InsurTech

Menerawang Perkembangan Teknologi Asuransi di Masa Depan

Liga Asuransi – Mengutip dari paparan yang dikemukakan oleh Kepada Eksekutif Industri Keuangan Non Bank, OJK – Riswandi di media Kontan online (kontan.co.id) tentang bagaiaman gambaran dunia asuransi di masa depan, dimana asuransi akan sangat memanfaatkan big data dan teknologi.

Riswandi juga megatakan bahwa tren asuransi masa datang yang akan membina bisnis dan memberikan perlindungan terhadap nasabah. Diperkirakan bahwa dalam 25 tahun mendatang akan terjadi pergeseran bisnis asuransi, dimana yang sebelumnya mendeteksi dan memperbaiki, akan berganti menjadi memprediksi dan mencegah. Jadi perkembangan tidak akan mengarah pada bagaimana cara membayar klaim dari nasabah, tetap juga memanfaatkan teknologi untuk memproses klaim dan menurunkan klaim.

Mengenai adanya tren teknologi baru yang kemungkinan akan berkembang sudah pernah kami tulis juga di artikel sebelumnya, “7 Tren Teknologi yang Bisa Digunakan di Dalam Industri Asuransi”, tapi kali ini kami akan membahas tren teknologi yang akan berkembang menurut hasil review yang dilakukan media asing yaitu WNS Global Service (WNS.com).

Ada 5 tren yang akan berkembang dalam industri asuransi kedepan, yaitu:

  1. New Models (personalized product)

Dampak sosial terhadap perkembangan ekonomi digital saat ini adalah tuntutan akan hal yang serba personal, orang akan lebih senang dengan perlindungan asuransi personal. Menurutnya, 80% premi yang diterima oleh penjamin, tersita untuk biaya distribusi. WNS melihat perkembangan kedepat mengenai pilihan perlindungan yang lebih fleksibel, asuransi mikro dan asuransi ‘peer to peer’ akan menjadi pilihan yang lebih jelas. Akan terjadi kerjasama antara badan reasuransi yang akan menyediakan risiko modal secara langsung ke brand digital.

  1. Penggunaan AI dan Automation untuk mempermudah dan mempercepat proses klaim

Robotic Process Automation atau RPA, bukan merupakan robot seperti yang kita lihat di dalam film Terminator atau Transformer. Tapi ini berupa software “robot” yang mampu bekerja meniru aktifitas manusia di dalam komputer dengan tingkat akurasi dan kecepatan yang tinggi. Semua itu akan diatur oleh alogritma AI yang cukup kompleks.

Kedepannya RPA bisa menjadi pusat dari pengolahan segala data asuransi, mulai dari sales, pricing, underwriting, claim management.

Dengan pengembangan teknologi AI bisa perusahaan asuransi bisa memberikan kebijakan yang lebih akurat dan cepat. Sehingga bisa meningkatkan kompetisi di pasar asuransi dan nasabah bisa lebih terbantukan dengan adanya teknologi yang maju.

  1. Advance Analytics & Proactiveness

Tren yang ketiga ini lebih ke proses analisa terhadap suatu kejadian yang lebih maju dan proaktif dengan menggunakan berbagai sumber data misalnya IoT. Dengan tren berkembangnya IoT (Internet of Thing) dimana segala perangkat yang digunakan orang sudah terkoneksi ke internet menjadi lebih mudah dalam melakukan analisa. Misalnya saja penggunaan smart watch, drone, rumah dengan perangkat smart home, gps tracker pada kendaraan. Perangkat-perangkat IoT ini bisa dipergunakan untuk menganalisa potensi kejadian insiden dan juga mampu menganalisa bagaimana insiden itu bisa terjadi. Tapi tentunya ini juga harus tetap memperhatikan tingkat privasi dari masing-masing nasabah.

Penggunaan teknologi drone untuk digital imaging dengan resolusi tinggi juga akan sangat membantu penjamin (asuransi). Misalnya dalam asuransi properti atau asuransi perumahan. Dengan drone, bisa digunakan untuk menghasilkan gambar dengan resolusi tinggi ketika proses pembelian asuransi. Sehingga penjamin bisa mengetahui batas-batas area objek yang diasuransikan dengan lebih jelas. Sehingga jika terjadi bencana (kebakaran, banjir, angin topan, dll), asuransi dengan lebih mudah memilah rumah yang mendapat jaminan asuransi diantara rumah-rumah disekitarnya yang terdampak bencana, dan juga menganalisa dampak kerusakannya.

  1. Insurtech Partnership
Baca Juga :   Inovasi Insurtech Yang Kian Berkembang di Indonesia

Tidak semua perusahaan asuransi mempunyai kapabilitas untuk membangun ekosistem digitalnya sendiri. Sebaliknya, tidak semua perusahaan teknologi mampu berpikir konsep perasuransian secara detil dan lengkap. Oleh karena itu perlu sekali adanya kerjasama antara perusahaan asuransi dengan perusahaan teknologi untuk mengembangkan beberapa platform teknologi untuk mempermudah proses asuransi.

Beberapa insurtech startup di Indonesia saat ini dilatarbelakangi oleh seorang ahli asuransi dan bekerjasama dengan orang yang mampu dalam hal pemrograman sehingga mampu menghasilkan sebuah produk insurtech yang lebih sesuai dengan apa yang diinginkan nasabah. Proses yang lebih mudah dan cepat itulah salah satu yang diinginkan.

Tapi saat ini perkembangan insurtech masih banyak yang fokus pada hal sales, bagaimana cara menjual produk asuransi kepada nasabah. Kita harus ingat bahwa dalam hal jual beli asuransi ini ada 2 pihak utama, yaitu penjamin dan nasabah. Insurtech ada ditengah-tengah sebagai perantara. Dengan hanya fokus pada sales, maka targetnya hanya ada pada Nasabah. Tapi jarang yang sebaliknya yaitu kepada penjamin.

Seperti yang dilakukan oleh Ligasys, sebuah pengembang platform asuransi. Ligasys saat ini fokus kepada pengembangan sistem untuk membantu baik penjamin dan broker asuransi dalam proses asuransi, mulai dari pricing management, placing, underwriting, dan sampai pada claim management.

  1. Blockchain

WNS mengemukakan tentang rupa usaha untuk mendapatkan jumlah customer setinggi mungkin, dimana diharapkan dapat diproses secara realtime oleh beberapa fungsi asuransi berbeda, untuk transfer data yang lebih aman dan lebih mudah. Teknologi Blockchain ini mampu menyediakan transfer data yang lebih aman.Teknologi ini menawarkan biaya operasi yang lebih murah, diantaranya dengan adanya benefit tambahan seperti apa yang disebutnya Decentralized Autonomous Organizations (DAO) dan kontrak pintar (smart contract) yang ditawarkan dalam management kantor.

Di Indonesia ada beberapa yang startup yang saat ini sedang mengembangkan asuransi dengan konsep blockchain, akan kami ulas di artikel berikutnya.

Inilah 5 tren yang kami lihat sebagai pengembangan asuransi di masa mendatang. Dengan melihat tren diatas, perusahaan asuransi bisa berkembang menjadi sangat besar dengan ukuran pasar yang sangat besar dan didukung oleh teknologi maju sehingga mampu melayani dengan lebih akurat, cepat, dan aman.

Perkembangan teknologi ini kedepannya bukan hanya akan diterapkan oleh pihak perusahaan asuransi saja, tapi bisa dimanfaatkan semua pelaku bisnis asuransi misakan broker asuransi dan agregator.

Kadang kita jadi tidak sabar untuk melihat dan merasakan masa depan, dengan segala kemudahan yang seakan-akan semua hanya ada di genggaman tangan saja.

Klik Untuk Menuliskan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top