Risk Management

9 Tips Cara Keselamatan Berkendara Jalan Tol

Liga Asuransi – Sidang  pembaca yang luar biasa apa kabar? Dalam dua minggu terakhir ini kita dikejutkan oleh beberapa kecelakaan parah yang terjadi di jalan tol di berbagai titik di Indonesia yang telah menelan banyak korban jiwa dan harta-benda.

Kecelakaan di jalan tol yang paling menggemparkan terjadi kemarin hari Kamis tanggal 4 November 2021, pada pukul 12.36 WIB di Tol Jombang – Mojokerto kilometer 672 yang merenggut nyawa pasangan artis terkenal Indonesia saat ini Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah. Selain mereka ada anak, pengemudi dan anggota keluarga mereka yang juga ikut menjadi korban. Beruntung,  walaupun mengalami cedera berat dan ringan tapi Alhamdulillah mereka tidak ikut meninggal.

Kondisi kendaraan rusak parah. Bagian kepala dan atap remuk dan  berlipat ke bodi. Menurut informasi sementara kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengemudi yang diperkirakan karena mengemudi dalam keadaan mengantuk atau mungkin juga karena sambil menggunakan smartphone. Penyebab yang pasti masih menunggu hasil investigasi dari pihak yang berwajib.

Kecelakaan ini mengingatkan kita bahwa ketika berkendara di jalan tol  kita benar-benar harus berhati-hati karena cara berkendara di jalan tol berbeda dengan berkendara di jalan biasa.

Seperti kita ketahui bahwa jalan tol adalah jalan bebas hambatan, kendaraan berjalan satu arah, tidak ada persimpangan, tidak ada penyebarang, kondisi jalan yang rata dan panjang. Kondisi seperti ini sering membuat pengemudi lupa dan terpancing untuk melakukan hal-hal yang mengundang terjadinya kecelakaan. Misalnya dengan memacu kendaraan sejadi-jadinya, tidak mengindahkan peraturan keselamatan, tidak memperhatikan kondisi kendaraan dan lain-lain.

Sejalan dengan program pemerintah untuk membangun infrastruktur, kini di Indonesia jumlah dan panjang jalan tol terus bertambah, sejalan dengan itu pengguna jalan tol juga akan terus meningkat. Oleh karena itu perlu pengetahuan yang mumpuni mengenai cara keselamatan berkendara di jalan tol.

Sebagai broker asuransi dan konsultan asuransi, kali ini kami ingin menyampaikan beberapa tips untuk mengatasi kecelakaan di jalan tol. Tips ini kami ambil dari salah satu situs web di Amerika yang dibuat berdasarkan pengalaman dan statistik selama bertahun-tahun.

Menurut hasil penelitian yang terbaru menemukan bahwa penggunaan ponsel saat mengemudi sangat berbahaya dan menjadi penyebab kecelakaan tertinggi karena dengan menggunakan ponsel membutuhkan ketiga jenis gangguan sekaligus, pandangan, pegangan kemudi dan konsentrasi. Mengalihkan pandangan Anda dari jalan hanya selama 5 detik cukup lama untuk menempuh jarak sepanjang lapangan sepak bola dengan kecepatan 75 km/jam, dan menabrak kendaraan di depan Anda yang tiba-tiba berhenti.

Kami berharap tulisan ini dapat bermanfaat untuk Anda. Jika Anda tertarik dengan tulisan ini silahkan dibagikan kepada rekan-rekan Anda agar mereka juga paham seperti Anda.

Anda mungkin pernah melihat orang mengemudikan kendaraan secara semborono ketika lewat di depan Anda, Anda langsung berpikir bahwa dia bisa mengancam keselamatan dirinya dan orang lain. Anda ingin rasanya menegur dan memarahi mereka. Nah bayangkan jika orang seperti itu mengemudikan kendaraan di jalan tol yang jauh lebih berbahaya.

Berikut ini 9 tips mengemudi yang aman di jalan tol. 

  1.       Selalu Gunakan Sabuk Pengaman

Selalu kenakan sabuk pengaman Anda setiap kali Anda masuk ke dalam kendaraan, walaupun hanya untuk perjalanan yang singkat.

Perlu Anda ketahui bahwa di Indonesia penggunaan sabuk pengaman ketika berkendara adalah wajib. Hal ini dinyatakan tegas secara hukum melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Lebih detail, pada pasal 106 (6) menyatakan bahwa pengemudi dan penumpang yang duduk di samping pengemudi wajib mengenakan sabuk pengaman

  1.       Jangan Ngebut

Di jalan tol terdapat tanda-tanda batas kecepatan, ikutilah ketentuan itu. Melebihi batas kecepatan dari yang ditentukan dapat mengakibatkan denda, biaya pengadilan, biaya hukum, dan tentunya kecelakaan.  

Anda akan melihat tanda -tanda “Batas Kecepatan Minimum”. Ini dibuat untuk menjaga lalu lintas mengalir pada kecepatan yang wajar dan diberlakukan dengan cara yang sama seperti batas kecepatan “maksimum”.

Terlepas dari apapun jenis mobil yang Anda kendarai, semakin tinggi kecepatannya, semakin sedikit dan berkurang kemampuan Anda untuk mengontrol kendaraan dan semakin tidak efektif pula fitur dan sarana keselamatan kendaraan Anda.

  1.       Jangan Berkendara Dalam Keadaan Mabuk

Banyak biaya dan resiko yang harus dikeluarkan jika Anda mengemudi dalam keadaan mabuk. Anda berpotensi mengalami kecelakan atas diri dan kendaraan Anda. Akan tetapi Anda juga bisa menjadi penyebab kecelakaan bagi orang lain.

Beberapa Negara bagian di Amerika sekarang mengharuskan pelanggar untuk menginstal perangkat interlock pengapian dengan biaya pengemudi. Perangkat interlock pengapian adalah perangkat uji napas yang terhubung ke pengapian kendaraan. Mobil tidak akan mulai bergerak kecuali pengemudi memiliki BAC (Blood Alcohol Content) di bawah batas yang telah ditetapkan sebelumnya, biasanya 0,02 g / dL.

  1.       Perhatikan Adanya Perbaikan Jalan (Zona Kerja)
Baca Juga :   Kasus Meningkat, Perusahaan Asuransi Ini Bayar Klaim Covid-19 Hingga Rp121 Miliar

Seperti halnya dengan di jalan biasa, di jalan tol juga perlu melakukan perbaikan oleh karena itu hal ini dapat mengganggu pengguna. Untuk itu sering dilakukan pekerjaan perbaikan yang mengganggu jalan. Biasanya petugas jalan tol sudah mempunyai Standard Operation Procedure (SOP) untuk perbaikan jalan.

Ketika melihat tanda-tanda adanya pekerjaan perbaikan jalan, kurangi kecepatan, adanya penyempitan jalur, ada para pekerja, dan kendaraan konstruksi yang berada di dekat jalur.

Saat mendekati zona kerja, ingatlah hal-hal berikut:

  1. Patuhi batas kecepatan yang dipasang.
  2. Bersiaplah untuk memperlambat lebih lanjut bila diperlukan.
  3. Patuhi instruksi dari para petugas
  4. Ubah jalur hanya ketika tanda trotoar dan kondisi lalu lintas memungkinkan.
  5. Perhatikan pekerja, kendaraan, atau peralatan tak terduga yang memasuki jalur Anda tanpa peringatan.

Berhati-hati jika ada zona kerja di malam hari atau dalam kondisi cuaca buruk. Berkurangnya visibilitas dan perubahan pola lalu lintas dapat menciptakan kondisi yang sangat berbahaya.

  1. Hindari Gangguan Terhadap Pengemudi

Ketika Anda mengendarai kendaraan, Anda harus fokus  pada cara berkendara yang aman. Semakin banyak gangguan yang Anda lakukan, semakin tinggi kemungkinan Anda terlibat dalam atau menjadi penyebab dari kecelakaan.

Ada tiga jenis gangguan:

  1. Visual – mengalihkan pandangan Anda dari jalan
  2. Manual – lepaskan tangan Anda dari kemudi
  3. Kognitif – mengalihkan pikiran Anda dari mengemudi

Menggunakan ponsel Anda saat mengemudi sangat berbahaya karena membutuhkan ketiga jenis gangguan. Mengalihkan pandangan Anda dari jalan hanya selama 5 detik cukup lama untuk menempuh panjang lapangan sepak bola dengan kecepatan 55 mph, dan membajak ke dalam mobil di depan Anda yang tiba-tiba berhenti.

  1.       Titik Buta (Blind Spot)

Saat mengemudi, Anda biasanya memiliki 2 Blind Spot, yang dapat dimasuki oleh kendaraan lain yang mendekat. Di kedua sisi kendaraan Anda, blind spot terletak di area yang mungkin tidak terihat oleh kaca spion Anda.

  1.       Masalah Mesin

Menjaga kendaraan Anda dalam kondisi yang baik adalah tanggung jawab utama bagi Anda sebagai pemilik mobil. Namun, hal-hal terjadi dan sering melakukannya tanpa peringatan.

Ketika mobil Anda kehilangan daya atau tiba-tiba mesinnya mati, usahakan untuk mengalihkan kendaraan Anda ke sisi kiri jalan untuk menghindari kendaraan yang melaju kencang dari belakang.  

Hubungi broker asuransi Anda atau nomor telepon pihak pengelola jalan tol untuk mendapatkan bantuan di pinggir jalan yang dikirim ke lokasi Anda.

  1.       Hindari Kelelahan

Perjalanan di jalan Tol bisa sangat melelahkan karena jalannya yang begitu panjang dan membosankan. Ketika dikombinasikan dengan faktor-faktor lain seperti kurang tidur, kelelahan, atau stres, situasi berbahaya dapat terjadi ketika Anda mencoba untuk tertidur. Lelah mengemudi adalah gangguan paling berat di dalam mengemudi!

Hindari kecelakaan fatal dengan beristirahat sebelum bepergian, dan sering meningkatkan kebugaran.

  1.       Wiper Kaca Depan

Harus diketahui bahwa kemampuan Anda untuk bisa melihat dengan jelas jalan di depan sangat penting untuk berkendara dengan aman. Selain menjaga kaca depan Anda bersih, wiper kaca depan Anda adalah salah satu aset terbesar Anda selama kondisi cuaca buruk.

Bilah wiper harus diganti segera setelah Anda melihat perbedaan dalam kemampuan mereka untuk memberikan visibilitas yang jelas. Rekomendasi khas adalah menggantinya setiap 6 hingga 12 bulan.

Demikian tips kami untuk kami mengendara yang aman di jalan tol.

Tapi walaupun semua tips diatas sudah Anda jalankan bukan berarti Anda benar-benar bisa terhindar dari kecelakaan di jalan tol. Karena selain dari Anda ada faktor lain yang bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan. Misalnya di kendaraan lain yang tiba-tiba menabrak Anda, cuaca yang tiba-tiba berubah dan lain-lain.

Sebagai orang yang beriman, maka selalulah berdoa meminta pertolongan Tuhan agar Beliau berkenan melindungi perjalanan Anda.

Tulisan ini dipersembahkan oleh L&G Insurance Broker.

Sumber: Top 10 Highway Driving Safety Tips

Mencari Produk Asuransi? Hubungi Kami Sekarang Juga

HOTLINE L&G 24JAM: 0811-8507-773 (Call – Whatsapp – SMS)

website: lngrisk.co.id

E-mail: customer.support@lngrisk.co.id

 

Klik Untuk Menuliskan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top