Risk Recommendation

Seperti ada Dampak Ledakan Dahsyat di Kota Beirut Lebanon terhadap Industri asuransi?

Beirut Explossion and Insurance Needs

Liga Asuransi – Sungguh tragis nasib bangsa Lebanon, bak pepatah lama “sudah jatuh tertimpa tangga pula”. Bertubi-tubi kemalangan yang diderita oleh bangsa ini dalam waktu yang singkat.

Sejak lima tahun terakhir Lebanon mengalami krisis kepemimpinan. Mereka tidak punya kepala negara yang didukung oleh seluruh rakyat. Korupsi merajalela, ekonomi tak terurus. Pembangunan terhenti dan rakyat menderita. Sementara ketegangan di antara fraksi politik dan golongan kini semakin mencuat, bayangan perang suadara yang berkepanjangan seperti beberapa puluh tahun lalu seperti tinggal menunggu waktu saja untuk terulang lagi. 

Belum selesai masalah politik,  sejak awal tahun ini datang pula wabah pandemi COVID-19 yang menjangkiti ribuan warganya, membuat keadaan ekonomi dan sosial semakin memburuk. 

Tiba-tiba tanggal 4 Agustus 2020 lalu terjadi lagi musibah dahsyat yang mengguncangkan hampir seluruh Lebanon dan merusak hampir setengah dari kota Beirut pusat pemerintahan Lebanon . Ledakan disebabkan oleh reaksi kimia dari stok amonium nitrat bahan kimia yang mudah terbakar dalam jumlah besar yang disita dari kapal tetapi tidak pernah dipindahkan. 

Sebagian besar pusat perdagangan kota Beirut hancur, sarana umum dan peralatan pelabuhan rusak total, kawasan pergudangan luluh lantak rata dengan tanah. Guncangan juga merusak gedung dan bangunan dengan jarak dalam radius puluhan kilometer dari pusat ledakan.  

Presiden Lebanon mengatakan ada 2.750 ton amonium nitrat yang biasa digunakan sebagai bahan kimia pembuatan pupuk tetapi juga dapat digunakan untuk membuat bahan peledak. Bahan ini telah disimpan di gudang di pelabuhan tanpa tindakan pencegahan keamanan sejak 2014, ketika barang ini dibongkar dari kapal kargo yang disita, MV Rhesus. 

Sekarang mari kita tinjau kejadian ini dari sudut Risk Management dan Asuransi. Kejadian ini termasuk ke dalam jenis resiko “explosion” atau ledakan. Resiko di dalam setiap polis asuransi ini dijamin oleh polis asuransi. 

Tulisan ini terutama kami tujukan kepada industri petrokimia, industri minyak dan gas, industri pabrik pupuk, pengelola pelabuhan, perusahaan pengangkutan, freight forwarder, industri perkapalan dan industri terkait lainnya. 

Berikut ini beberapa aspek asuransi yang berkaitan dengan musibah ini:

  1. Jaminan asuransi Explosion 

Di dalam Polis Standar Kebakaran Indonesia (PSKI) jaminan utamanya dikenal dengan sebutan FLEXA (fire, lightning, explosion and falling aircraft). Maka ledakan (explosion) yang terjadi termasuk yang dijamin di dalam polis asuransi. Jaminan ini juga menjadi standard polis internasional seperti Munich Re standard.

  1. Penyebab Kejadian

Dengan melihat penjelasan di atas dimana ammonia ini sudah disimpan di dalam gudang ini selama 6 tahun lebih tanpa ada kepastian kemana tujuan berikutnya. Selain itu  status kepemilikannya juga tidak jelas. Sebenarnya barang ini hanya singgah saja di pelabuhan Beirut sementara tujuan akhirnya adalah ke salah satu negara di Afrika. Akan tetapi karena ada masalah dengan kapal yang mengangkutnya akhirnya kapal itu tertahan di pelabuhan karena tidak mampu membayar biaya pelabuhan. Untuk keamanan, muatannya diturunkan dan disimpan di gudang. 

Dengan melihat kondisi diatas terlihat bahwa tidak ada pihak yang bertanggung jawab secara langsung atas keselamatan barang ini. Seharusnya penjual atau pembeli yang bertanggung jawab, tergantung kepada terms of paymentnya CIF atau FOB. Sementara pihak pelabuhan tidak punya kepentingan atas barang ini. 

Bisa jadi selama barang disimpan di dalam gudang tidak ada penjagaan dan pengaman yang maksimal karena diperlukan biaya yang tidak sedikit. Akibatnya  kerusakan barang tidak terkendali hingga terjadilah reaksi kimia yang menjadi penyebab timbulnya ledakan itu. 

Dari penjelasan yang ada, nampak ketidak tegasan atau mungkin juga kelalaian dari otoritas pelabuhan dan pejabat pemerintah dalam usaha menyingkir barang berbahaya ini segera hingga akhirnya berlarut-larut. Hingga sampailah kepada puncaknya, barang meledak. 

  1. Dampak Kerusakan Langsung Yang Terjadi

Dampak ledakan ini sangat dahsyat dan massive. Semua sarana pelabuhan rusak total. Jetty atau dermaga tempat kapal sandar remuk. Kapal-kapal yang ada di pelabuhan terbakar atau terbalik. Crane dan semua sarana bongkar muat menjadi lumer dan tak berbentuk lagi. Truk pengangkut pelabuhan terbakar berikut dengan muatan dan semua barang-barang yang baru dan akan dibongkar dan dimuat juga rusak semua. 

Pelabuhan tidak bisa difungsikan sama sekali, untuk kesinambungan ekonomi Lebanon aktivitas bongkar muat dipindahkan ke pelabuhan Tripoli kota kedua terbesar setelah Beirut dan jaraknya cukup jauh.

  1. Kerusakan Tidak Langsung 

Saking dahsyatnya ledakan yang terjadi, kerusakan tidak hanya terjadi di sekitar pelabuhan tempat penyimpanan amonia Ledakan disebabkan oleh reaksi kimia dari stok amonium nitrat bahan kimia yang mudah terbakar dalam jumlah besar yang disita dari kapal tetapi tidak pernah dipindahkan.

 akan tetapi juga kepada hampir semua gedung, fasilitas umum, sarana lainnya berjarak puluhan kilometer dari lokasi. 

Banyak gedung-bertingkat tinggi mengalami kebakaran, kaca-kaca pecah, rumah runtuh dan terbakar. Sarana rumah sakit rusak berat, sarana perkantoran juga demikian. Mobil terbakar atau paling tidak kacanya pecah. 

Hingga saat ini dipastikan sudah 154 meninggal dunia, 5000 orang cedera dan ratusan orang dinyatakan hilang. 

  1. Jenis Asuransi apa saja yang bisa menjamin resiko ini?
Baca Juga :   5 Jenis Asuransi Yang Paling Dibutuhkan oleh Rumah Sakit

Hampir semua jenis polis asuransi terkenal dampak dari musibah ini, berikut penjelasan singkatnya:

    • Property All Risks – kerusakan atas bangunan gudang, stok barang, hotel, apartment, office building, rumah tinggal, rumah sakit, rumah tinggal, restoran dan lain-lain
    • Sea Port Liability – tanggung jawab otoritas pelabuhan kepada pihak ketiga khususnya kepada pemilik kapal, pemilik barang, pengunjung dan lain-lain
    • Construction Plant and Equipment (CPE) – atas semua peralatan pelabuhan terutama crane bongkar muat, stacking equipment dan lain-lain
    • Civil Engineering Completed Risk (CECR) – atas kerusakan jetty dan semua sarana pelabuhan 
    • Marine Cargo Insurance – Atas barang-barang yang dalam proses bongkar/muat dan selama berada di dalam gudang penyimpanan 
    • Marine Hull Insurance – atas kerusakan kapal yang terbakar atau yang terbalik akibat terkena ledakan
    • Motor Vehicle Insurance – atas kerusakan truk dan kendaraan lainya 
    • Personal Accident – cedera, cacat, cacat total dan meninggal dunia atas korban ledakan
    • Health Insurance – biaya perawatan dan pengobatan para korban
    • Life Insurance – asuransi jiwa atas korban yang meninggal dunia 
    • Business Interruption – asuransi kehilangan pendapatan dan penurunan penghasilan akibat properti atau peralatan rusak dan tidak bisa dioperasikan. 
    • Lainlain 
  1. Berapa nilai kerugian yang timbul?

Dari salah satu sumber informasi yang kami dapatkan, nilai ekonomi akibat ledakan ini adalah sekitar USD 15 trillion. 

Tapi potensi nilai klaim asuransi berkisar di angka USD 3 billion dollar. Angka ini kira-kira lebih kurang sama dengan kecelakaan yang sama  terjadi di pelabuhan Tianjin China pada tahun 2015 lalu. 

Perbedaan yang cukup jauh antara nilai potensi nilai kerugian ekonomi dengan nilai klaim asuransi karena tingkat penetrasi asuransi atau tingkat kesadaran berasuransi di Lebanon masih relatif rendah. Tidak semua orang mengasuransikan asetnya. Selain itu faktor ekonomi mereka yang kurang baik sehingga mereka mengurangi porsi asuransi. 

Sementara nilai klaim atas kerusakan sarana pelabuhan nilainya sekitar ratusan juta dollar saja. Salah property yang nilainya cukup besar adalah silo tempat pemrosesan  gandum yang ada di kawasan pelabuhan.

Potensi resiko yang berdampak kepada pasar asuransi internasional adalah asuransi marine cargo, marine hull, liability, personal accident dan asuransi kesehatan. 

  1. Perusahaan Asuransi dan Reasuransi Yang terkena Dampak

Perusahaan asuransi multinasional yang cukup dominan di Lebanon adalah Axa dan Allianz. Sementara perusahaan reasuransi yang yang mempunyai portfolio besar di Lebanon adalah Hannover Re. 

Resiko dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Sebagai broker dan konsultan asuransi itulah idiom yang senantiasa kami sampaikan kepada klien-klien. Kita tidak tahu kapan resiko akan terjadi, tugas kita adalah mempersiapkan diri hingga ketika musibah itu terjadi kita sudah punya perlindungan. Sedia payung sebelum hujan.

Dari kejadian ledakan dahsyat di Beirut ini ada beberapa pelajaran penting yang perlu kita jadikan sebagai hikmah:

  • Pentingnya kestabilan politik dan pemerintahan. Pemerintah yang stabil dan kuat dapat mengambil tindakan tegas dan cepat terhadap sesuatu hal yang berpotensi merugikan negara. 
  • Pentingnya mempertahankan kondisi ekonomi yang baik akan meningkatkan kemampuan untuk meningkatkan pemanfaatan asuransi. 
  • Ada kecenderungan dari masyarakat, ketika kondisi ekonomi menurun mereka mengurangi biaya perlindungan asuransi atau bahkan tidak membeli asuransi sama sekali. Seharusnya mereka melakukan yang sebaliknya, ketika bisnis menurun mereka memaksimalkan proteksi asuransi agar ketika musibah terjadi mereka mendapatkan klaim asuransi dalam jumlah yang memadai.
  • Resiko dapat terjadi kapan saja dan dimana saja

Sebagai broker dan konsultan asuransi kami menyarankan agar semua pihak terutama pimpinan perusahan untuk selalu memperhatikan aspek manajemen risiko dan asuransi. Pastikan setiap polis asuransi dalam kondisi aktif dengan jaminan maksimal. 

Selalu menggunakan jasa perusahaan broker asuransi yang berpengalaman dan terdaftar resmi yang di OJK.

Untuk perlindungan aset anda segera hubungi broker asuransi andalan anda sekarang juga!

Tulisan ini dibuat berdasarkan dari berbagai sumber antara lain:

Klik Untuk Menuliskan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top