Asuransi Pengiriman Barang

5 Alasan kenapa Pemilik yang harus Mengasuransikan Pengiriman Barang (Cargo)

Liga Asuransi – Sidang pembaca yang luar biasa apa kabar? Tampaknya kegiatan logistik dan pengangkutan barang terus berlangsung lancar dalam kondisi pandemi COVID-19, untuk itu rasanya kita perlu mendalami lebih jauh tentang manajemen risiko dan asuransi sekitar pengangkutan barang.

Sebagai broker asuransi dan konsultan asuransi yang banyak bergerak di bidang logistik dan perkapalan kami sering menemukan banyak pemilik barang yang kecewa karena klaim asuransi atas kerusakan barang mereka tidak dibayar. Salah satu penyebabnya karena mereka kurang memahami bahwa pemilik baranglah yang mengasuransikan sendiri barangnya.

Untuk penjelasan lebih lanjut, berikut ini kami tuliskan beberapa informasi tambahan untuk Anda. Jika Anda tertarik dengan tulisan ini silahkan dibagikan kepada rekan-rekan Anda agar mereka juga paham seperti Anda.

Banyak pemilik barang yang salah kaprah dan mengira bahwa shipper atau perusahaan pengiriman (forwarder) barang yang bertanggung jawab atas kerugian resiko pengiriman. Tapi harap diketahui bahwa pihak perusahaan pengiriman barang tidak bertanggung jawab atas resiko pengiriman karena mereka tidak punya kepentingan kepemilikan atau dengan kata lain mereka bukan pemilik barang.

Pihak pengiriman barang hanya bertanggung jawab jika mereka melakukan kesalahan dan kelalaian yang menyebabkan barang yang dikirim mengalami kerusakan. Tapi jika kerusakan yang terjadi adalah akibat dari kecelakaan biasa maka kerusakan itu bukan tanggung jawab dari pengangkut. Misalnya barang rusak karena truk pengangkut jatuh dan terbalik karena jembatan patah. Kerusakan ini menjadi tanggung jawab pemilik barang bukan tanggung jawab perusahaan pengangkutan.

Banyak pula pemilik barang yang menyerahkan kepada perusahaan pengangkutan atau forwarder untuk mengurus asuransi pengiriman barangnya. Hal ini tidak sepenuhnya tidak salah dan mungkin saja hal itu dilakukan akan tetapi forwarder sifatnya hanya “membantu” saja dan tidak bertanggung jawab jika klaim asuransinya jika tidak dibayar.

Berikut ini beberapa pertimbangan yang perlu menjadi perhatian pemilik barang dan perusahaan forwarder mengenai jaminan asuransi pengiriman barang:

  1. Yang berhak mengasuransikan adalah pemilik barang pihak-pihak yang mempunyai kepentingan kepemilikan atas barang seperti penjual, pembeli atau pihak yang membiayai barang tersebut. Perusahaan pengangkutan, pemilik alat angkut bukan pihak yang mempunyai kepemilikan atas barang.
  2. Perusahaan forwarder bisa saja menawarkan jasa penerbitan polis asuransi atas barang yang dikirim dalam hal ini forwarder bertindak sebagai agen asuransi atau perpanjangan dari perusahaan asuransi.
  3. Jika diserahkan kepada forwarder, pemilik barang tidak bisa mengendalikan kualitas jaminan asuransi, kekuatan perusahaan asuransi yang digunakan dan berapa biaya premi asuransi yang sesungguhnya.
  4. Jika terjadi klaim maka pemilik barang tetap yang akan mengurus sendiri kepada perusahaan asuransi karena Andalah yang punya barang.
  5. Jika klaim ditolak pemilik barang tidak dapat menyalahkan forwarder

Cara terbaik untuk mengasuransikan barang adalah oleh pemilik sendiri yang mengurusnya karena pemilik bisa menentukan luas jaminan asuransinya, memilih perusahaan asuransi yang kuat dan sehat, menegosiasikan premi asuransi yang terbaik.

Berapa Biaya Asuransi Pengiriman?

Biaya premi polis Inland Marine Insurance bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Ini tergantung pada ukuran perusahaan  Anda, seberapa besar perlindungan yang Anda inginkan, jenis dan kondisi kendaraan yang digunakan serta ukuran dari barang yang dikirimkan.

Jika Anda sudah mempunyai rekanan broker asuransi, biasanya premi asuransinya akan lebih kompetitif, jaminan asuransinya maksimal serta adanya keyakinan jika terjadi klaim akan mendapatkan penggantian dari perusahaan karena perusahaan asuransi yang digunakan adalah yang sehat dan kuat.

Hindari untuk mencari premi yang paling murah karena yang paling murah belum tentu yang paling aman. Tujuan berasuransi adalah untuk mendapatkan ganti rugi jika terjadi kecelakaan. Perbedaan premi mungkin hanya sebesar ratusan ribu rupiah saja tapi konsekuensinya bisa miliaran rupiah.

Bagaimana cara mendapatkan jaminan asuransi Pengiriman Barang?

Baca Juga :   7 Alasan Mengapa untuk Transaksi Impor Sebaiknya Menggunakan FOB bukan CIF?

Jika Anda jarang melakukan pengiriman barang, maka Anda perlu mencari jaminan asuransi jauh sebelum barang dikirimkan. Hal ini penting karena jaminan asuransi tidak bisa tiba-tiba diterbitkan, perusahaan asuransi perlu menganalisa resiko terlebih dahulu.

Tapi perusahaan yang sering melakukan pengiriman atau rutin karena mungkin perusahaannya bergerak di bidang perdagangan, ekspor-impor atau pengiriman barang ke gudang di berbagai lokasi, maka program asuransi pengirimannya bisa dibuat secara sederhana yang disebut dengan Marine Open Policy (MOP). Program asuransi pengiriman barang yang berlaku secara otomatis, tarif premi yang lebih rendah dan administrasi yang lebih sederhana. Keterangan lengkap akan kami tulis dalam tulisan terpisah.

Untuk mengambil keputusan perusahaan asuransi memerlukan informasi penting antara lain, rincian dari barang yang akan dikirim, rute perjalanan dari lokasi awal ke lokasi tujuan, rincian kendaran yang akan digunakan, tanggal keberangkatan, harga barang berdasarkan bill of lading atau invoice.

Cara terbaik adalah dengan menggunakan jasa perusahaan broker asuransi yang berpengalaman di bidang asuransi pengiriman. Broker asuransi akan membingin Anda untuk melengkapi informasi, mereka akan mengirimkan formulir permintaan yang sudah disesuaikan dengan standar perusahaan asuransi.

Setelah formulir dilengkapi dan dikirimkan kepada broker asuransi, mereka akan langsung menghubungi beberapa rekan perusahaan asuransi yang mereka sudah kenal dan punya kemampuan untuk menjamin asuransi pengiriman. Mereka akan mengutamakan perusahaan asuransi yang mempunyai kemampuan pembayaran klaim.

Jika nilai barang yang dikirimkan tidak terlalu besar, misalnya di bawah Rp. 25 miliar broker asuransi bisa mendapatkan jaminan asuransi maksimal dalam 2 hari kerja. Tapi nilai barang relatif kecil perusahaan asuransi dapat memberikan konfirmasi dan penawaran dalam sehari.

Setelah Anda menerima penawaran dari perusahaan broker asuransi, jika Anda setuju dengan penawarannya segera berikan konfirmasi persetujuan dengan menandatangani penawarannya atau dengan memberi jawaban tertulis melalui WA ataupun email.

Selanjutnya broker asuransi akan memberikan instruksi kepada perusahaan asuransi untuk mulai menjamin atau melakukan “hold cover” sesuai dengan terms and conditions atau persyaratan yang ada di dalam penawaran. Sebagai konfirmasi pihak asuransi akan memberikan pernyataan tertulis bahwa mereka sudah menjamin. Selanjutnya resiko sudah beralih kepada perusahaan asuransi. Jaminan berlaku sejak barang berangkat meninggalkan tempat asal (gudang, workshop, kantor dll) hingga sampai di tujuan akhir.

Broker asuransi akan mengirimkan Cover Note kepada Anda sebagai bukti bahwa jaminan sudah berlaku. Sementara itu pihak asuransi akan menerbitkan polis asuransi sebagai bukti jaminan asuransi. Dan jika polis asuransi sudah terbit maka broker akan mengirimkan polis beserta tagihan premi atau invoice.

Kapan premi asuransi dibayar?

Kewajiban pembayaran premi berlaku sejak Anda menyetujui penawaran dan pihak asuransi memberikan konfirmasi persetujuannya. Pembayaran premi dilakukan sebelum barang berangkat.

Akan tetapi untuk klien-klien broker asuransi yang sudah lama dan pengiriman rutin pembayaran premi bisa lebih fleksibel. Seperti apa fleksibelnya tergantung dari kebijakan dari broker asuransi dan perusahaan asuransi.

Salah satu broker asuransi yang mempunyai pengalaman luas di bidang asuransi marine cargo atau asuransi pengangkutan adalah L&G Insurance Broker. Mengurus ratusan polis asuransi marine cargo setiap bulannya baik untuk ekspor –impor ataupun angkutan antar pulau.

Untuk semua kebutuhan asuransi Anda hubungi L&G sekarang juga!

Mencari Produk Asuransi? Hubungi Kami Sekarang Juga

HOTLINE L&G 24JAM: 0811-8507-773 (Call – Whatsapp – SMS)

website: lngrisk.co.id

E-mail: customer.support@lngrisk.co.id

Kenapa Broker Asuransi sering juga disebut sebagai Advocate asuransi?

Klik Untuk Menuliskan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top