Asuransi Pembangkit Listrik

Ini dia Resiko dan Asuransi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang perlu Anda ketahui

Liga Asuransi – Para pengambil resiko, apa kabar? Semoga bisnis Anda baik-baik saja.

Seperti biasa, di blog ini kita selalu membahas tentang manajemen resiko dan asuransi. Kami ini kita membahas tentang resiko dan asuransi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLSTS). Jika Anda tertarik dengan tulisan ini silahkan dibagikan kepada rekan-rekan Anda agar mereka juga paham seperti Anda.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) telah menjadi solusi yang menjanjikan dalam memanfaatkan energi terbarukan di Indonesia. Namun, seperti halnya setiap proyek, pembangunan PLTS juga melibatkan risiko tertentu yang perlu diperhatikan. Dalam konteks ini, asuransi memainkan peran penting dalam melindungi investasi dan mengurangi dampak negatif yang mungkin timbul.

Salah satu risiko utama yang dihadapi dalam pembangunan PLTS adalah nilai investasi yang besar. Proses pembangunan PLTS membutuhkan teknologi tinggi dan infrastruktur yang signifikan, yang tentu saja memerlukan investasi yang substansial. 

Dalam kasus pembangunan PLTS dengan kapasitas 1 megawatt saja, nilai investasi bisa mencapai jutaan dolar AS. Oleh karena itu, penting bagi para pemangku kepentingan untuk melindungi investasi mereka dengan asuransi yang tepat.

 

MEMAHAMI RESIKO YANG DIHADAPI OLEH PLTS 

Selain risiko finansial, lokasi pembangunan PLTS juga dapat menjadi tantangan. Beberapa proyek PLTS dibangun di daerah terpencil atau sulit dijangkau, yang mempengaruhi kemampuan untuk melakukan pemasangan dan perbaikan secara efisien. Risiko ini dapat diatasi dengan asuransi yang mencakup biaya pengiriman, perawatan, dan perbaikan peralatan. 

Asuransi ini akan memberikan perlindungan dalam hal kerusakan peralatan, kehilangan atau kerusakan selama pengiriman, serta biaya perbaikan akibat kerusakan yang terjadi selama operasi PLTS.

Selain itu, PLTS juga rentan terhadap risiko cuaca yang dapat mempengaruhi kinerja dan produktivitas. Cuaca ekstrem seperti badai, hujan lebat, atau gelombang panas yang berkepanjangan dapat mengganggu operasi PLTS dan bahkan menyebabkan kerusakan fisik. Dalam hal ini, asuransi cuaca atau asuransi yang meliputi risiko cuaca dapat memberikan perlindungan terhadap kerugian akibat penurunan kinerja atau kerusakan yang disebabkan oleh cuaca buruk.

Untuk mengelola semua risiko ini, melibatkan broker asuransi adalah keputusan cerdas. Broker asuransi memiliki pengetahuan dan pengalaman khusus dalam industri energi terbarukan dan dapat membantu dalam mengidentifikasi risiko yang relevan dan menawarkan solusi asuransi yang sesuai. Mereka memiliki akses ke pasar asuransi yang luas, memungkinkan para pemangku kepentingan untuk memilih dari berbagai polis yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dalam menghadapi risiko dan tantangan yang terkait dengan pembangunan PLTS, penting untuk memahami perlunya perlindungan asuransi yang komprehensif. Melalui kebijakan yang tepat, para pemangku kepentingan dapat melindungi investasi mereka, meminimalkan risiko finansial, dan memastikan kesinambungan operasi PLTS. 

Dalam perkembangan industri energi terbarukan yang semakin pesat, peran broker asuransi tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada para pemangku kepentingan dalam mencapai keberhasilan jangka panjang

Investasi yang diperlukan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) memang sangat besar, dan lokasi yang sulit dijangkau juga menambah tingkat risiko yang harus diperhatikan. Oleh karena itu, penting untuk melaksanakan manajemen risiko yang efektif dan memperoleh jaminan asuransi berkualitas tinggi. Dengan demikian, jika terjadi kecelakaan atau kerusakan, biaya penanggulangan dan perbaikan dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi.

 

MENGATASI RESIKO PLTS 

Sebagai broker asuransi dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di industri ini, kami ingin berbagi pengalaman kami dengan Anda. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para investor dan pemilik PLTS dalam menghadapi risiko yang terkait.

Pembangunan PLTS melibatkan tahapan-tahapan yang memiliki risiko tinggi. Tidak semua perusahaan asuransi bersedia memberikan jaminan asuransi untuk jenis pekerjaan ini. Risiko tertinggi biasanya terjadi selama proses pemasangan sel surya, pengujian dan pengoperasian.

Untuk mendapatkan jaminan asuransi dari pihak asuransi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pilih perusahaan asuransi yang memiliki pengalaman dalam menangani proyek PLTS. Memilih perusahaan asuransi yang sudah memiliki pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang karakteristik unik dari PLTS akan memastikan bahwa risiko yang terkait dengan proyek Anda dikelola dengan baik.
  • Lakukan evaluasi risiko yang komprehensif. Sebelum memulai proyek PLTS, penting untuk melakukan evaluasi risiko yang menyeluruh. Identifikasi risiko potensial yang mungkin terjadi selama tahapan pembangunan, pengujian, dan operasional PLTS. Hal ini akan membantu Anda memperoleh jaminan asuransi yang sesuai dengan risiko yang ada.
  • Jangan lupa untuk memperhatikan kualitas dan cakupan jaminan asuransi yang ditawarkan. Pastikan bahwa polis asuransi mencakup semua risiko yang relevan dan memiliki ketentuan yang jelas mengenai ganti rugi dalam kasus kerusakan atau kecelakaan. Diskusikan dengan broker asuransi Anda mengenai kebutuhan dan persyaratan spesifik proyek PLTS Anda.
  • Selalu perbaharui dan periksa kembali jaminan asuransi Anda. Selama tahap pembangunan dan operasional PLTS, risiko yang terkait dapat berubah. Pastikan untuk selalu memeriksa kembali jaminan asuransi Anda dan memastikan bahwa cakupan masih sesuai dengan risiko aktual yang ada.
  • Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat memastikan bahwa proyek PLTS Anda memiliki perlindungan asuransi yang memadai. Jaminan asuransi yang berkualitas tinggi akan memberikan kepercayaan kepada Anda dan melindungi investasi Anda dari risiko finansial yang mungkin timbul.

Untuk memastikan mitigasi risiko yang efektif selama tahap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Berikut ini adalah beberapa poin penting yang harus dipertimbangkan dalam feasibility study dan tahap pembangunan PLTS:

  • Feasibility study yang komprehensif

Melakukan analisis kondisi tanah, metode pembangunan, dan penggunaan kontraktor yang berpengalaman merupakan langkah penting dalam menentukan kelayakan proyek PLTS. Feasibility study yang lengkap akan memberikan gambaran yang akurat tentang risiko dan keuntungan yang terkait dengan proyek tersebut.

  • Penggunaan material berkualitas tinggi

Pemilihan material yang berkualitas baik akan memberikan keandalan dan ketahanan jangka panjang terhadap proyek PLTS. Material dengan kualitas terbaik akan mengurangi risiko kerusakan dan memperpanjang umur operasional sistem.

  • Memperhatikan kondisi cuaca

Kondisi cuaca, terutama tingkat curah hujan, harus diperhatikan dengan seksama selama tahap pembangunan PLTS. Hindari melakukan pekerjaan pada saat curah hujan tinggi yang dapat menyebabkan gangguan dan risiko keselamatan.

  • Pembangunan akses jalan yang memadai

Memastikan adanya akses jalan yang memadai ke lokasi proyek sangat penting untuk kelancaran transportasi material dan peralatan yang diperlukan selama pembangunan PLTS. Jalan yang baik akan meminimalkan risiko kerusakan dan kemacetan.

  • Kondisi masyarakat sekitar dan dukungan mereka

Memperhatikan hubungan dengan masyarakat sekitar dan mendapatkan dukungan dari mereka penting untuk menjaga harmoni dan kelancaran proyek. Mengadakan dialog dan membangun hubungan baik dengan masyarakat dapat mengurangi risiko konflik dan hambatan dalam pembangunan PLTS.

  • Pemilihan jenis dan merek mesin

Memilih jenis mesin yang sesuai dan merek yang terpercaya adalah faktor penting dalam menjaga kehandalan dan efisiensi operasional PLTS. Pemilihan mesin yang tepat akan mengurangi risiko kerusakan dan downtime yang berlebihan.

  • Tim manajemen proyek yang kompeten

Mempunyai tim manajemen proyek yang berpengalaman dan terampil sangat penting dalam memastikan bahwa proyek PLTS berjalan dengan baik. Tim yang mampu mengelola risiko, memantau kemajuan proyek, dan mengkoordinasikan semua aspek pembangunan akan meminimalkan risiko kesalahan dan keterlambatan.

  • Rencana pembiayaan proyek

Menyusun rencana pembiayaan yang matang dan memadai sangat penting untuk menjamin kelancaran dan keberhasilan proyek PLTS. Memiliki sumber pembiayaan yang cukup akan mengurangi risiko kekurangan dana dan keterlambatan pembangunan.

  • Kontrak Power Purchase Agreement (PPA) dengan PLN

Menyusun kontrak PPA yang baik dengan PT PLN (Persero) atau badan penyedia layanan listrik lainnya adalah langkah penting dalam memastikan keberlanjutan dan keuntungan proyek PLTS. Kontrak PPA yang jelas dan menguntungkan akan memberikan kepastian pendapatan dan mengurangi risiko ketidakpastian pasar.

Selain itu, ada beberapa jenis asuransi yang diperlukan selama tahap pembangunan PLTS, antara lain:

  • Professional Indemnity (PI) untuk konsultan dan kontraktor.
  • Surety Bond dan Bank Garansi seperti Bid Bond, Performance Bond, dan Payment Bond.
  • Marine Cargo Insurance untuk pengiriman material dari luar negeri dan antar pulau.
  • Construction/Erection All Risks/Third Party Liability Insurance (CAR/EAR/TPL) untuk melindungi dari risiko kerusakan atau kecelakaan selama pembangunan.
  • Construction Plant and Equipment Insurance untuk melindungi peralatan konstruksi yang digunakan dalam proyek.
  • Motor Vehicle Insurance untuk kendaraan dan mobil proyek.
  • Workmen’s Compensation Assurance atau BPJS Ketenagakerjaan untuk perlindungan tenaga kerja.
  • Personal Accident Insurance untuk perlindungan terhadap kecelakaan pribadi.

Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut dan memperoleh jaminan asuransi yang sesuai, Anda dapat mengurangi risiko dan memastikan keberhasilan proyek PLTS secara keseluruhan

Tahap operasional PLTS merupakan tahap penting setelah proyek pemasangan selesai. Pada tahap ini, kapasitas produksi listrik dari PLTS diuji untuk memastikan sesuai dengan kontrak yang telah dibuat dengan PLN. Jika kapasitas listrik sudah sesuai, maka dilakukan penandatanganan Commercial Operation Date (COD) dan PLTS dapat beroperasi secara komersial, serta menerima pembayaran dari PLN atas daya listrik yang dihasilkan.

Namun sebelum PLTS beroperasi penuh, perlu ada persiapan jaminan asuransi operasional yang menjadi tantangan yang sama sulitnya seperti mendapatkan jaminan selama tahap konstruksi. Pihak asuransi cenderung khawatir dengan risiko kebakaran, banjir, angin topan, kerusuhan, dan niat jahat orang-orang di sekitar lokasi PLTS. Selain itu, ada juga risiko electrical breakdown dan risiko consequential loss yang dapat menyebabkan kerugian pendapatan akibat kerusakan mesin.

Berikut ini adalah jenis-jenis asuransi yang diperlukan untuk tahap operasional PLTS:

  • Property All Risks Insurance (PAR)

Jaminan asuransi ini meliputi seluruh struktur PLTS, termasuk powerhouse, turbine, transformer, panel kontrol, kabel transmisi, dan sebagainya. Jaminan Property All Risks juga mencakup risiko banjir, longsor tanah, angin topan/badai, kerusakan akibat air, kerusuhan, tindakan jahat orang lain, pencurian, dan pembongkaran.

  • Earthquake and Volcanic Eruption (EQVE)

Jaminan asuransi ini melindungi dari kerusakan akibat gempa bumi dan letusan gunung berapi. Asuransi ini biasanya diproses bersamaan dengan PAR.

  • Business Interruption Insurance following PAR/EQVE

Asuransi ini melindungi dari gangguan operasional yang disebabkan oleh risiko yang dijamin oleh polis PAR dan EQVE.

  • Machinery/Electrical Breakdown (MB)

Asuransi ini melindungi dari kerusakan pada turbine, trafo, dan peralatan pembangkit lainnya.

  • Business Interruption following MB

Asuransi ini melindungi dari gangguan operasional yang disebabkan oleh risiko yang dijamin oleh polis MB.

  • Public Liability Insurance

Jaminan asuransi ini melindungi dari tuntutan hukum pihak ketiga akibat kesalahan atau kelalaian dari perusahaan PLTS. Misalnya, kerusakan pada rumah penduduk atau kecelakaan yang mengakibatkan kematian akibat runtuhnya fasilitas PLTS.

  • Asuransi Kesehatan untuk karyawan

Melindungi karyawan PLTS dengan asuransi kesehatan yang mencakup biaya pengobatan dan perlindungan kesehatan.

  • Asuransi BPJS Ketenagakerjaan untuk karyawan

Melindungi karyawan PLTS sesuai dengan ketentuan BPJS Ketenagakerjaan terkait perlindungan tenaga kerja.

Selain itu, ada aspek-aspek lain yang perlu diperhatikan dan mungkin memerlukan jenis asuransi tambahan yang tidak tercantum di atas.

Dari analisis di atas, terlihat bahwa resiko dalam pembangunan dan operasional PLTS termasuk dalam kategori resiko tinggi. Oleh karena itu, sangat penting untuk mendapatkan bantuan dari ahli asuransi, seperti broker asuransi yang memiliki pengalaman dalam bidang ini. Broker asuransi akan membantu mengurus jaminan asuransi dan penyelesaian klaim jika terjadi kecelakaan.

Untuk proyek PLTS Anda, segera hubungi broker asuransi yang dapat diandalkan guna mendapatkan perlindungan yang tepat.

 

KENAPA INVESTOR, PEMILIK DAN KONTRAKTOR 

Investor, pemilik, dan kontraktor memerlukan jasa perusahaan broker asuransi dalam konteks proyek PLTS karena alasan berikut:

  • Pengetahuan Ahli

Perusahaan broker asuransi memiliki pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang pasar asuransi dan industri PLTS. Mereka memahami resiko yang terkait dengan proyek PLTS, baik dalam tahap konstruksi maupun operasional, serta jenis asuransi yang sesuai untuk mengatasi resiko tersebut. Dengan pengetahuan ini, broker asuransi dapat membantu investor, pemilik, dan kontraktor memahami kebutuhan asuransi mereka secara tepat.

  • Analisis Resiko

Broker asuransi dapat melakukan analisis resiko secara menyeluruh terkait proyek PLTS. Mereka akan mengevaluasi faktor-faktor risiko yang mungkin terjadi, seperti kerusakan fisik, kerugian pendapatan, tanggung jawab hukum, gangguan operasional, dan sebagainya. Dengan pemahaman yang mendalam tentang resiko ini, broker asuransi dapat membantu investor, pemilik, dan kontraktor mengidentifikasi dan mengelola resiko yang mungkin timbul.

  • Penawaran Asuransi yang Tepat

Berdasarkan analisis resiko, broker asuransi akan membantu mencari dan menawarkan jenis asuransi yang paling sesuai dengan kebutuhan proyek PLTS. Mereka memiliki akses ke berbagai perusahaan asuransi dan produk asuransi yang berbeda, sehingga dapat menemukan solusi yang paling optimal dalam hal premi, cakupan, dan ketentuan polis.

  • Negosiasi dan Pemilihan Asuransi Terbaik

Broker asuransi akan bertindak sebagai perantara antara investor, pemilik, dan kontraktor dengan perusahaan asuransi. Mereka akan melakukan negosiasi dengan perusahaan asuransi untuk mendapatkan persyaratan polis yang menguntungkan, termasuk premi yang kompetitif dan cakupan yang sesuai. Dengan pengalaman dan keahlian mereka, broker asuransi dapat membantu mendapatkan asuransi terbaik yang memenuhi kebutuhan dan anggaran proyek PLTS.

  • Penyelesaian Klaim

Jika terjadi kecelakaan atau insiden yang memicu klaim asuransi, broker asuransi akan membantu dalam proses penyelesaian klaim. Mereka akan membantu investor, pemilik, dan kontraktor dalam mengumpulkan dokumen-dokumen yang diperlukan, menyusun laporan klaim, dan berkomunikasi dengan perusahaan asuransi untuk memastikan proses klaim berjalan dengan lancar dan tepat waktu.

Dengan menggunakan jasa perusahaan broker asuransi, investor, pemilik, dan kontraktor dapat memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman ahli dalam industri asuransi untuk melindungi proyek PLTS mereka dari resiko yang mungkin terjadi. Broker asuransi akan membantu dalam segala aspek terkait asuransi, mulai dari analisis resiko hingga penyelesaian klaim, sehingga memastikan perlindungan yang komprehensif.

 

KESIMPULAN 

Pembangunan dan operasional PLTS melibatkan resiko tinggi, seperti risiko konstruksi, kerusakan peralatan, bencana alam, dan tuntutan hukum. Oleh karena itu, penting bagi investor, pemilik, dan kontraktor PLTS untuk memperoleh jasa broker asuransi yang berpengalaman.

Broker asuransi akan membantu dalam mengidentifikasi resiko yang ada, menyesuaikan solusi asuransi yang tepat, dan memberikan panduan untuk melindungi kepentingan keuangan para pemangku kepentingan. Mereka juga dapat membantu dalam negosiasi polis asuransi yang komprehensif dan mengurus penyelesaian klaim jika terjadi kecelakaan.

Dalam membangun PLTS, penting untuk memperhatikan faktor-faktor seperti analisis kondisi tanah, pemilihan kontraktor berpengalaman, penggunaan material berkualitas, perhatian terhadap kondisi cuaca, pembangunan akses jalan yang memadai, dan dukungan masyarakat setempat. Pada tahap operasional, asuransi seperti Property All Risks, Earthquake and Volcanic Eruption, dan Public Liability Insurance diperlukan untuk melindungi aset dan mengatasi risiko yang mungkin terjadi.

Dengan melibatkan broker asuransi yang berpengalaman, para pemangku kepentingan PLTS dapat memperoleh perlindungan yang tepat dan mengurangi dampak finansial akibat resiko yang timbul. Keberadaan broker asuransi menjadi penting dalam menjaga keberhasilan jangka panjang proyek PLTS dan memberikan ketenangan pikiran kepada para pemangku kepentingan.

Untuk asuransi pengiriman barang Anda hubungi L&G sekarang juga!

MENCARI PRODUK ASURANSI UNTUK PLTS? JANGAN BUANG WAKTU ANDA DAN HUBUNGI KAMI SEKARANG

24 JAM L&G HOTLINE: 0811-8507-773 (CALL – WHATSAPP – SMS)

website: lngrisk.co.id

Email: customer.support@lngrisk.co.id

Agen vs Broker Asuransi, Apa Perbedaannya?

To Top
L&G Insurance Broker Registered by Otoritas Jasa Keuangan KEP-667/KM.10/2012
Asuransi Marine Cargo Lebih Untung Dengan MOP
Chat kami sekarang di WhatsApp untuk info lengkap!
Proses hanya 24jam
(Marine Open Policy)
L&G Insurance Broker Registered by OJK KEP-667/KM.10/2012
Proses hanya 24jam
Asuransi Marine Cargo Lebih Untung Dengan MOP
(Marine Open Policy)
Chat kami di WhatsApp untuk info lengkap!