Financial Risk

7 Alasan Mengapa Surety Bond dan Kontra Bank Garansi kini semakin diperlukan

Liga Asuransi – Wabah Covid-19 yang merebak sejak awal tahun 2020 telah menyebabkan terjadinya krisis ekonomi di seluruh dunia. Ekonomi Indonesia diperkirakan tahun  ini turun di bawah nol persen. Jauh dari perkiraan yang dibuat pada akhir tahun 2019 lalu yaitu 5,2%. 

Akibatnya akan banyak terjadi penundaan dan penghentian proyek-proyek yang sedang berjalan. Untuk proyek-proyek yang sedang dalam proses realisasi akan ditinjau ulang sementara untuk proyek-proyek yang baru akan ditinjau kembali apakah proyek tersebut masih layak untuk dibangun. 

Selain itu wabah Covid-19 telah mengubah ekosistem bisnis. Visi dan misi bisnis yang dibuat sebelum musibah ini tidak akan sama lagi setelah musibah ini terjadi. Semua bisnis harus dikaji ulang. Sebagai konsultan dan broker asuransi, kami ingin mencoba untuk menganalisa hal-hal yang terkait dengan penerbitan jaminan asuransi dan bank garansi akibat dari musibah ini. 

Surety bond dan kontra Bank Garansi adalah instrumen penting di dalam sebuah kontrak perjanjian kerja antara pihak developer/owner dengan pihak pelaksana atau kontraktor. Kedua instrumen keuangan ini menjadi pengikat antara kedua pihak.  Jika dikemudian hari kontraktor gagal melaksanakan kewajibannya maka pemilik pekerjaan akan mencairkan jaminan kontra bank garansi atau surety bond yang sudah diserahkan oleh kontraktor (principal)

Namun untuk penerbitan jaminan surety bond dan kontra bank garansi dalam kondisi krisis ekonomi seperti sekarang ini tidak mudah. Berikut kami tuliskan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian agar dapat jaminan bisa diterbitkan seperti yang diharapkan:

  1. Kapasitas Terbatas

Salah satu dampak dari krisis ekonomi adalah dana yang tersedia di bank dan asuransi akan berkurang. Akibatnya mereka tidak leluasa untuk memberikan jaminan baru. Bahkan mungkin ada beberapa bank dan asuransi akan menghentikan penyediaan jasa ini.

  1. Lebih selektif

Jika bank dan asuransi tertarik dengan permintaan yang diajukan, mereka akan sangat selektif dan hanya akan memilih proyek-proyek yang paling bagus peluangnya. 

  1. Evaluasi semua Pihak

Bank dan asuransi akan mengevaluasi secara lengkap terhadap pihak-pihak yang terlibat di dalam proyek ini. Latar belakang pemberi kerja (obligee), kemampuan dan pengalaman kerja dari kontraktor (principal)

  1. Sumber Pembiayaan
Baca Juga :   Bagaimana cara mendapatkan Trade Credit Insurance (TCI)?

Bank dan asuransi akan mempelajari secara terperinci mengenai sumber pembiayaan untuk proyek ini. Persentase antara modal sendiri dengan dana pihak ketiga. Semakin besar modal sendiri akan lebih meyakinkan. 

  1. Data Pendukung

Untuk lebih meyakinkan bank dan asuransi perlu disediakan semua dokumen pendukung dilengkapi dengan “underlying”. Setiap dokumen pendukung dan underlying harus dapat dijelaskan dengan baik antara kaitannya. 

  1. Biaya premi asuransi dan fee bank

Ada kemungkinan tarif premi asuransi dan fee bank akan naik karena tingkat resiko yang semakin tinggi. Jika kenaikannya tidak terlalu signifikan mungkin nasabah masih dapat menerima. Karena surety bond dan kontra bank garansi masih lebih baik jika dibandingkan dengan penerbitan bank garansi.  Dengan surety bond dan kontra bank garansi cash flow perusahaan sangat tertolong karena dana yang ditahan di bank lebih sedikit. 

  1. Gunakan Konsultan/Broker asuransi

Tantangan untuk mengurus surety bond dan bank garansi dalam kondisi seperti sekarang ini sangat sulit, apalagi jika dikerjakan sendiri. Cara yang paling tepat adalah dengan menunjuk konsultan dan broker asuransi yang berpengalaman dan terdaftar secara resmi di OJK. Broker asuransi yang akan melakukan penempatan kepada beberapa perusahaan asuransi. Dinegosiasikan terms and conditions, documents, underlying, collateral dan hal-hal lain dengan pihak bank dan perusahaan asuransi. Penggunaan jasa broker asuransi juga untuk memastikan surety bond dan kontra bank garansi merupakan dokumen resmi. 

Meski kita sedang menghadapi krisis ekonomi, tapi bagi perusahaan yang memiliki visi jauh ke depan juga akan memiliki peluang untuk tumbuh yang lebih besar. Jika perusahaan bisa mempersiapkan diri dengan baik, menyusun strategi baru serta dapat membaca arah bisnis dimasa datang, mereka tetap akan bisa tumbuh dan maju. 

Klik Untuk Menuliskan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top