Asuransi Konstruksi

Ini dia Panduan Lengkap Manajemen Risiko untuk Konstruksi Proyek Anda

Liga Asuransi – Belakangan ini sering kita mendengar berita tentang terjadinya kecelakaan proyek yang menyebabkan terjadinya kerugian ratusan miliar rupiah, cedera, cacat total serta korban meninggal dunia yang dialami oleh pekerja. Berita ini sungguh sangat memprihatinkan oleh karena itu perlu ada usaha-usaha untuk mengurangi resiko tersebut dan mencarikan solusinya. 

Sebagai broker asuransi dan konsultan asuransi kami terpanggil untuk membagikan pengalaman, pengetahuan dan informasi kepada para pengembang, developer, pemilik, kontraktor dan konsultan proyek agar proyek mereka dapat berjalan dengan lancar, menguntungkan dan selesai sesuai dengan jadwal.

Proyek konstruksi dalam bentuk apapun, baik untuk rumah baru, gedung perkantoran bertingkat tinggi, atau pekerjaan lain adalah kompleks dan unik – sejalan dengan itu banyak risiko yang menyertainya. Terkadang ketika risiko-resiko tersebut sudah diantisiasi dengan sebaik mungkin namun hal yang ditakuti itu pun menjadi kenyataan juga dan memberikan pukulan telak.  

Manajemen risiko konstruksi adalah suatu keharusan jika perusahaan ingin memastikan kelangsungan hidup dan pertumbuhan dimasa mendatang.

Apakah ada  cara terbaik untuk memastikan manajemen risiko konstruksi dapat berjalan dengan baik? Jawabannya tergantung dengan seperti apa proses manajemen risiko yang dijalankan oleh perusahaan. Proses yang bagus, mudah diikuti, dan membantu Anda dalam mengambil keputusan dan tindakan yang tepat akan sangat bermanfaat.

Berikut kami tuliskan lima langkah untuk mengendalikan risiko – ditambah langkah bonus yang dapat membantu kesuksesan setiap perusahaan konstruksi Anda!

Jika Anda tertarik dengan tulisan ini segera bagikan kepada rekan-rekan Anda agar mereka juga paham seperti Anda.

  1. Membuat Daftar Sumber Potensi Risiko 

Untuk mulai mengelola risiko proyek konstruksi, Anda perlu membuat daftar resiko apa yang dapat membahayakan proyek Anda. Berikut rinciannya:

  • Risiko pekerjaan

Cedera, kemungkinan fatal, bagi pekerja karena perilaku, metodologi atau teknologi yang digunakan, cuaca atau pihak ketiga.

  • Risiko keuangan

Seperti pertumbuhan biaya yang tidak terkelola, kurangnya penjualan, kenaikan suku bunga, overtrading, masalah dengan ekonomi, dan kenaikan harga minyak dan pasokan bangunan.

  • Risiko kontrak

 Hukuman yang mungkin harus Anda bayar karena tidak menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

  • Risiko proyek

Manajemen proyek yang kurang tepat, kebijakan perusahaan yang tidak memadai atau kurangnya penerapan kebijakan semacam manajemen resiko, kesalahan perhitungan waktu dan sumber daya yang diperlukan, dan banyak lagi.

  • Risiko pemangku kepentingan

Masalah komunikasi, kesalahpahaman tentang hasil atau penutupan proyek bangunan, ketidakcukupan dana pemilik proyek (seringkali risiko ini dapat diselesaikan dengan perangkat lunak manajemen konstruksi).

  • Risiko bencana alam

Banjir, gempa bumi, dan fenomena lain yang merusak lokasi konstruksi atau membuat akses pekerjaan menjadi tidak mungkin.

  • Persaingan Usaha 

Tekanan harga atau persyaratan pengiriman yang ditawarkan oleh pesaing, mungkin akan memberi tekanan terhadap profitabilitas Anda dan risiko itu akan membebani sumber daya Anda, kehilangan proyek atau peluang kepada pesaing, dan banyak lagi.

Jika Anda sebagai developer dan  selalu khawatir dengan resiko-resiko yang mungkin terjadi, oleh karena itu, langkah selanjutnya adalah Anda perlu berfokus pada risiko yang signifikan yang mempengaruhi kesuksesan proyek konstruksi Anda.

  1. Susun tingkat Risiko Konstruksi berdasarkan Urutan Pentingnya

Risiko perusahaan konstruksi pada suatu proyek belum tentu sama dengan resiko yang ada pada proyek Anda. Misalnya, proyek  mereka terletak di daerah yang rawan gempa, sedangkan proyek Anda aman karena jauh dari zona gempa. Oleh karena itu mulailah dengan mempelajari tentang kemungkinan risiko yang ada pada proyek Anda dan jangan membatasi diri dengan menggunakan daftar resiko yang pada pada proyek lain. 

Pada kenyataanya beberapa risiko cenderung lebih sering terjadi daripada yang lain. Menurut pengalaman dan data statistik dari industri konstruksi menemukan ada lima alasan penyebab terjadinya resiko pada sebuah proyek yaitu sebagai berikut:

  • Pembangunan proyek yang  tidak realistis (batas kredit yang diperpanjang, mengambil terlalu banyak pekerjaan): 37%
  • Masalah Kinerja (kurangnya pengalaman dan / atau staf): 36%
  • Masalah Karakter (pengalihan kepemilikan, kepergian orang kunci): 29%
  • Masalah Akuntansi (pelacakan biaya dan waktu tidak memadai, ketidakpatuhan): 29%
  • Masalah Manajemen (kurangnya pelatihan, manajemen proyek yang buruk): 29%

Dari daftar diatas terlihat bahwa pekerjaan konstruksi yang buruk tidak termasuk dalam daftar ini. Sebagian besar pekerjaan proyek sudah dilakukan dengan benar, baik karena kontraktor ingin melakukan pekerjaan dengan dengan baik atau karena taat dengan  ketentuan, pengawasan dan inspeksi yang dilakukan secara ketat pada tahap demi tahap. 

Ternyata hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen proyek yang buruk adalah penyebab kegagalan yang paling sering terjadi. Pemilik dan manajer perusahaan konstruksi ternyata lebih sering bergumul menghadapi manajemen proyek yang tidak profesional. 

Coba kita lihat kembali lebih jauh mengenai resiko proyek Anda mengenai risiko yang paling mungkin terjadi dan mempengaruhi proyek Anda. Cara sederhana dan efektif untuk mengevaluasi tingkat resiko dari setiap proyek konstruksi yaitu tergantung pada dua faktor:

  • Dampaknya pada bisnis Anda
  • Kemungkinan risiko itu terwujud

Jika Anda mempunyai penilaian dalam bentuk mata uang dan persentase kemungkinan terjadinya sebuah resiko, Anda cukup dengan mengalikan dampak kemungkinan yang terjadi dengan probabilitasnya untuk setiap risiko. Kemudian menyusun hasilnya secara berurutan. Hasil yang lebih besar menunjukkan risiko prioritas resiko yang lebih tinggi untuk dikelola. Angka yang pasti tidak mudah didapat, tetapi Anda dapat menggunakan perkiraan untuk menilai dampak dan probabilitas dengan tingkat rendah, sedang, atau tinggi. Dengan demikian, risiko dengan dampak tertinggi dan probabilitas paling tinggi jelas merupakan risiko yang harus ditangani terlebih dahulu. Sebagai contoh:

Kenaikan harga bahan bangunan dapat menurunkan margin keuntungan Anda. Ini salah satu faktor dari total biaya proyek atau total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan Anda. Anda dapat menilai dampak dan probabilitas sebagai ukuran.

Wilayah di sekitar lokasi proyek memiliki sejarah seringnya terjadi bencana banjir, yang akan menyebabkan akses ke proyek menjadi terputus dan membahayakan untuk mengejar jadwal yang sudah ketat. Namun banjir ini jarang terjadi  (setiap 15 tahun atau lebih). Dampaknya tinggi, tetapi probabilitasnya rendah.

Contoh lainnya misalnya sub kontraktor utama proyek Anda berada dalam kesulitan keuangan yang parah dan kondisi itu dapat menghentikan usahanya dalam sekejap, membuat proyek Anda terhenti, menyebabkan pekerja Anda menganggur dan penundaan proyek yang signifikan. Dalam contoh ini, baik dampak risiko maupun probabilitasnya tinggi.

  1. Tangani Setiap Risiko

Meskipun risiko konstruksi bervariasi dan rumit, teknik manajemen risiko dapat dibagi dalam empat kategori sederhana.

Hindari risikonya

Misalnya, Anda mungkin memilih untuk menolak proyek pembangunan di daerah yang rawan gempa.

Transfer risikonya

 Asuransi adalah cara umum dan yang paling terbaik untuk melakukan ini. Perjanjian kontrak yang sesuai dengan kontraktor atau pemasok mungkin merupakan perjanjian lain.

Kurangi risikonya

Misalnya, bahaya dan resiko dalam konstruksi akan selalu ada. Peralatan dan pelatihan keselamatan yang tepat untuk pekerja dan manajer dapat membantu mengurangi bahaya.

Terima risikonya 

Cuaca, misalnya, tidak dapat dikendalikan dan dapat menyebabkan penundaan jadwal konstruksi. Namun, manajemen proyek konstruksi yang baik dapat mengatasi masalah dan mengurangi dampaknya.

Pendekatan mana yang Anda pilih untuk mengelola risiko dapat dioptimalkan dengan mengaitkannya dengan dengan biaya dari pengelolaan risiko tersebut. Jika Anda mampu mengendalikan risiko proyek dengan baik, keuntungannya adalah perusahaan Anda akan mempunyai reputasi bagus dan akan terkenal di kalangan pemilik proyek. Anda akan mendapatkan proyek baru dari referensi dari proyek lama atau anda akan mendapatkan sertifikat penghargaan dari lembaga yang kredibel dan perusahaan Anda menjadi terkenal. 

  1. Pilih Sumber Daya yang Tepat untuk Membantu Mengelola Risiko Anda

Jika Anda telah memutuskan untuk mentransfer, mengurangi, atau menerima risiko, sumber daya lain yang dapat membantu Anda untuk mengoptimalkan hasil dari pilihan manajemen risiko Anda:

Perangkat lunak

Baca Juga :   Kabar Baik di Sektor Konstruksi di Semester II 2021

Baik untuk desain bangunan, penghitungan biaya, manajemen proyek, akuntansi, atau aspek lain dari proyek konstruksi, perangkat lunak manajemen konstruksi yang tepat dapat membuat tugas lebih mudah dikelola dan diproses lebih cepat. Semua keuntungan ini juga membantu mengurangi risiko. Secara bersamaan ketika perusahaan konstruksi tumbuh dan menangani beberapa proyek secara bersamaan, menggunakan aplikasi perangkat lunak yang dirancang khusus akan sangat bermanfaat untuk membantu mengelola risiko. 

Latihan 

Pelatihan di tempat kerja mengenai penggunaan bahan dan mesin-mesin tertentu serta mengadakan pelatihan online untuk keselamatan kerja adalah contoh dari program latihan yang sangat bermanfaat.

Pembiayaan

Fasilitas kredit untuk pembiayaan konstruksi, apakah Anda menggunakannya atau tidak, fasilitas kredit pembiayaan merupakan usaha-usaha pencegahan yang baik sebagai pengamanan finansial.  Hal itu memberikan keleluasaan kepada Anda untuk menerima berbagai risiko, seperti kemungkinan adanya keterlambatan pembayaran dari klien atau perselisihan mengenai pembayaran. Perangkat lunak akuntansi yang tepat dapat memudahkan persiapan dokumen yang diperlukan bank Anda sebelum membuka jalur kredit.

Jaminan Asuransi 

Pialang atau broker asuransi mampu memberi tahu Anda secara lengkap tentang persyaratan dan ketentuan jaminan asuransi termasuk peraturan dari otoritas untuk asuransi konstruksi, dan seluk-beluk jaminan asuransi misalnya model Contractor Integrated Insurance Program (ICCIP) atau program asuransi yang dikendalikan kontraktor. Atau Owner Controlled Insurance Program (OCIP) atau pemilik proyek yang mengatur jaminan asuransi. Perlu diingat bahwa selalu ada risiko proyek konstruksi yang tidak dijamin oleh polis asuransi atau yang disebut dengan pengecualian atau exclusions. Broker asuransi yang profesional akan menjelaskan hal itu kepada Anda. 

Saran dari profesional 

Masukan dan nasehat untuk kesuksesan proyek bisa juga datang dari firma hukum yang mengkhususkan diri dalam perjanjian kontrak konstruksi dan litigasi, bankir dan kantor akuntan, konsultan, dan rekan-rekan bisnis. Sumber lain yang sering terabaikan, adalah perusahaan yang menerbitkan jaminan pelaksanaan proyek. Yang menjamin bahwa proyek pembangunan mereka akan selesai, apa pun yang mungkin terjadi pada perusahaan konstruksi Anda. Untuk memutuskan apakah akan menerbitkan jaminan, perusahaan penerbit jaminan akan menyelidiki bisnis kontraktor, termasuk identifikasi praktik bisnis yang berisiko.

Jaminan pelaksanaan proyek bisa didapatkan melalui broker asuransi dalam bentuk Surety Bond dan Kontra Bank Garansi. Secara biaya jauh lebih hemat namun tetap dapat memenuhi persyaratan kontrak. Hubungi broker asuransi Anda untuk keterangan yang lebih lengkap.

Teknologi dan metode baru. 

Beberapa risiko yang sebelumnya dianggap beban yang harus ditanggung sendiri, sekarang dapat dimitigasi, dialihkan atau bahkan dihilangkan dengan pendekatan baru. Gangguan cuaca buruk misalnya adalah salah satu contohnya. Dengan penggunaan modul bangunan dalam bentuk prefabrikasi, waktu pekerjaan konstruksi bangunan di lokasi dapat dikurangi secara signifikan dan dengan itu, dapat mengurangi dampak cuaca buruk. Di wilayah lain, penggunaan drone (kendaraan udara tak berawak) dapat menghemat waktu dan mengurangi bahaya survey dan keselamatan. Pemodelan informasi bangunan (BIM) juga merupakan sarana untuk mengidentifikasi dan menangani risiko sebelum menjadi kenyataan.

  1. Melibatkan Seluruh Organisasi

Setiap orang harus mengetahui dan berkontribusi pada manajemen risiko yang baik sesuai dengan perannya dalam proyek konstruksi. Pengelolaan risiko dan penjelasan tentang risiko harus menjadi bagian dari komunikasi di semua tingkatan.

Jadikan Risiko untuk membantu Anda, bukan Melawan Anda!

Ingat bahwa risiko konstruksi tidak semuanya negatif. Jika Anda melakukan pekerjaan dengan baik pada proyek pertama untuk pelanggan, justru bersiap-siaplah untuk  risiko positif yang menguntungkan.  Anda akan diminta untuk mengerjakan proyek kedua, dan seterusnya. Pelanggan dan kontraktor berbagi potensi keuntungan (penghematan biaya proyek misalnya) serta sisi negatifnya, membantu meningkatkan insentif dari masing-masing pihak untuk membuat pekerjaan berhasil.

Banyak sumber daya yang dapat digunakan untuk menangani risiko negatif tapi juga dapat diterapkan pada risiko positif. Dengan memilih perangkat lunak yang tepat, pelatihan, pembiayaan, dan sebagainya, perusahaan Anda tidak hanya dapat mengatasi badai, tetapi juga siap untuk memanfaatkan peluang bisnis tambahan.

Peranan penting Broker Asuransi Untuk Proyek Anda

Penjelasan dari Lima langkah diatas sangat membantu dalam usaha mengelola resiko dari sebuah proyek. Dengan demikian proyek akan berjalan dengan sukses dan memberikan keuntungan untuk untuk Anda dan perusahaan Anda.

Cara terbaik untuk mengelola resiko terutama pemindahan resiko adalah dengan selalu menggunakan jasa broker asuransi, terutama yang mempunyai pengalaman kuat di bidang konstruksi.

 Broker asuransi adalah ahli asuransi yang mendapat izin khusus dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tugas utama broker asuransi adalah memberi masukan kepada kliennya termasuk pemilik proyek, kontraktor, konsultan dan semua pihak yang terlibat di dalam proyek tentang manajemen risiko dan asuransi.

Broker asuransi akan merancang program jaminan asuransi yang paling sesuai dengan kondisi proyek Anda. Untuk itu mereka memerlukan informasi lengkap tentang rancangan proyek seperti drawings, design, layout, surrounding conditions, soil test, time schedule, informasi tentang konsultan dan main contractor dan lain-lain.

Kemudian broker asuransi akan menegosiasikan program asuransi yang sudah dirancangnya kepada beberapa perusahaan asuransi yang mempunyai kapasitas, berpengalaman, mempunyai kondisi keuangan yang baik dan perusahaan asuransi yang punya “niat baik” ketika terjadi klaim. 

Selain menegosiasikan terms and conditions atau luas jaminan asuransi broker asuransi juga menegosiasikan biaya premi asuransi yang paling efisien. Jaminan asuransi maksimal dengan premi yang wajar. 

Tugas penting broker asuransi untuk asuransi proyek adalah membantu penyelesaian klaim mulai dari saat kecelakaan hingga penyelesaian. 

Semua tugas diatas sudah melekat ketika Anda menunjuk broker asuransi untuk proyek Anda. Dengan menggunakan jasa broker asuransi kini Anda punya seorang ahli asuransi di dalam perusahaan yang tidak perlu Anda gaji!

Salah satu perusahaan broker asuransi yang berpengalaman luas di bidang asuransi proyek adalah L&G Insurance Broker. L&G dikenal juga dengan a Smart Insurance Broker karena telah beroperasi secara digital sejak 3 tahun lalu.

Untuk asuransi proyek Anda, hubungi L&G Insurance Broker sekarang juga!

 

Klik Untuk Menuliskan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top