Industri Pembangkit Listrik

Jenis Asuransi Apa Yang Dibutuhkan Oleh Operasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (Plta)

Liga Asuransi – Pembaca yang budiman, apa kabar? Saya harap bisnis Anda berjalan dengan baik, sesuai rencana.

 Kebutuhan energi listrik saat ini semakin meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan kendaraan listrik, mobil, dan sepeda motor.

Untungnya, Indonesia memiliki banyak alternatif sumber listrik, salah satunya dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA)

Sebagai broker asuransi senior, kali ini saya akan membahas manajemen risiko dan asuransi pengoperasian pembangkit listrik tenaga air.

Saya ingin menyambut para pembaca yang baru mengunjungi situs web ini untuk pertama kalinya.  Website ini terutama membahas manajemen risiko dan asuransi untuk berbagai jenis industri. Jika Anda tertarik, silakan bagikan dengan kolega Anda, sehingga mereka mengerti seperti Anda.

Harus diakui bahwa dari sudut pandang industri asuransi, perusahaan pembangkit listrik tenaga air dianggap berisiko tinggi, dan hanya sedikit perusahaan asuransi yang dapat memberikan jaminan asuransi.

Pembangkit listrik tenaga air atau pembangkit listrik tenaga air adalah fasilitas yang menghasilkan listrik dengan memanfaatkan energi kinetik dari air yang mengalir. Prinsip dasar di balik pembangkit listrik tenaga air adalah mengubah energi potensial air yang disimpan di ketinggian menjadi energi listrik.

Pembangkit listrik tenaga air biasanya terdiri dari bendungan atau waduk yang menyimpan air dan pembangkit listrik yang mengubah energi air yang jatuh menjadi energi listrik. 

Bendungan atau waduk menyimpan air, yang kemudian dilepaskan melalui penstock atau pipa besar. Air mengalir melalui penstock, yang mengarah ke turbin. Kekuatan air memutar turbin, yang memutar generator yang menghasilkan listrik.

POTENSI INDONESIA UNTUK HPP 

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, perkiraan potensi PLTA  Indonesia sekitar 75 GW. Namun, pada tahun 2021, kapasitas PLTA terpasang Indonesia hanya sekitar 5,6 GW, mewakili kurang dari 10% dari total potensi negara.

Perkiraan investasi pembangkit listrik tenaga air per megawatt (MW) sangat bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti ukuran pembangkit, lokasi, dan faktor spesifik proyek lainnya. Namun, rata-rata, biaya investasi untuk pembangkit listrik tenaga air dapat berkisar dari $ 1 juta hingga $ 5 juta per MW.

Karena skala ekonomi, pembangkit listrik tenaga air skala kecil dengan kapasitas kurang dari 10 MW biasanya memiliki biaya investasi yang lebih tinggi per MW. Sebaliknya, pembangkit listrik tenaga air yang lebih besar dengan total lebih dari 100 MW cenderung memiliki biaya investasi per MW yang lebih rendah karena manfaat skala.

RISIKO PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR

Pembangkit listrik tenaga air (HPP) dianggap berisiko tinggi dari perspektif asuransi karena tantangan dan bahaya unik dari operasinya. Berikut adalah alasan HPP dianggap berisiko tinggi Bencana Alam, Kegagalan Peralatan, Risiko Kewajiban, Risiko Lingkungan, dan Risiko Keamanan Siber. 

Penting untuk dicatat bahwa risiko dan kecelakaan yang terkait dengan pengoperasian HPP dapat dikurangi melalui perencanaan, desain, dan pemeliharaan pabrik yang tepat dan penerapan langkah-langkah keselamatan yang tepat.

Pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) melibatkan beberapa risiko dan kecelakaan, antara lain:

  • Kegagalan Bendungan

Kegagalan bendungan dapat mengakibatkan bencana banjir di hilir. Hal ini dapat terjadi karena bencana alam, seperti gempa bumi, curah hujan tinggi, atau masalah struktural dengan bendungan.

  • Tanah longsor

Tanah longsor dapat terjadi di dekat waduk HPP, yang dapat mengakibatkan penyumbatan sungai atau aliran dan menyebabkan banjir.

  • Kegagalan Turbin

 Kegagalan turbin dapat terjadi karena masalah mekanis atau kurangnya perawatan. Ini dapat merusak turbin, generator, atau peralatan lainnya, yang menyebabkan pemadaman listrik dan situasi tempat kerja yang berpotensi berbahaya.

  • Sedimentasi 

HPP dapat menyebabkan sedimentasi, di mana sedimen menumpuk di reservoir dan dapat mengurangi kapasitas penyimpanan reservoir dari waktu ke waktu.

  • Dampak Lingkungan 

HPP dapat memiliki dampak lingkungan yang signifikan, termasuk hilangnya habitat ikan dan satwa liar lainnya, perubahan aliran alami sungai atau aliran, dan dampak pada kualitas air.

  • Keamanan Publik

Pengoperasian HPP dapat menimbulkan risiko bagi keselamatan publik, terutama selama kegiatan konstruksi dan pemeliharaan atau peristiwa cuaca ekstrem.

PENYEBAB KEGAGALAN BENDUNGAN 

Penting untuk dicatat bahwa kegagalan bendungan jarang terjadi dan bahwa HPP dirancang dan dibangun dengan langkah-langkah keamanan untuk mencegah atau mengurangi konsekuensi dari kegagalan bendungan. Namun, penting untuk terus memantau kondisi bendungan dan mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah potensi risiko.

Kegagalan bendungan di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dapat terjadi karena berbagai alasan, antara lain:

  • Bencana Alam

Bencana alam seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, atau hujan lebat dapat menyebabkan kegagalan bendungan. Peristiwa ini dapat menyebabkan tanah bergeser, merusak struktur bendungan, atau menyebabkan ketinggian air di waduk naik melebihi kapasitas bendungan.

  • Kekurangan Desain dan Konstruksi 

Desain atau konstruksi bendungan yang buruk dapat menyebabkan kegagalannya. Ini dapat mencakup fondasi yang tidak memadai, sistem drainase yang tidak memadai, atau bahan yang salah yang digunakan dalam konstruksi bendungan.

  • Penuaan dan kurangnya perawatan

Seiring waktu, bendungan dapat memburuk karena penuaan dan kurangnya perawatan. Hal ini dapat menyebabkan retakan dan masalah struktural lainnya yang melemahkan kemampuan bendungan untuk menahan air.

  • Kesalahan Manusia 

Kesalahan manusia, seperti gerbang bendungan, pengoperasian katup yang salah, atau pemantauan kondisi bendungan yang tidak memadai, dapat menyebabkan kegagalan bendungan.

  • Sabotase atau Terorisme

Kerusakan bendungan yang disengaja, baik melalui sabotase atau terorisme, juga dapat mengakibatkan kegagalan bendungan.

PENCEGAHAN KEGAGALAN BENDUNGAN 

Untuk menghindari kegagalan bendungan di Pembangkit Listrik Tenaga Air (HPP), penting untuk mengambil tindakan yang tepat sepanjang umur bendungan, mulai dari desain dan konstruksi hingga operasi dan pemeliharaan. Berikut adalah beberapa cara untuk menghindari kegagalan bendungan:

  • Desain dan Konstruksi yang Tepat

Bendungan HPP harus dirancang dan dibangun oleh para profesional berpengalaman mengikuti pedoman dan peraturan internasional. Sangat penting untuk menggunakan bahan berkualitas, fondasi yang memadai, dan sistem drainase untuk memastikan stabilitas dan kekuatan bendungan.

  • Inspeksi dan Pemeliharaan Rutin

Inspeksi dan pemeliharaan rutin sangat penting untuk mengidentifikasi masalah struktural atau mekanis yang dapat menyebabkan kegagalan bendungan. Pemilik bendungan harus memiliki program inspeksi dan pemeliharaan yang mencakup inspeksi visual, pengujian non-destruktif, dan pemantauan instrumentasi dan sensor bendungan.

  • Rencana Kesiapsiagaan Darurat 

Pemilik HPP harus mengembangkan rencana kesiapsiagaan darurat, termasuk penilaian risiko, prosedur evakuasi, protokol komunikasi, dan tim tanggap darurat. Sangat penting untuk secara teratur menguji dan memperbarui rencana dan memberikan pelatihan kepada semua personel yang terlibat dalam tanggap darurat.

  • Manajemen Risiko

Pemilik HPP harus melakukan penilaian risiko untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko yang terkait dengan operasi bendungan. Mereka harus menerapkan langkah-langkah manajemen risiko yang tepat, seperti penghalang keselamatan, sistem peringatan, dan kamera pengintai.

  • Pelibatan Masyarakat

Pemilik HPP harus memberi tahu masyarakat setempat tentang operasi bendungan, potensi bahaya, dan prosedur darurat. Membangun protokol komunikasi dengan otoritas lokal dan layanan darurat sangat penting.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, pemilik HPP dapat menghindari kegagalan bendungan dan memastikan keamanan fasilitas, personel, dan masyarakat sekitarnya.

KECELAKAAN BENDUNGAN DI INDONESIA 

Ada beberapa kegagalan bendungan dan kecelakaan di Indonesia. Berikut adalah beberapa insiden signifikan, tetapi tidak semua dengan HPP.

  • Kecelakaan Bendungan Banjir Kanal Timur (2007)

Bendungan Banjir Kanal Timur di Bekasi, Jawa Barat, gagal pada Februari 2007 karena curah hujan yang tinggi, menyebabkan banjir parah di daerah sekitarnya. Kegagalan itu mengakibatkan pengungsian ribuan orang, kerusakan rumah dan infrastruktur, serta beberapa korban jiwa.

  • Kecelakaan Bendungan Situ Gintung (2009) 

Bendungan Situ Gintung yang terletak di Tangerang, Banten gagal pada Maret 2009 akibat curah hujan yang tinggi, menyebabkan banjir bandang yang menewaskan lebih dari 100 orang dan menghancurkan ratusan rumah.

  • Kecelakaan Bendungan Kedung Ombo (2015

Bendungan Kedung Ombo yang terletak di Jawa Tengah mengalami longsor yang signifikan pada Februari 2015, menyebabkan jebolnya bendungan dan banjir di daerah sekitarnya. Insiden itu mengakibatkan pengungsian ribuan orang dan kerusakan rumah serta infrastruktur.

  • Kecelakaan Bendungan Batu Ampar (2021)

Bendungan Batu Ampar di Sumatera Utara gagal pada April 2021 karena curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan banjir di daerah sekitarnya. Insiden itu mengakibatkan pengungsian ribuan orang dan kerusakan rumah serta infrastruktur.

Penting untuk dicatat bahwa kegagalan bendungan dan kecelakaan dapat memiliki konsekuensi yang signifikan bagi masyarakat sekitar, dan sangat penting untuk mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah insiden seperti itu terjadi.

PENYEBAB TANAH LONGSOR 

Tanah longsor dapat secara signifikan menyebabkan kerusakan dan kegagalan pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Longsor dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk penyebab alami dan buatan manusia. Berikut adalah beberapa penyebab umum tanah longsor di HPP:

  • Geologi

Kondisi geologis daerah tempat HPP berada dapat meningkatkan risiko longsor. Daerah dengan lereng curam, tanah tidak stabil, dan formasi batuan gembur lebih rentan terhadap tanah longsor.

  • Cuaca

Hujan deras, pencairan salju, atau perubahan suhu yang tiba-tiba dapat menyebabkan tanah longsor. Peristiwa cuaca ini dapat melemahkan tanah dan meningkatkan risiko tanah longsor.

  • Gempa bumi

Gempa bumi dapat menyebabkan tanah longsor dengan mengguncang tanah, menyebabkan tanah dan batuan bergeser dan tidak stabil.

  • Aktivitas manusia

Aktivitas manusia, seperti konstruksi, pertambangan, dan deforestasi, dapat mengubah lanskap alam, mengacaukan tanah, dan meningkatkan risiko tanah longsor.

PENYEBAB TURBIN GAGAL

Ada berbagai alasan kegagalan turbin di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Berikut adalah beberapa penyebab umum kegagalan turbin:

  • Keausan

Turbin dalam HPP dapat mengalami keausan karena aliran air yang konstan dan kecepatan operasi yang tinggi. Seiring waktu, ini dapat menyebabkan kerusakan pada bilah turbin, bantalan, dan segel, yang menyebabkan berkurangnya efisiensi dan akhirnya kegagalan.

  • Kavitasi

Kavitasi terjadi ketika tekanan air turun di bawah tekanan uap, menyebabkan gelembung terbentuk dan runtuh, mengakibatkan erosi bilah turbin. Ini dapat menyebabkan getaran, kebisingan, dan, akhirnya, kegagalan turbin.

  • Korosi

Komponen turbin, seperti bilah dan casing, dapat menimbulkan korosi dari waktu ke waktu karena paparan air dan udara, yang menyebabkan berkurangnya efisiensi dan akhirnya kegagalan.

  • Overloading

Turbin dapat gagal karena kelebihan beban, yang terjadi ketika turbin mengalami lebih banyak aliran air daripada yang dapat ditanganinya. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada bilah dan bantalan turbin, yang menyebabkan kegagalan.

  • Cacat Produksi 

Cacat produksi dapat menyebabkan kegagalan turbin karena kualitas material yang buruk, perakitan yang tidak tepat, atau pemesinan yang salah.

MENGHINDARI KEGAGALAN TURBIN

Menerapkan praktik pemeliharaan dan inspeksi yang tepat sangat penting untuk menghindari kegagalan turbin di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu mencegah kegagalan turbin:

  • Perawatan Rutin

Perawatan turbin HPP secara teratur sangat penting untuk menghindari kegagalan. Operator HPP harus memiliki program perawatan komprehensif yang mencakup pembersihan rutin, inspeksi, dan penggantian suku cadang yang aus atau rusak.

  • Pemantauan Getaran

Pemantauan getaran dapat mendeteksi tanda-tanda awal kegagalan turbin. Operator HPP harus menerapkan sistem pemantauan getaran untuk mendeteksi getaran abnormal dan mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah kegagalan turbin.

  • Prosedur Operasi

Prosedur operasi harus dikembangkan dan diikuti secara ketat untuk menghindari kelebihan beban dan keausan turbin yang berlebihan. Operator HPP harus memastikan bahwa turbin dioperasikan dalam batas desain mereka dan tidak mengalami lebih banyak aliran air daripada yang dapat mereka tangani.

  • Kontrol Kualitas 

Turbin harus dirancang dan diproduksi untuk memenuhi standar dan spesifikasi internasional. Operator HPP harus memastikan bahwa turbin mereka diperiksa dan diuji untuk kontrol kualitas selama pembuatan.

Peningkatan dan Retrofit

Peningkatan dan retrofit dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi turbin dan memperpanjang umurnya. Operator HPP harus mempertimbangkan untuk meningkatkan atau memasang turbin mereka untuk menghindari kegagalan dan meningkatkan output daya.

JENIS-JENIS ASURANSI YANG DIBUTUHKAN UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR 

Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) memerlukan beberapa jenis pertanggungan asuransi untuk melindungi dari berbagai risiko dan potensi kerugian. Berikut adalah beberapa jenis asuransi utama yang biasanya dibutuhkan untuk HPP:

Ini mencakup kerusakan fisik pada infrastruktur dan peralatan HPP, seperti bendungan, turbin, dan generator, yang disebabkan oleh kebakaran, bencana alam, atau peristiwa lainnya.

  • Asuransi Gangguan Bisnis

Ini mencakup hilangnya pendapatan dan pengeluaran lain yang diakibatkan oleh gangguan pada operasi HPP, seperti pemadaman tak terduga, penundaan yang disebabkan oleh kerusakan peralatan, atau bencana alam.

Ini mencakup kerusakan dan biaya hukum yang diakibatkan oleh klaim pihak ketiga atas cedera tubuh, kerusakan properti, atau kerugian lain yang disebabkan oleh operasi HPP, seperti banjir atau tanah longsor.

  • Asuransi Kompensasi Pekerja

Ini mencakup biaya pengobatan dan kehilangan upah bagi karyawan yang terluka di tempat kerja.

  • Asuransi Tanggung Jawab Lingkungan 

Ini mencakup biaya yang terkait dengan kerusakan lingkungan atau polusi yang disebabkan oleh operasi HPP, termasuk biaya pembersihan dan pemulihan.

  • Asuransi Siber

Ini mencakup kerugian dari serangan dunia maya, pelanggaran data, atau insiden terkait dunia maya lainnya yang dapat mengganggu operasi HPP atau membahayakan data sensitif.

Operator HPP harus bekerja dengan broker asuransi yang berpengalaman untuk mengidentifikasi kebutuhan mereka dan mendapatkan pertanggungan yang sesuai.

MENGAPA IPP MEMBUTUHKAN BROKER ASURANSI?

Perusahaan pembangkit listrik independen (IPP) yang mengoperasikan pembangkit listrik tenaga air membutuhkan layanan dari pialang asuransi untuk memastikan bahwa mereka memiliki pertanggungan asuransi yang memadai untuk melindungi dari potensi kerugian dan kewajiban. Berikut adalah beberapa alasan mengapa perusahaan IPP dapat memilih untuk bekerja dengan broker asuransi:

  • Keahlian dan Pengetahuan

Pialang asuransi memiliki keahlian dan pengetahuan khusus tentang pasar asuransi. Mereka dapat membantu perusahaan IPP menavigasi lanskap asuransi yang kompleks untuk mengidentifikasi kebutuhan asuransi spesifik mereka dan mendapatkan pertanggungan yang sesuai.

  • Akses ke Beberapa Pasar Asuransi 

Pialang asuransi bekerja dengan beberapa penyedia asuransi dan dapat mengakses berbagai produk dan opsi asuransi, memungkinkan mereka menemukan pertanggungan dan harga terbaik untuk klien mereka.

  • Solusi Asuransi yang Disesuaikan

Pialang asuransi dapat bekerja dengan perusahaan IPP untuk mengembangkan solusi asuransi khusus yang disesuaikan dengan risiko dan kewajiban mereka, memberikan pertanggungan komprehensif yang menangani semua skenario potensial.

  • Manajemen Klaim

Pialang asuransi dapat membantu perusahaan IPP mengelola klaim asuransi dengan bekerja sama dengan penyedia asuransi untuk memastikan bahwa klaim diproses dengan cepat dan adil, meminimalkan gangguan pada operasi perusahaan.

  • Manajemen dan Pencegahan Risiko

Pialang asuransi juga dapat menyediakan layanan manajemen risiko dan pencegahan untuk membantu perusahaan IPP mengidentifikasi potensi risiko dan bahaya serta menerapkan strategi mitigasi, mengurangi kemungkinan kecelakaan, insiden, dan kerugian.

Bekerja dengan pialang asuransi dapat membantu perusahaan IPP pembangkit listrik tenaga air memastikan pertanggungan asuransi yang memadai untuk melindungi dari potensi kerugian dan kewajiban sambil memberikan panduan ahli tentang manajemen risiko dan pencegahan.

Salah satu broker asuransi terkemuka di Indonesia yang berfokus pada Pembangkit Listrik Tenaga Air adalah L&G Insurance Broker.

Untuk semua kebutuhan asuransi Anda, silakan hubungi L&G sekarang!

MENCARI PRODUK ASURANSI? JANGAN BUANG WAKTU ANDA DAN HUBUNGI KAMI SEKARANG

24 JAM L&G HOTLINE: 0811-8507-773 (CALL – WHATSAPP – SMS)

website: lngrisk.co.id

Email: customer.support@lngrisk.co.id

 

To Top
L&G Insurance Broker Registered by Otoritas Jasa Keuangan KEP-667/KM.10/2012
Asuransi Marine Cargo Lebih Untung Dengan MOP
Chat kami sekarang di WhatsApp untuk info lengkap!
Proses hanya 24jam
(Marine Open Policy)
L&G Insurance Broker Registered by OJK KEP-667/KM.10/2012
Proses hanya 24jam
Asuransi Marine Cargo Lebih Untung Dengan MOP
(Marine Open Policy)
Chat kami di WhatsApp untuk info lengkap!