InsurTech

Lebih Dekat Dengan Pelanggan Melalui Digital

Liga Asuransi – Ada banyak diskusi tentang tuntutan industri asuransi untuk bisa segera melakukan transofrmasi digital jika ingin bertahan dari tantangan yang akan datang dari pesaing perusahaan teknologi. Menyusul akibat dari pandemi COVID-19, sebagian besar setuju bahwa teknologi adalah bagian penting dari masa depan asuransi. Namun sebenarnya transformasi digital merupakan setengah perjalanan dari cerita besarnya, digital adalah kesempatan untuk perubahan budaya mendasar yang pada akhirnya dapat memperkaya hubungan perusahaan asuransi dengan pelanggan yang belum pernah ada sebelumnya.

Tahun 2020 membawa keadaan operasional untuk asuransi yang membuat adopsi digital merupakan hal yang penting. Dalam hal ini, perusahaan asuransi ataupun broker asuransi secara umum harus segera mempersiapkan diri dengan baik, meski masih ada tantangan yang harus dihadapi. Keuntungannya adalah sudah tidak ada kertas lagi yang digunakan dalam proses dengan pelanggan, dan semua bisa diubah menjadi format digital. Karena itu, minimal dalam masa pandemi ini, semua perangkat kerja dari karyawan harus sudah mendukung untuk bisa dilakukan Work From Home, dan berkas administrasi juga sudah dipersiapkan dalam bentuk digital / soft file.

Beberapa tantangan lain adalah bahwa kondisi sekitar yang sedang sulit tetapi bukan tanpa tanda-tanda perkembangan yang menggembirakan, peraturan telah banyak berubah sejak pandemi, tetapi berfungsi untuk melindungi bisnis. Masalah lainnya adalah sumber daya talenta TI yang diperlukan untuk mengimplementasikan visi perusahaan yang lebih luas, celah yang belum dapat diisi oleh pasar tenaga kerja domestik secara memadai. Tidak lagi hanya menggunakan tenaga IT yang klasik, tapi lebih dari itu, dibutuhkan kemampuan tenaga IT yang bisa melakukan komputasi yang lebih canggih.

Dalam masa seperti ini, bisa diprioritaskan pada mengubah cara berinteraksi dengan pelanggan dengan berbagi data dan penskalaan dalam grup, menentukan apa yang berfungsi dengan baik sesuai demografi dan kondisi negara ini, dan berinovasi secara lokal untuk mempercepat segalanya. Mungkin ini saatnya kita menggunakan teknologi Cloud untuk mempercepat proses pekerjaan.

Namun, cloud bukan satu-satunya teknologi yang terbukti sangat penting baik bagi perusahaan maupun asuransi secara umum. “Meskipun ada banyak teknologi yang benar-benar cerdas di pasar, saya percaya apa yang paling relevan untuk asuransi saat ini adalah RPA (otomatisasi proses robot),” kata Reuber dari Allianz Malaysia. Mengingat pemanfaatan RPA secara penuh masih jauh, ia sangat antusias dengan potensi teknologi otomasi untuk mengubah proses internal Allianz Malaysia dengan menghilangkan tugas manual yang berulang. “Sementara pelanggan sebelumnya harus melakukan panggilan telepon dan berpotensi menunggu lama untuk mencari solusi asuransi, pertanyaan sederhana dapat ditangani dengan menggunakan alat seperti RPA. Ini adalah area di mana kita harus berinvestasi lebih banyak. Selain itu, dengan menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis data, dapat membentuk produk asuransi dengan cara yang lebih baik: nilai yang bisa lebih dipersonalisasi untuk pelanggan dan kontrak kebijakan yang disederhanakan agar sesuai dengan tujuan tertentu.”

Baca Juga :   Perkembangan Insurtech yang Sangat Cepat Akankah Mengganggu Industri Asuransi?

Keamanan siber adalah aspek operasional yang selalu menjadi prioritas utama. Satu-satunya hal yang dijual perusahaan asuransi atau broker asuransi adalah kepercayaan. Jadi, jika tidak dapat mengamankan data pelanggan, mengapa mereka harus membeli dari perusahaan kita? Dengan maraknya kejahatan dunia maya yang meningkat secara nyata, perusahaan asuransi maupun broker asuransi terus mengutamakan keamanan sambil mengeksplorasi metode untuk mempercepat speed-to-market. Sekali lagi, teknologi otomasi sangat penting dalam hal keamanan. Sebelumnya, cenderung hanya mengunci segalanya dan kemudian membuat segalanya menjadi lebih rumit. Sekarang, segala sesuatunya harus mudah namun aman untuk diakses, dan hanya dengan menggunakan teknologi baru kedua tujuan tersebut dapat dicapai.

Keputusan untuk melakukan adopsi digital lebih dari sekadar optimalisasi operasional dan sebenarnya merupakan persyaratan eksistensial untuk kelangsungan perusahaan. Perusahaan yang tidak mengadopsi digital bisa saja hilang dari pasaran. Mulai banyak Startup yang kompeten dalam analisis data sudah mulai menjual asuransi.

Oleh karena itu, menjadi hal yang penting untuk menanamkan mentalitas digital pada karyawan saat perusahaan mendorong pertumbuhan lebih lanjut dan kinerja pasar yang unggul. Digital adalah masa depan. Transformasi digital bukan hanya sekedar membeli hardware atau software komputer, tapi ini mengubah cara orang berpikir dan cara kita bekerja sama satu sama lain. Pada akhirnya ini membuat pelaku industri asuransi mampu melakukan berbagai hal yang lebih cepat, lebih tepat, dan lebih dekat dengan pelanggan.

Atas dasar itulah mengapa bukan hanya perusahaan asuransi saja yang harus melakukan transformasi digital, tapi seluruh pelaku industri asuransi termasuk didalamnya broker asuransi. Untuk itu Ligasys sebagai penyedia platform program untuk broker asuransi semakin semangat dalam mengembangkan Smart Insurance Broker, dan itu yang diadopsi oleh L&G Insurance Broker.

Klik Untuk Menuliskan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top