Tinjauan Asuransi

Banjir Bandang Melanda Eropa, Klaim asuransi sekitar 6 Miliar Dollar

Liga Asuransi – Sidang pembaca yang luar biasa, apa kabar? Jika selama ini kita melihat banjir bandang hanya melanda negara-negara di kawasan Asia seperti India, Bangladesh, Thailand, Indonesia, China dan lain-lain, kini giliran daratan Eropah yang diterjang banjir bandang. Negera dengan kwalitas infrastruktur yang lebih bagus justru luluh-lantak dihantam banjir.

Sebagai broker asuransi dan konsultan asuransi kami sangat prihatin dengan bencana ini karena dampak kerugian yang ditimbulkan sungguh sangat besar, penderitaan warga yang terdampak dan kemudian membayang betapa besarnya kerugian yang akan ditanggung oleh industri perasuransian tidak hanya industri asuransi Eropah akan tetapi juga di seluruh dunia.

Kalau melihat dari gambar dan video yang beredar luas, banjir yang terjadi sungguh sangat dahsyat merendam wilayah yang sangat luas, dan arus yang sangat deras menghanyut harta berharga seperti rumah, toko, kantor, tempat usaha serta ribuan kendaraan bermotor dengan merek terkenal seperti BMW, Mercedes Benz, Audi hanyut terbawa arus. Bahkan dari sebuah berita di laporkan pabrik mobil terkenal Porsche terendam air ratusan mungkin ribuan mobil yang baru selesai diproduksi rusak.

 

Seperti yang kita ketahui bahwa banjir, angin, topan badai, terendam dan tergenang air merupakan salah satu resiko yang dapat dijamin oleh polis asuransi. Menurut pendapat salah seorang ahli asuransi di Jerman bahwa hanya sekitar 45% dari aset yang mengalami kerusakan diasuransikan dengan jaminan asuransi banjir. Walaupun hanya sebagian yang diasuransikan akan tetapi nilai kerugian yang terjadi diperkirakan perusahaan asuransi sekitar USD 6 milyar atau setara dengan Rp. 85 triliun rupiah.

Berikut ini tulisan kami yang kami sarikan dari berbagai sumber, kami berharap semoga tulisan ini bermanfaat untuk Anda. Jika Anda tertarik dengan tulisan ini silahkan dibagikan kepada rekan-rekan Anda agar mereka juga paham seperti Anda.

Tinjauan Asuransi

Musibah ini telah mencemaskan industri perasuransian dunia yang masih kepayahan akibat dari dampak pandemi COVID-19. Beberapa perusahaan asuransi dan media pengamat Industri asuransi dan reasuransi internasional telah memberikan reaksinya terhadap musibah ini. seperti yang dimuat di https://www.reinsurancene.ws/insured-losses-from-flooding-across-europe-to-reach-into-the-billions/ yang memperkirakan kerugian sekitar USD 6 miliar akibat dari bencana banjir di beberapa bagian Eropa, dengan peristiwa ini bisa menjadi salah satu musibah banjir paling mahal yang pernah tercatat.

Dilaporkan oleh media online bahwa di Di Jerman, ratusan orang hilang dan lebih dari 100 nyawa telah diklaim meninggal saat sungai meluap, dengan laporan kerusakan parah pada properti.

Ini adalah banjir terburuk yang pernah terjadi  Jerman selama beberapa dekade dan jumlah curah hujan dilaporkan oleh beberapa orang sebagai belum pernah terjadi sebelumnya.

Selain Jerman, badai konvektif yang parah dan curah hujan yang deras meninggalkan dampak besar di banyak bagian Eropa Tengah dan Barat, di Belgia, Belanda, dan Swiss terancam.

Selanjutnya dilaporkan bahwa pola cuaca yang aktif dimulai pada tanggal 8 -15 Juli, berlangsung dan dengan curah hujan yang lebih deras dan diperkirakan hari ini dengan sungai yang masih naik, kerusakan lebih lanjut diperkirakan terjadi.

Selain korban jiwa di Jerman, Belgia juga telah melaporkan 14 kematian akibat peristiwa banjir, sementara di Swiss sejumlah danau hampir meluap dan ada kekhawatiran banjir bisa melanda kota-kota besar di wilayah tersebut.

Sebuah laporan tentang kejadian tersebut yang dikeluarkan oleh Impact Forecasting, sebuah divisi dari broker asuransi dan reasuransi Aon, menggambarkan ribuan properti terendam sebagai “banjir regional terburuk dalam beberapa dekade” terjadi setelah rekor tingkat curah hujan.

Selama 13-14 Juli, curah hujan ini menyebabkan meluapnya sejumlah anak sungai yang mengalir ke cabang utara dan selatan Sungai Rhine.

Faktanya, wilayah Rhineland-Palatinate dan North Rhine-Westphalia mengalami curah hujan yang signifikan sebesar 148 liter per meter persegi dalam waktu 48 jam, dan ini adalah bagian dari Jerman yang biasanya mengalami sekitar 80 liter di sepanjang Juli.

 Badai konvektif tambahan dan kerusakan banjir tercatat di tempat lain di Swiss, Prancis, Luksemburg, Belanda, Italia, Polandia, Hongaria, Slovakia, dan Republik Ceko. Gabungan

Banjir sudah menempati peringkat sebagai bahaya alam paling merusak di Eropa Utara. Peristiwa di masa lalu—termasuk banjir yang mematikan pada tahun 2002—membuat Komisi Eropa meluncurkan Sistem Kesadaran Banjir Eropa, yang dimaksudkan untuk memberikan peringatan dini kepada manajer darurat. Tetapi minggu lalu kecepatan dan intensitas banjir di Jerman—terutama di kota-kota yang terletak di sebelah anak sungai yang lebih kecil—mengejutkan sebagian besar orang.

Keadaan cuaca

Antara 12 dan 15 Juli 2021, hujan lebat turun di Inggris, Jerman bagian barat, dan negara tetangga Belanda, Belgia, dan Luksemburg. Sebuah kompleks badai bergerak ke timur dari Prancis ke Jerman dan terhenti di wilayah itu selama dua hari. Curah hujan sangat tinggi di Belgia Timur, dengan curah hujan 271,5 millimeter (10,69 in) selama 48 jam di Jalhay dan 217 millimeter (8,5 in) selama 48 jam di Spa. Hujan deras juga terlihat di selatan Rhine-Westphalia Utara dan utara Rhineland-Palatinate di Jerman di mana akumulasi rata-rata 100 hingga 150 mm (3,9 hingga 5,9 in) dalam 24 jam, setara dengan curah hujan lebih dari satu bulan. Di Reifferscheid, 207 mm (8,1 in) jatuh dalam periode sembilan jam sementara Cologne mengamati 154 mm (6,1 in) dalam 24 jam. Beberapa daerah yang terkena dampak mungkin tidak pernah melihat curah hujan sebesar ini dalam 1.000 tahun terakhir.[11] Banjir mulai di Belgia, Jerman, Belanda, dan Swiss pada 14 Juli 2021 setelah curah hujan yang tinggi di Eropa barat, menyebabkan banyak sungai meluap.

Sebuah laporan dari Impact Forecasting, sebuah divisi dari broker asuransi dan reasuransi Aon, yang menggambarkan ribuan properti terendam sebagai “banjir regional terburuk dalam beberapa dekade” terjadi setelah rekor tingkat curah hujan.

Antara 13-14 Juli, curah hujan menyebabkan meluapnya sejumlah anak sungai yang mengalir ke cabang utara dan selatan Sungai Rhine.

Wilayah Rhineland-Palatinate dan North Rhine-Westphalia mengalami curah hujan yang signifikan sebesar sebesar 148 liter per meter persegi dalam waktu 48 jam, dan ini adalah bagian dari wilayah Jerman yang biasanya mengalami sekitar 80 liter di sepanjang Juli.

 Badai konvektif tambahan dan kerusakan banjir tercatat di tempat lain di Swiss, Prancis, Luksemburg, Belanda, Italia, Polandia, Hongaria, Slovakia, dan Republik Ceko. Gabungan biaya banjir dan badai di Eropa Timur dan Tengah diperkirakan melebihi EUR 1 miliar,” kata laporan Impact Forecasting.

Dampak Dari Perubahan Iklim

Nampaknya kejadian ini merupakan bukti dari kekhawatiran dari masyarakat dunia yang telah bersepakat untuk memerangi pemanasan global akibat dari penggunaan energi fossil yang menjadi penyebab utama kerusakan lapisan gas gaca. Tulisan ini sudah kami muat sebelumnya http://ligaasuransi.com/asuransi-pembangkit-listrik-batu-bara-kini-semakin-sulit-kenapa/

Banjir ini terjadi mengikuti gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya di Pasifik Barat Laut dan Eropa Utara, mendorong para ilmuwan untuk mengevaluasi kemungkinan hubungannya dengan perubahan iklim.

Sebelum banjir, para ilmuwan telah memperingatkan bahwa peristiwa cuaca ekstrem akan menjadi lebih umum sebagai akibat dari perubahan iklim. Contoh kejadian ekstrim seperti itu termasuk hujan lebat; peningkatan suhu atmosfer memungkinkannya menyerap lebih banyak uap air, menghasilkan lebih banyak presipitasi. Perubahan iklim mungkin juga menyebabkan aliran jet menjadi lebih tidak menentu, yang dapat menyebabkan lebih seringnya fenomena cuaca ekstrem. Penelitian dan analisis lebih lanjut diperlukan untuk memahami sejauh mana peran perubahan iklim dalam banjir.

Michael E. Mann dari Penn State University mempelajari aliran jet dan menyimpulkan bahwa fenomena yang dijuluki “resonansi gelombang” adalah “mengunci sistem cuaca di tempat”, tetapi terlalu dini untuk mengatakan apakah banjir di Eropa adalah akibat dari itu. Hayley Fowler dari Universitas Newcastle dan Kai Kornhuber dari Universitas Columbia juga menunjuk pada perlambatan aliran jet sebagai penjelasan yang mungkin, dan Carl-Friedrich Schleussner dari Humboldt-Universität Berlin mengatakan pertanyaannya bukanlah perubahan iklim telah berkontribusi pada kejadian, melainkan “berapa banyak”.Dieter Gerten, seorang peneliti dari Institut Potsdam untuk Penelitian Dampak Iklim, mengkarakterisasi besarnya banjir dan peristiwa cuaca ekstrem lainnya melebihi prediksi dari model perubahan iklim saat ini, mencatat bahwa peningkatan mendadak dalam frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem dapat mengindikasikan bahwa titik kritis telah dilewati. Stefan Rahmstorf dari Universitas Potsdam memperingatkan bahwa hilangnya es Arktik lebih lanjut kemungkinan akan mengakibatkan aliran jet yang lebih lemah dan cuaca yang lebih ekstrem, dengan mengatakan “kita tidak boleh bermain-main dengan sistem iklim yang sensitif ini”. Antonio Navarra, ahli iklim di Universitas Bologna dan presiden yayasan Euro-Mediterania Center tentang Perubahan Iklim mengatakan bahwa ada korelasi yang nyata antara peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer dengan frekuensi dan intensitas banjir, gelombang panas, dan periode kekeringan.

Source : https://en.wikipedia.org/wiki/2021_European_floods

Resiko akibat bencana alam kini semakin sering terjadi, dampak yang ditimbulkannya juga semakin besar. Ini mengingatkan kita untuk senantiasa berhati-hati agar ketika bencana ini terjadi dampaknya bisa diatasi.

Salah satu solusinya adalah dengan membeli jaminan asuransi khusus bencana alam termasuk banjir, angin topan, badai, tergenang air, rusak karena air, tanah longsor dan lain sebagainya. Sayangnya untuk mendapatkan jaminan asuransi ini tidak mudah karena tidak semua perusahaan asuransi bersedia memberikan jaminan.

Cara terbaik untuk mendapatkan jaminan asuransi adalah dengan menggunakan jasa perusahaan broker asuransi. Salah satu broker asuransi yang berpengalaman di Indonesia adalah L&G Insurance Broker.

Untuk semua kebutuhan asuransi Anda hubungi L&G Insurance Broker sekarang juga! 

Mencari Produk Asuransi? Hubungi Kami Sekarang Juga

HOTLINE L&G 24JAM: 0811-8507-773 (Call – Whatsapp – SMS)

website: lngrisk.co.id

E-mail: customer.support@lngrisk.co.id

Kenapa Broker Asuransi sering juga disebut sebagai Advocate asuransi?

Klik Untuk Menuliskan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top