Asuransi Konstruksi

Industri Konstruksi Indonesia Bangkit di tahun 2022

Liga Asuransi – Sidang pembaca yang luar biasa, apa kabar? Hitungan mundur akan berakhirnya tahun 2021 tinggal beberapa hari lagi. Apapun yang terjadi selama tahun 2021 ini, kita terima dan kita syukuri.

Berbekal pengalaman di tahun 2021 yang masih diwarnai oleh wabah COVID-19, mari kita tatap tahun 2022 dengan penuh semangat dan harapan. Kenapa tidak?

Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan bahwa jumlah penderita wabah COVID-19 baru perhari di Indonesia pada pertengahan Desember 2021 tinggal hanya 140 orang. Bandingkan dengan sekitar 50,000 orang perhari 5 bulan lalu.

Kita juga mendengar ada varian baru yang dikenal dengan nama Omicron yang mulai merebak di Afrika Selatan sebulan lalu yang katanya jauh lebih berbahaya dari varian Delta. Akan tetapi hingga hari ini penyebaran dan korbannya belum terdengar.

Bukan kita ingin menganggap remeh ataupun takabur dengan wabah ini, akan tapi dengan pengalaman kita selama 2 tahun bergulat dengan COVID-19 rasanya sudah cukup untuk meyakinkan kita bahwa kita sudah tahu cara menghadapinya.

Sikap optimis tentang tahun 2022 datang dari berbagai kalangan. Bank Indonesia misalnya sudah mengeluarkan prediksi bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 4,7-5,5%. Angka ini naik dua kali lipat dari tahun 2021.

Seperti apa prospek konstruksi di 2022?

Khusus di bidang industri konstruksi diperkirakan akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal ini terungkap dari  laporan BCI Asia dengan bangga mempersembahkan acara tahunan BCI Breakfast Briefing “Indonesia Construction Market Outlook 2022” di Hotel Bidakara, Jakarta pada Rabu, 8 Desember 2022.

 Diselenggarakan dengan judul ‘2022-Momentum for Rising Opportunities in Indonesia Construction Market’, acara mengundang beberapa pembicara tamu: Djemi Lim (Head of Business Development & Research, Sinarmas Land), L. Sudarsana (General Manager Corporate Business Development & Sales Marketing Department, Santika Indonesia Hotels & Resorts), Anthony Utomo (Managing Director Utomodeck Group).

Perlu Anda ketahui bahwa BCI Asia perusahaan konsultan penyedia informasi yang terlengkap dan terpercaya di Asia termasuk di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.bciasia.com

Prospek pasar ini diharapkan dapat memberikan gambaran optimis tentang Konstruksi Indonesia setahun ke depan, sehingga para pelaku konstruksi semakin percaya diri pasar terlibat dengan industri konstruksi.

Setelah melalui masa pandemi lebih dari 1 tahun, dan pada tahun 2021 berhasil melewati gelombang kedua COVID-19, memberikan momentum meningkatnya peluang bagi pasar konstruksi pada tahun 2022.

 

Hasil riset yang dilakukan oleh BCI Asia untuk tahun 2022 memberikan informasi yang sangat membesarkan hati khususnya bagi pelaku industri konstruksi di Indonesia. Berikut ini rinciannya:

  1. Nilai konstruksi untuk proyek gedung diperkirakan mencapai Rp 157,47 triliun pada tahun 2022, didorong oleh pertumbuhan sektor perumahan dan industri. Tren kategori lainnya, seperti kategori hotel, retail, dan perkantoran, mulai menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan tahun 2021. Hal ini menunjukkan optimisme pasar konstruksi tahun depan. 
  2. Market size residensial diperkirakan mencapai Rp 54,24 triliun pada 2022. Pada kategori ini market size apartemen akan mulai meningkat sedangkan landed house akan sedikit menurun dibandingkan tahun 2021. Secara keseluruhan market size rumah tapak lebih besar dibandingkan apartemen. Rumah-rumah didominasi oleh wilayah Jabodetabek, dengan daerah pinggiran di Bekasi, Bogor, dan Tangerang sebagai wilayah yang dominan. Sementara itu, apartemen akan didominasi di Provinsi DKI Jakarta. Temuan ini menunjukkan bahwa rumah tapak melanjutkan tren pembangunan ke pinggiran kota dan apartemen mulai bergerak menuju pemulihan.
  3. Tren kategori ritel diperkirakan mulai meningkat pada 2022. Pembangunan pusat perbelanjaan diperkirakan sedikit meningkat. Ruko dan gerai ritel akan melanjutkan tren kenaikan pada 2022. Ritel diperkirakan mencapai Rp 17,17 triliun pada 2022.
  4. Proyek perkantoran juga menunjukkan tren yang meningkat meskipun sedikit sehingga total proyek konstruksi pada tahun 2022 diperkirakan mencapai Rp 15,14 triliun. Perkembangan data center yang semakin marak di era pandemi ini membuat share data center tahun 2022 cukup tinggi yaitu Rp. 4,59 triliun dari total nilai pembangunan kantor.
  5. Kategori perhotelan diperkirakan mencapai Rp 7,79 triliun. Proyek hotel menunjukkan pertumbuhan yang sedikit lebih baik dibandingkan tahun lalu dan menunjukkan tren berbalik arah ke atas. Peluang untuk kategori ini tumbuh dengan semakin bebasnya mobilitas masyarakat dan keberhasilan program vaksin.
  6. Kategori industri diperkirakan tumbuh pada tahun 2022 mencapai Rp 37,00 triliun. Peningkatan pasar investasi di sektor industri semakin membaik setelah program vaksinasi Covid-19 dicanangkan oleh pemerintah. Dengan faktor-faktor tersebut, diperkirakan minat investor dalam dan luar negeri akan terus tumbuh dan mendukung pertumbuhan proyek-proyek industri. Pertumbuhan permintaan gudang dari FMCG, e-commerce, dan third-party logistics yang terus meningkat.
  7. Infrastruktur masih menjadi tulang punggung dan salah satu pendorong utama pasar konstruksi 2022. Nilai konstruksi diperkirakan mencapai Rp 107,15 triliun. Pemerintah semakin mengandalkan sektor swasta untuk mengambil bagian dalam pengembangan, pembiayaan, dan pengelolaan proyek infrastruktur besar.

Tanggapan pasar Pasar Konstruksi Indonesia 2022

Baca Juga :   Bagaimana Cara Mengurus Klaim Asuransi Proyek Mudah dan Cepat

Dari hasil survey dan riset yang dilakukan oleh BCI Asia kepada para pelaku industri konstruksi berikut ini beberapa pandangan mereka:

  1. Survei sentimen mewakili 150 peserta dalam industri konstruksi di Indonesia yang peran utamanya adalah pengembang, kontraktor, arsitek, konsultan, dan subkontraktor.
  2. Sebagian besar responden mengharapkan beban kerja proyek mereka meningkat selama 12 bulan ke depan dan mereka lebih optimis dibandingkan dengan tahun lalu.
  3. Sebagian besar responden mengharapkan kondisi pasar konstruksi yang jauh lebih baik pada tahun 2022 dengan pasar akan kembali normal pada Triwulan ke-1 tahun 2023.
  4. Stimulus fiskal, kapasitas keuangan pengembang & kontraktor, kemudahan mobilisasi pasar tenaga kerja konstruksi, dan ketersediaan pasokan bahan bangunan, merupakan faktor yang dinilai oleh responden dapat yang memberikan pengaruh positif pada pemulihan sektor konstruksi.

Untuk Proyek Konstruksi Anda Selalu perhatikan faktor resiko 

Sejalan kebangkitan industri konstruksi maka potensi resiko juga akan meningkat. Menurut pandangan manajemen resiko “dalam kondisi ekonomi yang lesu maka risiko “moral hazard” meningkat, tapi dalam kondisi ekonomi yang meningkat maka resiko akibat “operasional” yang meningkat.

Sebagai broker asuransi dan konsultan manajemen risiko dan asuransi kami ingin mengingatkan kepada Anda agar memastikan bahwa setiap tahap pekerjaan konstruksi Anda selalu dijamin oleh polis asuransi yang terbaik.

Jaminan asuransi yang terbaik hanya bisa didapatkan melalui broker asuransi yang berpengalaman di bidang konstruksi. Salah satunya adalah L&G Insurance Broker.

Untuk semua kebutuhan asuransi Anda hubungi L&G Insurance Broker sekarang juga!

Mencari Produk Asuransi? Hubungi Kami Sekarang Juga

HOTLINE L&G 24JAM: 0811-8507-773 (Call – Whatsapp – SMS)

website: lngrisk.co.id

E-mail: customer.support@lngrisk.co.id

Kenapa Broker Asuransi sering juga disebut sebagai Advocate asuransi?

Klik Untuk Menuliskan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top