berdampak pada bisnis yang sah.

  1. Sengketa Kontrak:

Perkebunan Kelapa Sawit (2019): Perkebunan kelapa sawit milik Tiongkok di Indonesia menghadapi sengketa kontrak atas hak atas tanah dan masalah lingkungan dengan masyarakat setempat. Ketidaksepakatan menyebabkan protes, pertempuran hukum, dan publisitas negatif, menyebabkan gangguan operasional dan kerugian finansial bagi perusahaan China.

  1. Keterbatasan Infrastruktur:

Karena infrastruktur transportasi yang kurang berkembang, perusahaan manufaktur China yang beroperasi di Indonesia telah melaporkan kesulitan dalam mengangkut barang dari fasilitas produksi terpencil ke pelabuhan-pelabuhan besar. Hal ini menyebabkan keterlambatan logistik dan peningkatan biaya.

  1. Masalah Keamanan:

Insiden Keamanan (Berbagai): Bisnis Cina di Indonesia telah mengalami risiko keamanan, termasuk pencurian dan vandalisme. Contoh pencurian di gudang dan pelanggaran keamanan di fasilitas manufaktur telah menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan personel dan aset.

  1. Hubungan Tenaga Kerja:

Pemogokan Buruh di Industri Tekstil (2016): Industri tekstil Indonesia, yang mencakup pabrik-pabrik milik Tiongkok, telah mengalami pemogokan buruh yang menuntut kondisi kerja yang lebih baik dan upah yang lebih tinggi. Pemogokan ini mengganggu jadwal produksi dan menyebabkan negosiasi antara pekerja, manajemen, dan otoritas lokal.

  1. Ancaman Keamanan Siber:

Pelanggaran Data (Sedang Berlangsung): Seiring pertumbuhan digitalisasi, perusahaan China yang beroperasi di Indonesia semakin rentan terhadap ancaman keamanan siber. Pelanggaran data, upaya peretasan, dan pencurian informasi telah dilaporkan, menyoroti perlunya langkah-langkah keamanan siber yang kuat.

Contoh dan studi kasus dunia nyata ini menggarisbawahi beragam risiko yang mungkin dihadapi bisnis Tiongkok ketika beroperasi di Indonesia. Sangat penting bagi perusahaan untuk secara proaktif mengatasi risiko ini melalui strategi manajemen risiko yang komprehensif, termasuk kepatuhan hukum, langkah-langkah keamanan, perlindungan asuransi, dan keterlibatan dengan masyarakat dan otoritas lokal.

 

PERTANGGUNGAN ASURANSI YANG HARUS DIMILIKI 

Bisnis Cina yang beroperasi di Indonesia dapat memperoleh manfaat dari berbagai jenis perlindungan asuransi untuk melindungi aset, operasi, dan kepentingan mereka. Kebutuhan asuransi spesifik dapat bervariasi tergantung pada industri, ukuran bisnis, dan sifat operasi, tetapi berikut adalah beberapa jenis utama pertanggungan asuransi yang dapat sangat berharga:

  1. Property Insurance:

Cakupan: Asuransi properti melindungi terhadap kerusakan atau kehilangan aset fisik seperti bangunan, mesin, peralatan, dan inventaris akibat kebakaran, bencana alam, pencurian, atau vandalisme.

Manfaat: Bisnis Cina di Indonesia dapat melindungi investasi mereka dalam fasilitas dan aset dengan memastikan mereka diasuransikan secara memadai terhadap kejadian tak terduga.

  1. Liability Insurance:

Cakupan: Asuransi pertanggungjawaban mencakup biaya hukum dan biaya kompensasi jika bisnis bertanggung jawab atas cedera tubuh, kerusakan properti, atau cedera pribadi pada pihak ketiga. Jenis asuransi pertanggungjawaban meliputi:

  • General Liability Insurance: Mencakup berbagai risiko kewajiban.
  1. Product Liability Insurance: Melindungi dari klaim yang terkait dengan produk cacat.
  1. Professional Liability Insurance: Melindungi profesional (misalnya, konsultan) dari klaim kelalaian.

Benefit: Asuransi pertanggungjawaban membantu mengurangi risiko keuangan yang terkait dengan klaim hukum, yang bisa mahal dan merusak reputasi bisnis.

  1. Political Risk Insurance:

Coverage: Asuransi risiko politik melindungi terhadap kerugian akibat ketidakstabilan politik, tindakan pemerintah (seperti pengambilalihan), ketidaksesuaian mata uang, atau pelanggaran kontrak.

Benefit: Mengingat potensi ketidakpastian politik dan peraturan, asuransi ini dapat menjadi sangat penting bagi bisnis Cina yang beroperasi di Indonesia.

  1. Marine Cargo Insurance:

Coverage: Asuransi kargo laut mencakup barang yang transit melalui laut atau udara terhadap kerusakan, kehilangan, atau pencurian selama transportasi.

Benefit: Untuk bisnis yang terlibat dalam perdagangan internasional, asuransi ini memastikan perlindungan untuk barang-barang mereka saat dalam perjalanan.

  1. Directors and Officers (D&O) Insurance:

Coverage: Asuransi D&O melindungi aset pribadi direktur dan pejabat perusahaan jika mereka menghadapi tindakan hukum atas dugaan tindakan yang salah atau salah urus.

Benefit: Liputan ini dapat menarik eksekutif berbakat dan memberi mereka ketenangan pikiran ketika bertugas di dewan perusahaan Cina di Indonesia.

  1. Workers’ Compensation Insurance:

Coverage: Asuransi kompensasi pekerja mencakup biaya pengobatan dan kehilangan upah bagi karyawan yang menderita cedera atau penyakit terkait pekerjaan.

Benefit: Memastikan kesejahteraan dan kepatuhan karyawan terhadap undang-undang ketenagakerjaan setempat sangat penting bagi bisnis yang beroperasi di Indonesia.

  1. Cyber Insurance:

Coverage: Asuransi dunia maya membantu melindungi dari kerugian akibat pelanggaran data, serangan dunia maya, dan konsekuensi keuangan, hukum, dan reputasi.

Benefit: Karena bisnis lebih mengandalkan teknologi digital, asuransi siber sangat penting untuk menjaga data sensitif dan menjaga kepercayaan pelanggan.

  1. Environmental Liability Insurance:

Coverage: Asuransi kewajiban lingkungan mencakup biaya yang terkait dengan polusi, pembersihan, dan kerusakan yang disebabkan oleh operasi bisnis.

Benefit: Sangat relevan untuk bisnis di industri dengan dampak lingkungan, asuransi ini membantu mengelola potensi risiko dan kewajiban lingkungan.

  1. Employee Benefits Insurance:

Coverage: Asuransi tunjangan karyawan mencakup asuransi kesehatan, jiwa, dan cacat bagi karyawan, meningkatkan kesejahteraan dan kepuasan kerja mereka.

Benefit: Menarik dan mempertahankan bakat sangat penting untuk bisnis, dan menawarkan manfaat karyawan yang komprehensif dapat menjadi keunggulan kompetitif.

 

MENGAPA PERUSAHAAN CINA YANG BEROPERASI DI INDONESIA MEMBUTUHKAN BROKER ASURANSI LOKAL? 

Perusahaan Cina yang beroperasi di Indonesia atau pasar luar negeri mendapat manfaat signifikan dari penggunaan broker asuransi lokal untuk kebutuhan asuransi mereka karena beberapa alasan penting:

  1. Keahlian Lokal:

Broker asuransi lokal memiliki pengetahuan mendalam tentang pasar asuransi, peraturan, dan lingkungan bisnis Indonesia. Keahlian ini memungkinkan mereka untuk memberikan solusi khusus yang mengatasi risiko dan tantangan unik perusahaan China di pasar lokal.

  1. Akses ke Pasar Asuransi Lokal:

Broker asuransi lokal telah menjalin hubungan dengan jaringan perusahaan asuransi lokal, termasuk perusahaan domestik dan internasional yang beroperasi di Indonesia. Akses ini memungkinkan mereka untuk mendapatkan polis asuransi yang paling sesuai dengan harga bersaing.

  1. Pemahaman Bahasa dan Budaya:

Komunikasi dapat menjadi penghalang yang signifikan ketika berhadapan dengan masalah asuransi di negara asing. Broker lokal fasih dalam bahasa lokal dan memahami nuansa budaya, memastikan komunikasi yang efektif antara perusahaan Cina dan perusahaan asuransi, regulator, dan penyedia layanan lokal.

  1. Kepatuhan terhadap Peraturan:

Peraturan asuransi Indonesia dapat berubah dan bisa rumit. Broker asuransi lokal tetap mengikuti pembaruan peraturan, memastikan perusahaan China mematuhi semua persyaratan hukum dan menghindari potensi jebakan.

  1. Penilaian Risiko dan Solusi yang Disesuaikan:

Broker lokal melakukan penilaian risiko menyeluruh untuk memahami risiko perusahaan China di industri dan lokasi mereka. Berdasarkan penilaian ini, mereka dapat secara efektif merekomendasikan dan menyesuaikan solusi asuransi untuk mengatasi risiko tersebut.

  1. Bantuan Klaim:

Jika terjadi klaim, broker asuransi lokal dapat memberikan dukungan yang tak ternilai dengan memfasilitasi proses klaim, bernegosiasi dengan perusahaan asuransi, dan memastikan penyelesaian tepat waktu. Kehadiran lokal mereka menyederhanakan proses klaim untuk perusahaan China.

  1. Pengetahuan Pasar:

Broker lokal memiliki jari pada denyut nadi pasar asuransi lokal, termasuk tren, harga, dan risiko yang muncul. Pengetahuan ini memungkinkan perusahaan Cina untuk membuat keputusan berdasarkan informasi tentang cakupan asuransi mereka.

  1. Mitigasi Risiko:

Broker lokal dapat membantu perusahaan China dalam mengidentifikasi dan mengurangi risiko di luar cakupan asuransi. Mereka mungkin menawarkan layanan manajemen risiko dan panduan tentang penerapan langkah-langkah keamanan untuk mengurangi kemungkinan klaim.

  1. Efisiensi Biaya:

Broker lokal sering memiliki akses ke berbagai produk asuransi dan dapat menegosiasikan premi yang kompetitif untuk perusahaan Cina. Kemampuan mereka untuk membandingkan dan memilih kebijakan yang paling hemat biaya dapat menyebabkan penghematan biaya.

  1. Layanan yang Dipersonalisasi:

Broker lokal menyediakan layanan yang dipersonalisasi dan dapat merespons lebih banyak kebutuhan dan kekhawatiran spesifik perusahaan China. Mereka sering menawarkan konsultasi satu-satu dan membangun hubungan jangka panjang berdasarkan kepercayaan.

  1. Manajemen Krisis:

Dalam krisis atau keadaan darurat, seperti bencana alam atau kerusuhan politik, pialang asuransi lokal dapat membantu perusahaan Tiongkok dalam mengoordinasikan tanggap darurat, memastikan keselamatan karyawan, dan mengelola klaim asuransi secara efisien.

Secara keseluruhan, bekerja dengan broker asuransi lokal di Indonesia meningkatkan kemampuan perusahaan China untuk menavigasi kompleksitas pasar asuransi lokal, mematuhi peraturan, dan menyesuaikan solusi asuransi dengan kebutuhan unik mereka. Ini adalah pendekatan strategis yang membantu melindungi aset, operasi, dan reputasi mereka di lingkungan bisnis Indonesia.

Salah satu broker asuransi terkemuka di Indonesia yang berfokus pada bisnis Cina adalah L&G Insurance Brokers.

Untuk kebutuhan asuransi bisnis Anda di Indonesia, hubungi L&G Insurance Broker sekarang!

MENCARI PRODUK ASURANSI? JANGAN BUANG WAKTU ANDA DAN HUBUNGI KAMI SEKARANG

24 JAM L&G HOTLINE: 0811-8507-773 (CALL – WHATSAPP – SMS)

website: lngrisk.co.id

Email: customer.support@lngrisk.co.id

To Top
L&G Insurance Broker Registered by Otoritas Jasa Keuangan KEP-667/KM.10/2012
Asuransi Marine Cargo Lebih Untung Dengan MOP
Chat kami sekarang di WhatsApp untuk info lengkap!
Proses hanya 24jam
(Marine Open Policy)
L&G Insurance Broker Registered by OJK KEP-667/KM.10/2012
Proses hanya 24jam
Asuransi Marine Cargo Lebih Untung Dengan MOP
(Marine Open Policy)
Chat kami di WhatsApp untuk info lengkap!