InsurTech

Big Data: Mendorong Asuransi Untuk Lebih Menyesuaikan Diri di Era Digital

Insurtech Modern Dibangun Dengan Pemanfaatan Big Data. Dalam Hal Ini, Kami Mencoba Membahas Mengenai Bagaimana Pemimpin Industri Menggunakannya Dengan Cara-Cara Baru Yang Menarik

Liga Asuransi – Sebagai dasar dari industri yang kaya informasi, Big Data telah menjadi salah satu faktor terpenting dalam potensi disruptif dan inovatif dari InsurTech selama 10 tahun terakhir. Padahal sebelumnya data berlimpah namun tidak dapat diakses atau bisa dikatakan data masih gelap. Saat ini dengan adanya kombinasi antara Cloud, IoT (internet of things) dan software analitik berbasis algoritme berarti bahwa big data sekarang dapat dibuka kuncinya dan dianalisa untuk tujuan tertentu, dan dapat dimanfaatkan perusahaan asuransi untuk meningkatkan produk dan layanan mereka untuk dapat menuju ke perubahan bisnis asuransi mereka yang lebih modern. Dengan menggunakan beberapa insight dari Boston Consulting Group (BCG) dan KPMG, serta mengeksplorasi kasus penggunaan dari InsurTechs terkemuka, kita coba bahas bagaimana Big Data bisa sebagai dasar untuk pengembangan asuransi di masa berikutnya.

Menjelajahi Penggunaan Big Data

Di era digital, asuransi merupakan sektor yang harus gesit, responsif, efisien, dan dioptimalkan agar dapat memberikan hasil yang optimal bagi pelanggannya. Informasi berkualitas tinggi adalah dasar untuk melakukan peningkatan layanan asuransi, namun Big Data seringkali lebih sulit diperoleh untuk perusahaan asuransi daripada yang lain. “Karena interaksi mereka dengan pelanggan relatif jarang, perusahaan asuransi tidak memiliki data transaksional yang lengkap untuk bisa digunakan — seperti yang dilakukan bank, misalnya, melalui kartu kredit dan transaksi rekening,” kata BCG dalam artikelnya “Big Data: The Next Big Thing for Insurers?”. Selain itu, data yang dimiliki oleh perusahaan asuransi biasanya memiliki konsistensi yang rendah, hasil dari penangkapan dan pengelolaan informasi yang belum terbuka.” Lebih lanjut, KPMG juga mencontohkan dalam ‘Data is the new oil – and the price is going up’ bahwa “meskipun ada pertumbuhan yang kuat dalam rangka adopsi teknologi yang dapat digunakan dalam sektor perawatan kesehatan, konsumen umumnya terbagi dalam masalah berbagi data pribadi dan perilaku. Penanggung harus menangani pertanyaan etis yang muncul tentang bagaimana mereka akan menggunakan data ini jika mereka ingin menghindari potensi serangan balik sekarang – atau di masa depan – terhadap data yang besar dari konsumen yang diminta.”

Dengan demikian, InsurTechs harus inovatif dalam metode yang mereka gunakan untuk membuka nilai dalam data yang tersedia bagi mereka. Terkadang, nilai ini diturunkan tidak hanya dari hasil pengamatan tetapi juga dari penggunaannya sebagai mesin untuk mendorong pengoptimalan operasional, personalisasi, dan analitik secara lebih cerdas (yaitu otomatisasi proses robotik dan kecerdasan artifisial (artificial intelligent/AI)). Ini akan menambah pengalaman pelanggan dengan mengotomatiskan aspek bisnis yang didorong oleh proses dan memungkinkan staf untuk fokus pada masukan kualitatif mereka, seperti layanan dan produk baru. Software analitik yang digerakkan oleh AI, misalnya, dapat membantu membuat perkiraan yang lebih akurat, membuka peluang cross selling, dan menghasilkan model harga yang lebih baik menggunakan secara lebih cepat dan menggunakan data harga yang terbaru. Perusahaan tidak hanya dapat mengirimkan penawaran asuransi terhadap penghobi offroad secara real time, tetapi juga dapat menggunakan informasi lokasi dan pergerakan, dan bahkan data cuaca untuk menghitung profil risiko yang sangat akurat untuk setiap pemain offroad.

Baca Juga :   Enam (6) Model Bisnis Insurtech yang Berkembang Pada Saat Ini

Inilah sebabnya mengapa 3 unsur utama teknologi (Cloud + IoT + smart analytics) sangat penting untuk memanfaatkan Big Data sepenuhnya, informasi yang dikumpulkan secara real-time melalui IoT dapat diintegrasikan ke dalam satu sumber menggunakan cloud dan kemudian dianalisis baik secara terpusat, menciptakan kerangka kerja yang lebih gesit dan mudah beradaptasi. Kapasitas untuk kustomisasi dan pergeseran dari cakupan umum inilah yang menempatkan InsurTech di luar batasan industri tradisional.

Empat kunci untuk berhasil menerapkan Big Data:

  1. Tanamkan budaya dan pola pikir perusahaan yang tepat: “Insurer atau Perusahaan asuransi perlu menciptakan ekosistem big data yang inovatif yang terpisah dari organisasi bisnis tradisional dan tata kelola.
  2. Jauh dari sekedar augmentasi TI yang sederhana, Big Data dapat menjadi aspek bisnis yang menyebar dan membutuhkan waktu. Oleh karena itu, jangan ragu-ragu dalam mengubah proses untuk mengakomodasinya atau membuat tim yang berdedikasi untuk menangani analisis.
  3. Bangun kerjasama. Meskipun beberapa perusahaan asuransi mungkin tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk memanfaatkan Big Data secara maksimal, bukan berarti harus membatalkan atau menunda penerapan big data ini. Sebaliknya, membangun kerjasama dengan pihak yang lebih kompeten dalam membangun Big Data merupakan pilihan yang lebih baik (daripada tidak).
  4. Memanfaatkan data internal: Meskipun dapat dianggap bahwa data eksternal lebih berharga, data internal yang diperoleh perusahaan bisa berguna juga dan lebih siap tersedia. “Tantangannya adalah untuk memperolehnya secara menyeluruh dan membuatnya berguna. Dalam banyak kasus, kualitas individu harus dikembangkan untuk bisa memaksimalkan ini.”

Artikel ini dipersembahkan oleh L&G Risk Broker Asuransi – a Smart Broker Insurance.

Klik Untuk Menuliskan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top