Ulas Berita

5 Berita Asuransi Pilihan Bulan September 2021

Top News Liga Asuransi

Liga Asuransi – Sidang pembaca yang luar biasa, apa kabar? Kita sudah memasuki akhir kuartal ketiga tahun 2021. Waktu terasa cepat sekali berlalu. Sudah hampir 3 bulan kita menjalani Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan (PPKM). Secara tidak langsung program ini telah mempengaruhi kegiatan bisnis termasuk bisnis asuransi.

Kembali kami menghadirkan 5 berita pilihan tentang industri asuransi Indonesia, kami berharap semoga berita ini bermanfaat untuk Anda. Jika Anda tertarik silahkan dibagikan kepada rekan-rekan Anda agar mereka juga paham seperti Anda.

  1. Klaim asuransi kredit masih berpotensi membesar, ini penyebabnya

Sabtu, 04 September 2021 / 13:00 WIB

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Risiko klaim asuransi kredit berpotensi membesar mengingat masih ada risiko kredit macet di saat ekonomi masyarakat masih belum pulih. Meskipun, risiko tersebut masih bisa diminimalisir dengan adanya relaksasi pada fasilitas kredit perbankan.

Jika menilik data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), per semester I-2021 klaim asuransi kredit masih turun 39,5% yoy menjadi Rp 2,48 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, klaimnya sebesar Rp 4,09 triliun.

 “Melihat karakteristik asuransi kredit yang periodenya jangka panjang bisa 10 tahun sampai 15 tahun, maka data premi dan klaim yang telah tercatat saat ini sifatnya masih semu,” ungkap Direktur Eksekutif AAUI Dody Dalimunthe kepada Kontan.co.id, beberapa waktu lalu.

Dody mengingatkan kepada perusahaan asuransi untuk mulai mempelajari portfolionya dengan menghitung rasio klaim. Hal ini untuk memastikan apakah portfolio asuransi kredit yang ada saat ini masih akan memberikan hasil underwriting bagus.

 “Berguna juga untuk melakukan mitigasi risiko segera, termasuk memastikan apakah pencadangan sudah cukup dengan perhitungan yang sesuai,” imbuh Dody.

Sementara itu, Dody juga menaruh perhatian pada fasilitas kredit perbankan yang saat ini masih mendapatkan relaksasi. Ia berharap relaksasi tersebut dicabut ketika daya beli masyarakat sudah pulih sehingga debitur dapat membayarkan kewajiban cicilan ke kreditur.

Menurutnya, jika relaksasi tersebut dicabut ketika ekonomi masyarakat belum pulih maka akan berpotensi terjadi kredit macet. Tentunya, hal ini akan berdampak pada klaim asuransi kredit yang bisa membengkak.

 “Itu yang harus dimitigasi oleh penerbit asuransi kredit saat ini,” ungkap Dody.

Presiden Direktur Simas Insurtech Teguh Aria Djana memiliki pandangan lain. Menurutnya, klaim asuransi kredit memiliki tren yang melandai seiring dengan restrukturisasi dan bisnis baru yang lebih ketat.

 “Karena melandai tentunya tidak ada langkah khusus untuk hal itu karena sistem pencadangan klaim memang sudah ada juga,” ungkap Teguh.

Berdasarkan catatan, hingga Mei 2021 total klaim yang sudah dibayarkan oleh Simas Insurtech sebesar Rp 43 miliar turun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 300 miliar. Asuransi kredit masih memiliki kontribusi terbesar meski tak disebutkan persentasenya.

Selanjutnya: Semester I-2021, asuransi properti mendominasi kinerja premi industri asuransi umum

 

  1. Jasindo kembali dipercaya menjamin risiko Satelit Telkom T3-S dan Telkom Merah Putih

KONTAN.CO.ID – ​JAKARTA. PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo kembali dipercaya oleh Telkomsat untuk menjamin risiko dua satelit miliknya. Dua satelit itu adalah Satelit Telkom T3-S dan Telkom Merah Putih untuk periode 2021 sampai 2022.

 “Penjaminan risiko itu tertuang dalam produk asuransi Satellite In Orbit,” tutur Cahyo Adi selaku Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo dalam keterangannya, Senin (6/9).

Ia menjelaskan, Asuransi Jasindo yang tergabung dalam holding Indonesia Financial Group atau IFG  memiliki pengalaman dan reputasi yang sangat baik di bidang satellite dan aviation, sehingga ini menjadi salah satu bekal dalam keberhasilan memenangkan tender terkait asuransi satelit tersebut.

Ini juga menunjukkan bahwa mitra Jasindo sangat percaya dengan kinerja Jasindo, khususnya di bidang penjaminan risiko satelit.

Asuransi satelit termasuk dalam line business Asuransi Aviation & Satelit yang di dalamnya mencakup produk-produk asuransi pesawat untuk memberikan jaminan perlindungan atas segala aktivitas penerbangan udara untuk risiko-risiko yang dijamin di dalam kondisi polis seperti, risiko terhadap rangka pesawat, tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga, personal accident, lost of licence, serta ground handling liability.

 “Selain produk-produk asuransi aviation, Asuransi Jasindo juga menawarkan produk jaminan asuransi terhadap risiko-risiko satelit pada saat pre-launch, launch dan ketika satelit in orbit,” lanjut Cahyo.

Setelah memenangkan tender tersebut, Asuransi Jasindo juga melakukan sharing knowledge terkait “Claim Handling” kepada Telkomsat yang diadakan bersama dengan Broker Reas Marsh International.

 

  1. Aset Asuransi Jiwa Asing Menggemuk

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Meski ada ancaman pandemi, perusahaan asuransi jiwa masih bisa terus memupuk aset. Nah, penguasa industri asuransi jiwa masih para pemain asing.

Kalau kita melihat data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset asuransi jiwa secara industri hingga Juli 2021 sebesar Rp 555,86 triliun atau tumbuh 7,97% secara tahunan (yoy) . Untuk perbandingan, di periode yang sama sebelumnya aset industri asuransi jiwa baru Rp 514,81 triliun.

Adapun pertumbuhan aset kompak dialami beberapa perusahaan asuransi jiwa dengan aset terbesar di Indonesia seperti yang dialami oleh Prudential Life Indonesia.

Tercatat, total aset perusahaan ini sebesar Rp 70,84 triliun dan tumbuh 2,35% secara tahunan (yoy).

Luskito Hambali Chief Marketing and Communications Officer Prudential Indonesia mengakui bahwa pandemi sejatinya memberikan tantangan bagi perusahaan mengingat pemenuhan kebutuhan masyarakat akan perlindungan jiwa, kesehatan, dan finansial ikut terdampak.

 

  1. Adira Insurance Alihkan Portofolio Syariah ke Zurich Syariah 

Bisnis.com, JAKARTA – PT Asuransi Adira Dinamika Tbk. atau yang telah resmi berganti nama menjadi PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk. melakukan pengalihan seluruh portfolio unit syariahnya kepada PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) per 1 September 2021.

 Zurich Syariah saat ini telah menjadi anak perusahaan dari PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) sejak 30 April 2021. Adira Insurance juga telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait rencana pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) Adira Insurance pada 31 Mei 2021. “Sebagai tindak lanjut dari rencana tersebut, Adira Insurance akan melakukan pengalihan seluruh portfolio unit syariahnya kepada Zurich Syariah.

 Pengalihan portofolio UUS Adira Insurance ini akan dilakukan pada 1 September 2021, sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku,” demikian pengumuman manajemen, dikutip dari laman resmi Adira Insurance, Senin (6/9/2021). Baca Juga : Adira Insurance Resmi Ganti Nama Jadi Zurich Asuransi Indonesia Seluruh hak dan kewajiban UUS Adira Insurance sebagai pengelola asuransi syariah yang timbul akibat polis aktif maupun yang sudah tidak aktif akan dialihkan kepada Zurich Syariah dan setelah itu akan menjadi hak dan kewajiban serta tanggung jawab Zurich Syariah. 

Ketentuan-ketentuan dari polis asuransi UUS Adira Insurance akan tetap berlaku dan tidak berubah dan dilakukan dengan tetap memperhatikan kelancaran operasional, serta kenyamanan pemegang polis. Sehubungan dengan pengalihan portofolio di atas, para pemegang polis yang keberatan kepesertaan asuransinya dialihkan kepada Zurich Syariah dapat memilih untuk mengakhiri perjanjian polis asuransi dengan menghubungi Adira Insurance secara langsung maupun melalui perantara asuransi sampai dengan 27 September 2021. 

Menurut catatan Bisnis, Zurich Insurance Group (Zurich) mengakuisisi 80 persen saham Adira Insurance dari pemegang saham lamanya termasuk Bank Danamon pada November 2019. Baca Juga : Zurich Syariah Resmi Kantongi Izin dari OJK Adapun, Adira Insurance kini telah resmi berganti nama menjadi PT Zurich Asuransi Indonesia per 13 Agustus 2021.

 

  1. Simak! Daftar 15 Asuransi Umum dan Asuransi Jiwa Pemimpin Pasar versi LRMA 15
Baca Juga :   7 Berita Asuransi Pilihan Minggu Pertama Desember 2020

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Tatang Nurhidayat mengatakan bahwa kondisi pandemi Covid-19 memberikan dampak yang beragam terhadap sejumlah perusahaan asuransi. Dia menuturkan pada 2020 dunia diguncang pandemi Covid-19 yang memaksa berbagai negara mengurangi aktivitas ekonomi. 

Akibatnya, pertumbuhan ekonomi semua negara kembali tertekan. Pertumbuhan beberapa negara mengalami kontraksi, dan sebagian lainnya masih tumbuh positif meski jauh dibawah pertumbuhan normal. “Dalam kondisi seperti ini, ada beberapa perusahaan asuransi besar telah mencatatkan kinerja yang beragam. Ada yang preminya naik, tetapi ada juga yang terkontraksi. 

Terlepas dari hal itu ada perusahaan-perusahaan asuransi jiwa dan umum menjadi penguasa pasar yang sebagaimana ditunjukan dari hasil kinerja keuangan yang lebih besar dibandingkan dengan asuransi lainnya,” ujar Tatang, dikutip dari siaran pers, Rabu (1/9/2021). Baca Juga : Wow! Premi Industri Asuransi Jiwa Semester I/2021 Tumbuh 19,4 Persen Sementara itu, Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) menetapkan ada 15 perusahaan asuransi jiwa dengan pendapatan premi terbesar pada 2020 dan 15 perusahan asuransi umum dengan premi bruto terbesar pada 2020. 

Pimpinan LRMA Mucharor Djalil menuturkan 15 perusahaan asuransi jiwa tersebut menguasai pasar asuransi jiwa 81,97 persen di Indonesia, sedangkan 15 perusahaan asuransi umum menguasai pasar asuransi umum 65,46 di Indonesia. “Artinya, perusahaan-perusahaan asuransi yang merupakan market leader ini harus mendapatkan perhatian karena menentukan arah dan pengembangan asuransi di Tanah Air,” kata Mucharor.

 LRMA dalam melakukan kajian menggunakan 9 indikator keuangan dalam laporan keuangan publikasi per 31 Desember 2020 dari 30 perusahaan asuransi jiwa dan umum, yakni pendapatan premi, pendapatan premi neto, klaim dibayar, beban klaim dan manfaat dibayar, investasi, hasil investasi, ekuitas, aset, dan laba bersih. Baca Juga : Asuransi Mobil Pihak Ketiga, Sepenting Apa? Berdasar kajian LRMA, dampak pertumbuhan ekonomi yang rendah ini langsung dirasakan industri asuransi.

 Hasil riset LRMA menunjukkan perolehan premi bruto industri asuransi umum 2020 mengalami kontraksi sebesar 3,79 persen menjadi Rp57,66 triliun dibandingkan 2019 sebesar Rp59,93 triliun. Untuk pertumbuhan premi bruto 15 perusahaan asuransi umum dengan perolehan premi bruto terbesar (general insurance market leaders) terkoreksi tipis 0,62 persen menjadi Rp37,74 triliun dibandingkan perolehan 2019 sebesar Rp37,98 triliun. “Dari sisi itu, terlihat sebagian besar perusahaan asuransi umum yang masuk daftar 15 terbesar di industri ini, market share-nya atas premi bruto meningkat. 

Kajian LRMA menunjukkan bahwa market share 15 perusahaan general insurance market leaders ini per 31 Desember 2020 sebesar 65,46 persen, meningkat dibandingkan market share 2019 sebesar 63,37 persen,” katanya. Mayoritas posisi 15 besar general insurance market leaders 2021 masih diisi oleh nama-nama lama yang tahun sebelumnya juga masuk jajaran 15 general insurance market leaders. Baca Juga : Emiten Asuransi Tuai Pertumbuhan Kinerja per Semester I/2021 Kajian ini dilakukan berdasar data 70 perusahaan dari 73 asuransi umum yang telah mempublikasikan laporan keuangan per 31 Desember 2020, di luar asuransi umum syariah full fledged, sedangkan tiga perusahaan belum mempublikasikan neraca keuangannya sampai artikel ini naik cetak. Sementara itu, di industri asuransi jiwa, total pendapatan premi di sepanjang 2020 menjadi Rp168,19 triliun dibandingkan perolehan 2019 sebesar Rp165,54 triliun. Sejalan dengan itu, pendapatan premi 15 perusahaan asuransi jiwa dengan pendapatan premi terbesar (life insurance market leaders) mencatatkan pertumbuhan pendapatan premi sebesar 4,06 persen menjadi Rp139,79 triliun pada 2020 dibandingkan perolehan 2019 sebesar Rp134,33 triliun. 

Kelima belas life insurance market leaders ini menguasai market share sebesar 83,11 persen atau naik dibandingkan 2019 yang hanya 81,15 persen. Mayoritas posisi 15 besar life market leaders pada 2020 juga diisi oleh nama-nama lama yang tahun sebelumnya juga masuk jajaran 15 life insurance market leaders. Untuk asuransi jiwa, kajian dilakukan atas data 47 perusahaan dari 53 perusahaan asuransi jiwa di Tanah Air, di luar perusahaan asuransi jiwa syariah full fledged dan ada 6 perusahaan asuransi jiwa yang belum mempublikasikan neraca keuangannya sampai artikel ini naik cetak. “Penguasa bisnis asuransi jiwa di Tanah Air belum banyak bergeser, meski sejak Maret 2020 datang wabah Covid-19, LRMA mencatat perusahaan asuransi jiwa yang masuk dalam 15 Market Leaders 2021 hanya mengalami satu pergantian perusahaan, dan 14 perusahaan lainnya masih sama seperti tahun sebelumnya,” tutur Mucharor. 

Berikut 15 Market Leaders Asuransi Umum Indonesia 2021 menurut LRMA: 

  1. PT Asuransi Sinar Mas 
  2. PT Asuransi Astra Buana 
  3. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia, Tbk 
  4. PT Asuransi Central Asia 
  5. PT Asuransi Adira Dinamika, Tbk 
  6. PT Asuransi Bangun Askrida
  7. PT Asuransi Wahana Tata 
  8. PT Asuransi Multi Arta Guna, Tbk 
  9. PT BRI Asuransi Indonesia 
  10. PT Sompo Insurance Indonesia 
  11. PT Asuransi MSIG Indonesia 
  12. PT Lippo General Insurance, Tbk 
  13. PT Asuransi Tokio Marine Indonesia 
  14. PT Asuransi Ramaya Tbk. 
  15. PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia 

 

15 Market Leaders Asuransi Jiwa Indonesia 2021 

  1. PT Prudential Life Assurance 
  2. PT Asuransi Simas Jiwa 
  3. PT Asuransi Allianz Life Indonesia 
  4. PT AIA Financial 
  5. PT AXA Mandiri Financial Services 
  6. PT Capital Life Indonesia 
  7. PT Indolife Pensiontama 
  8. PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia 
  9. PT Asuransi BRI Life 
  10. PT BNI Life Insurance 
  11. PT Asuransi Jiwa Astra 
  12. PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk. 
  13. PT Sun Life Financial Indonesia 
  14. PT Asuransi Jiwa Sequis Life 
  15. PT Panin Dai-ichi Life

Informasi ini dipersembahkan oleh L&G Insurance Broker

Mencari Produk Asuransi? Jangan Buang Waktu Anda dan Hubungi Kami Sekarang Juga

HOTLINE L&G 24JAM: 0811-8507-773 (Call – Whatsapp – SMS)

website: lngrisk.co.id

E-mail: customer.support@lngrisk.co.id

Klik Untuk Menuliskan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top