Asuransi Properti

Bagaimana cara Asuransi Gedung dan Pabrik yang kosong?

Liga Asuransi – Kondisi ekonomi yang anjlok akibat dari wabah COVID-19 seperti sekarang ini, diperkirakan akan banyak gedung, gudang, pabrik dan fasilitas produksi dan kawasan industri yang akan berhenti beroperasi. Ada yang berhenti total tapi ada juga yang berhenti sebagian.

Secara umum asuransi gedung atau pabrik yang tidak beroperasi (idle) tidak bisa dijamin. Namun demikian ada beberapa alternatif yang mungkin bisa dilakukan. Untuk itu diperlukan bantuan dari ahli asuransi atau broker asuransi

Sebagai langkah pencegahan, hal yang penting yang harus dilakukan oleh pemilik gedung/pabrik adalah melakukan preventive action atau tindakan pencegahan. Pihak perusahaan asuransi juga akan mempertimbangkan faktor ini untuk memutuskan akan menjamin atau tidak. 

Untuk mendapatkan perlindungan asuransi gedung dan pabrik, sebagai broker dan konsultan asuransi kami ingin memberikan saran-saran sebagai berikut:

  1. Pengadaan dan Pemeliharan sarana pemadam kebakaran 

Meski bangunan dan fabrik tidak beroperasi ataupun beroperasi sebagian, pastikan bahwa sarana pemadam kebakaran berfungsi dengan baik. Jangan ada ada pemikiran karena untuk menghemat biaya sarana pemadam kebakaran dimatikan sebagian atau keseluruhan. 

  1. Staf Keamanan Khusus

Usahakan agar selalu ada staf keamanan berada di tempat yang menguasai penggunaan sarana pemadam kebakaran yang berada di lokasi 24 jam. Meskipun sudah dilengkapi dengan sarana pemadam kebakaran yang canggih dan bisa beroperasi secara otomatis, tapi staf khusus ini tetap diperlukan, bahkan jika bisa dibuat team khusus dan mereka bisa saling berkomunikasi. 

  1. Pengawasan secara berkala oleh Manajemen perusahaan 

Buat program pengawasan oleh tim manajemen perusahaan secara berkala. Kalau bisa secara mingguan. Di dalamnya terdapat program pengujian sarana kebakaran untuk memastikan semua sarana dapat berfungsi dengan baik. Pengujian meliputi kondisi pompa, sprinkler, hydrants dan lain-lain. Pengujian dipimpin oleh supervisor yang sudah berpengalaman. Hal ini untuk mengurangi ketergantungan kepada pihak ketiga. 

  1. Tingkatkan Fungsi Keamanan (SATPAM)

Menjaga bangunan dengan ketat selama 24 jam untuk mencegah adanya orang-orang yang tidak berkepentingan bahkan mereka yang berniat jahat untuk masuk ke dalam bangunan. 

  1. Matikan Mesin dan Sarana Produksi 
Baca Juga :   Langkah-langkah yang perlu diambil oleh perusahaan asuransi untuk mengatasi dampak ekonomi dari COVID-19

Matikan semua mesin-mesin dan sarana produksi yang digerakkan dengan listrik. Hal ini penting untuk menghindari terjadinya korsleting listrik. Pastikan semua peralatan pemadam kebakaran terpasang berfungsi dengan baik di area tersebut. 

  1. Kendalikan Sumber Penyebab Kebakaran 

Sumber api seperti pekerjaan pengelasan, lampu, kabel yang rusak, pembakaran sampah dan juga merokok tidak boleh ada. Karena semua itu bisa menjadi penyebab timbulnya nyala api. 

  1. Utilitas – Listrik, gas dan gas 

Pastikan semua sarana utilitas seperti listrik, gas dan air selalu tersedia.  Semua itu diperlukan untuk mengaktifkan saran pemadam kebakaran dan sarana pendukung lainnya. 

  1. Bekerja sama dengan Team Pemadam Kebakaran

Berkonsultasi dengan team pemadam kebakaran internal atau dengan pihak konsultan dari luar, agar staf inti yang ada di lapangan menguasai cara penggunaan sarana pemadam kebakaran. Bagi team pemadam kebakaran ini merupakan bagian dari usaha pencegahan pertama sebelum pencegahan yang akan dilakukan oleh team pemadam kebakaran. 

  1. Memantau kondisi cuaca 

Resiko juga bisa berasal dari bencana alam seperti banjir, angin topan dan badai. Petugas khusus harus melaporkan jika ia melihat ada potensi terjadinya resiko bencana alam. 

  1. Bekerjasama dengan Tetangga 

Bekerjasama dengan tetangga yang mempunyai bangunan yang berdekatan agar mereka juga tahu kondisi perusahaan anda. Jika mereka melihat ada bahaya, mereka dimohon untuk memberitahu agar bisa direspon dengan cepat. Dan jika ada bahaya  yang berasal dari bangunan anda, mereka juga bisa mengantisipasinya. 

  1. Buat SOP Untuk mengembalikan Kondisi

Perusahaan sudah harus mempunyai SOP pemulihan sebelumnya. Jika terjadi kecelakaan perusahaan tinggal mengikuti program tersebut. 

Bangunan dan pabrik adalah investasi yang perlu selalu dilindungi. Jika terjadi kecelakaan akan menimbulkan kerugian sangat besar. Pemilik dan perusahaan pembiayaan (bank, leasing dll) akan mengalami kerugian financial. 

Untuk mendapatkan asuransi untuk bangunan gedung/pabrik yang tidak beroperasi, tidak mudah, oleh karena itu anda perlu bantuan dari ahli broker asuransi. Hubungi sekarang juga!

Klik Untuk Menuliskan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top