Risk Recommendation

Seperti Apa Manajemen Risiko dan Asuransi untuk SPBU?

Liga Asuransi – Sidang pembaca yang luar biasa, apa kabar? Kali ini kita akan membahas tentang resiko-resiko yang dihadapi oleh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Dari sudut pandang industri asuransi SPBU adalah salah satu obyek yang sangat rawan terjadinya kebakaran karena SPBU tempat penyimpanan bahan yang sang mudah terbakar. Sering sekali kita mendengar terjadinya kebakaran SPBU di berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai broker asuransi dan konsultan asuransi kami sangat tertarik untuk membahas masalah ini karena banyak masyarakat yang tidak paham dan tidak tahu apa solusi yang terbaik.

Menurut catatan dari industri perasuransian, Insiden kebakaran saat melakukan pengisian BBM di SPBU sering terjadi. Penyebab utamanya adalah kesalahan manusia atau human error, yaitu sekitar 75%.  Oleh karena itu SPBU termasuk obyek yang tidak begitu disukai oleh perusahaan asuransi untuk dijamin.

Harus kita akui bahwa masih masyarakat konsumen yang kurang menyadari pentingnya mematuhi rambu-rambu larangan yang ada di SPBU. Mereka masih sering melanggar dan tidak mengindahkan rambu-rambu dan ketentuan yang harus diikuti ketika berada di kawasan SPBU.

Perilaku tidak aman yang sering dilakukan misalnya menggunakan telepon selular, menghidupkan mesin kendaraan saat mengisi BBM, mengisi BBM sampai penuh dan meluber termasuk hingga mengisi BBM menggunakan dengan menggunakan jerigen plastik.

Selain hal-hal diatas penyebab kebakaran lain yang sering dilakukan adalah tindakan memodifikasi kendaraan pada bagian mesin atau knalpot kendaraannya yang mengeluarkan percikan api. Kadang ada pula konsumen yang langsung menjalankan kendaraannya padahal pengisian bahan bakar masih berlangsung.

  1. Manajemen Resiko SPBU

Untuk meningkatkan kualitas perlindungan dan keselamatan di SPBU, berikut ini beberapa tips yang perlu menjadi perhatian kita bersama:

  • Jaga jarak aman

Begitu Anda sudah mendekati areal SPBU, kurangi kecepatan hingga sekitar 5 km/jam. Hal ini penting untuk menghindari kesulitan dan risiko kecelakaan saat kendaraan mendekati tangki SPBU. Kemudian Anda juga perlu menjaga jarak aman dengan kendaraan yang di depan agar Anda memiliki ruang  yang cukup untuk melakukan manuver atau untuk menghindar jika sampai terjadi sesuatu hal.

  • Patuhi aturan dan larangan saat berada di SPBU

Sesuai dengan standard keselamatan yang ditetapkan oleh pemerintah, setiap SPBU dilengkapi dengan berbagai sarana perlindungan keselamatan dan keamanan. Seperti tanda dilarang merokok, tanda untuk mematikan mesin ketika pengisian BBM. Selain itu petugas SPBU juga secara manual mengingatkan setiap pengguna untuk mematuhi peraturan.

  • Dilarang Menggunakan Telepon Seluler

Banyak yang tidak tahu atau mungkin tidak percaya bahwa menggunakan HP di area SPBU itu bisa menyebabkan terjadinya kebakaran. Padahal sudah banyak contoh kejadian melalui video yang menunjukkan bahwa HP bisa menyebabkan terjadinya kebakaran. Kita tahu bahwa HP dioperasikan dengan menggunakan aliran listrik walaupun dengan arus yang sangat kecil tapi itu bisa menimbulkan percikan api.

  • Dilarang Merokok atau Menyalakan Api

Meskipun tanda larangan merokok terlihat sangat menonjol di SPBU akan tetapi masih banyak orang yang tetap saja merokok. Hal ini mungkin karena rendahnya kesadaran bahwa perbuatan itu sangat berbahaya tidak hanya bagi dirinya akan tetapi juga bagi orang lain dan pemilik SPBU.   Selain tanda dilarang merokok juga terpasang tanda dilarang menyalakan api.

  • Dilarang Memotret

Nah larangan memotret ini yang sulit dipahami oleh masyarakat. Kenapa dilarang merokok, apa hubungan dengan SPBU. Masalahnya sama dengan dilarang menggunakan HP. Alat pemotret termasuk HP dioperasikan menggunakan tenaga listrik yang bisa menghasilkan energi elektrostatik yang bisa menimbulkan kebakaran.

Untuk diketahui bahwa memotret dengan menggunakan flash atau blitz dapat berpengaruh terhadap uap bahan bakar yang muncul ketika pengisian bahan bakar dilakukan. Selain itu bisa juga pengaruh dari baterai atau elemen lain yang dapat menimbulkan percikan api, jika bereaksi dengan uap bahan bakar bisa berbahaya.

Jika memang ingin mengadakan pemotretan di area SPBU diperlukan harus ada izin khusus dan kamera yang digunakan harus dengan spesifikasi tertentu.

  • Dilarang Mengisi BBM ke Wadah atau Jerigen Plastik

Mengisi BBM ke wadah atau jerigen dapat menimbulkan listrik statis. Jeriken, drum, atau bahan-bahan lain yang pakai plastik tidak dapat diisi bahan yang mudah terbakar karena mengandung listrik statis. Konsumen boleh saja membeli bahan bakar dan tidak langsung dimasukkan ke tangki kendaraannya, dengan aturan menggunakan wadah atau jerigen yang tidak mudah menghantarkan listrik statis, seperti bahan aluminium.

  • Dilarang memperbaiki kendaraan dan membuka kap mesin kendaraan

Jika kendaraan rusak atau mogok jangan memperbaikinya di area SPBU. Meskipun jauh dari tempat pengisian BBM, namun jangan lupa bahwa di SPBU terdapat tangki penyimpanan di dalam tanah dan tangki tersebut memiliki lubang hawa yang mengeluarkan uap bensin. Saat Anda memperbaiki mesin mobil, ada potensi timbulnya percikan api.

  • Matikan mesin kendaraan sebelum pengisian BBM

Di SPBU banyak kemungkinan terjadinya resiko yang tidak diinginkan karena bahan bakar yang ada di sekitarnya. Tindakan pencegahan selalu dilakukan untuk prosedur keselamatan.

Meski menggunakan sepeda motor sport yang memiliki tangki bahan bakar di bagian depan, konsumen disarankan untuk turun dari sepeda motornya.

Api membutuhkan pemantik. Di SPBU unsur pemantik berasal dari mesin kendaraan. Didukung udara serta BBM, hanya butuh hitungan detik dari keadaan normal menjadi percikan api bahkan kebakaran.

Prosedur ini menghindari kemungkinan kecelakaan di areal SPBU. Alasan konsumen disarankan untuk tidak berada di atas jok motor adalah untuk memberikan kesempatan bereaksi saat tiba-tiba ada keadaan darurat.

  • Lepaskan safety belt dan aktifkan hand break
Baca Juga :   Ini Dia 7 Resiko Pengusaha Ritel di Pusat Perbelanjaan - Mall

Konsumen juga disarankan turun dari mobil saat mengisi BBM. Memang tidak ada korelasi langsung dengan risiko terpicunya api, namun hal ini dilakukan semata-mata jika terjadi kondisi darurat, konsumen bisa dengan cepat bereaksi menyelamatkan diri.

  • Isi bakar tidak melebihi kapasitas tangki

BBM yang tumpah karena terlalu penuh bisa berpotensi menimbulkan kebakaran. Saat bensin meluber ke mana-mana, bisa mengenai onderdil lain. Bukan tidak mungkin, saat kendaraan dinyalakan bisa timbul percikan api yang menimbulkan kebakaran.

  • Pastikan nozzle BBM menempel pada lubang tangki

Meskipun petugas di SPBU sudah dilatih cara pengeperasian dengan baik akan tetapi Anda juga perlu memperhatikan ketika petugas SPBU mengisi BBM ke dalam tangki bensin kendaraan Anda. Pastikan nozzle pengisi BBM menyentuh mulut tangki untuk menghindari timbulnya listrik statis yang bisa memicu percikan api.

  • Hindari menggoyang-goyangkan kendaraan saat mengisi BBM

Masih banyak yang berpendapat untuk memastikan tangki BBM kendaraan sudah terisi penuh, caranya adalah dengan menggoyang-goyangkan bodi kendaraan.

jika hal ini sering dilakukan akan membahayakan, tindakan tersebut berpotensi menimbulkan kebakaran karena ujung nozzle besi pengisi bensin menjadi bergesekan dengan ujung tangki yang berpotensi terjadi gesekan yang menimbulkan percikan api.  Ada yang namanya listrik statis.

Dua titik yang berbeda muatan, ketika ada beda muatan, ada loncatan listrik yang tidak bisa dilihat. Hal ini memicu percikan api dan berpotensi menimbulkan kebakaran meski potensinya kecil. Namun tetap hal seperti ini bisa menimbulkan efek yang luar biasa dan bisa membahayakan jiwa.

  • Matikan mesin jika terdapat tumpahan atau mencium aroma BBM

Pastikan petugas SPBU tidak mengangkat nozzle jika masih ada bensin yang menetes. Tunggu hingga bahan bakar benar-benar berhenti mengalir sebelum Anda menyalakan mesin.

Waspada bila mencium bau bensin yang menyengat padahal tutup tangki sudah ditutup rapat. Jangan nyalakan mesin dan minta tolong petugas untuk mendorong mobil ke lokasi yang lebih aman.

 

  1. Jaminan Asuransi Yang Diperlukan untuk SPBU

Seperti yang sudah kami tuliskan di atas bahwa resiko SBPU termasuk paling tinggi karena memang fungsinya sebagai tempat penyimpanan dan distribusi bahan bakar yang paling mudah terbakar.

Resiko utama dari SPBU adalah kebakaran. Selain itu SPBU juga rawan terhadap resiko akibat banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin topan dan badai.

Selain itu karena lokasinya yang berada di kawasan yang ramai di jalan utama SPBU juga rawan terhadap resiko resiko huru-hara, pemogokan, gerakan masa, perampokan dan pencurian.

Selain resiko-resiko di atas SPBU juga berpotensi untuk menimbulkan kecelakaan dan kerusakan terhadap masyarakat akibat terjadi kebakaran atau kecelakaan lain di area SPBU.

Berikut ini jenis-jenis asuransi yang dibutuhkan oleh SPBU:

  1. Property All Risks (PAR)
    • Menjamin seluruh aset SPBU mulai dari pompa, tangki bahan bakar, fasilitas umum dan peralatan.
    • Resiko yang dijamin adalah kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat dan tertabrak kendaraan.
    • Huru-hara, gerakan masa, perampokan dan pencurian niat jahat orang lain
    • Banjir, kerusakan karena air, angin topan, badai, tanah longsor
    • Gempa bumi, letusan gunung berapi dan tsunami
  1. Public Liability Insurance (PL)

Asuransi Public Liability atau sering juga disebut sebagai jaminan asuransi tanggung jawab hukum (TJH) adalah jaminan atas tuntutan hukum yang diajukan oleh pihak ketiga (pelanggan, tetangga, pengguna jalan umum) atas kecelakaan dan kerugian yang mereka derita akibat dari kesalahan dan kelalain dari SBPU.

Misalnya kendaraan pelanggan terbakar di area SPBU akibat terjadinya kebakaran pada pompa atau tangki. Pemilik kendaraan menuntut manajemen SPBU untuk mengganti rugi atas kerusakan kendaraan karena seharusnya kendaraannya tidak terbakar, tapi karena kesalahan dan kelalaian dari manajemen SBPU.

Dua jenis asuransi merupakan asuransi yang seharusnya dimiliki oleh setiap SPBU dimanapun lokasinya.

Tapi sayangnya untuk mendapatkan jaminan asuransi tidak mudah karena tidak semua perusahaan asuransi bersedia memberikan jaminan.

Cara terbaik untuk mendapatkan jaminan asuransi diatas adalah dengan menggunakan jasa perusahaan broker asuransi. Broker asuransi adalah ahli asuransi yang mempunyai pengetahun, pengalaman dan jaringan yang luas di dalam industri asuransi. Mereka mampu merancang program asuransi yang terbaik dan mendapatkan dukungan dari perusahaan.

Broker asuransi bekerja untuk Anda, mereka ada di pihak Anda. Tugas penting dari broker asuransi adalah membantu Anda untuk mengurus klaim asuransi jika terjadi.

Salah satu broker asuransi terkemuka yang mempunyai pengalaman dalam mengurus asuransi adalah L&G Insurance Broker.

Untuk semua kebutuhan asuransi Anda hubungi L&G sekarang juga!

Mencari Produk Asuransi? Hubungi Kami Sekarang Juga

HOTLINE L&G 24JAM: 0811-8507-773 (Call – Whatsapp – SMS)

website: lngrisk.co.id

E-mail: customer.support@lngrisk.co.id

Kenapa Broker Asuransi sering juga disebut sebagai Advocate asuransi?

Klik Untuk Menuliskan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top