Ulas Berita

7 Berita Asuransi Pilihan Minggu ke-1 Juli 2020

Top News Liga Asuransi

Liga AsuransiSidang pembaca, tanpa terasa kita sudah berada di bulan Juli, semester kedua di tahun 2020. Padahal kita baru saja mulai bergerak setelah tiga bulan menjalani masa stay home yang memaksa kita tidak bisa beraktifitas maksimal. Waktu kita tinggal sedikit untuk mencapai hasil maksimal di tahun 2020 ini. 

Tanda-tanda kebangkitan ekonomi sudah semakin terlihat, terutama di DKI. Aktivitas bisnis dan sosial sudah mulai normal. Demikian juga kondisi di beberapa negara, ekonomi sudah mulai bergerak lagi. 

Semoga untuk selanjutnya kondisi kesehatan masyarakat akibat dampak COVID-19 semakin membaik dengan demikian para pelaku ekonomi bisa leluasa memaksimalkan potensi yang ada di waktu yang sisa. Pemerintah juga diharapkan untuk semakin banyak meluncurkan paket ekonomi yang dapat menstimulasi kebangkitan ekonomi.

Seperti biasa, sebagai media penyedia informasi untuk kalangan industri perasuransian, berikut kami tuliskan beberapa pilihan berita yang beredar di media online sepanjang minggu lalu. 

Semoga informasi ini bermanfaat.

  1. BPK Bidik BUMN, OJK dan BEI dalam Audit Investigasi Jiwasraya 

Katadata.co.id 29/6/20 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bersiap memperluas lingkup audit investigasi dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. 

Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan, perluasan lingkup audit investigasi akan diperluas ke pihak-pihak terkait Jiwasraya, yang meliputi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan beberapa BUMN. “Tujuannya untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab secara penuh dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya ini,” kata Agung, dalam konferensi pers, Senin (29/6). 

Alasan mengapa audit lanjutan ini tidak dijalankan sekaligus bersamaan dengan audit terkait kerugian negara adalah, karena BPK merasa tahap pertama harus diselesaikan sesegera mungkin. Sebab, perhitungan kerugian negara (PKN) akan menjadi dasar bagi Kejaksaan Agung untuk cepat bertindak. Adapun melalui audit investigasi ini, BPK akan membidik sejumlah BUMN untuk kemungkinan terlibat dalam transaksi Jiwasraya. Sehingga, BPK akan menyeret orang-orang BUMN yang kemungkinan terlibat dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya. 

  1. PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) bakal bertanggung jawab dalam penyelesaian gagal bayar produk Asuransi Jiwa Kresna Link Investa (K-LITA)

Katadata.co.id /22/06/20 PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) bakal bertanggung jawab dalam penyelesaian gagal bayar produk Asuransi Jiwa Kresna Link Investa (K-LITA) dan Polis Asuransi Jiwa Protecto Investa Kresna (PIK). Adapun mekanisme pembayaran akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, perusahaan akan mengembalikan premi kepada pemegang polis yang memiliki nominal premi sebesar Rp 50 juta. 

Mekanisme pelaksanaan penyelesaian akan disampaikan dalam jangka waktu 7 hari kerja sejak 18 Juni 2020, atau pada 26 Juni. Penyelesaian untuk polis lainnya akan disampaikan dalam 14 hari kerja berikutnya. Perusahaan berharap agar para pemegang polis dapat bersabar dan menunggu informasi selanjutnya. Hal itu mengingat Kresna Life masih terus melakukan segala upaya untuk dapat melakukan penyelesaian kepada nasabah dengan sebaik-baiknya. 

  1. Laba Bersih Anak Usaha Pertamina, Tugu Insurance Tumbuh 84,1%

Sindonews.com 30/6/20 JAKARTA – Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina (Persero), berhasil mencatatkan peningkatan kinerja baik dari sisi finansial maupun operasional di tahun buku 2019 (audited).
Laba tahun berjalan konsolidasian tercatat sebesar Rp 505,7 miliar atau naik 145,7% dibanding laba tahun 2018 yang sebesar Rp 205,9 miliar. Sedangkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 458,7 miliar, atau meningkat 84,1% dari tahun sebelumnya.

Presiden Direktur Tugu Insurance Indra Baruna menjelaskan, kinerja Tugu Insurance yang bagus di tahun 2019 tidak terlepas dari upaya perseroan untuk senantiasa mengelola risiko dengan prinsip kehati-hatian, baik dari aspek underwriting maupun dalam pengelolaan investasi.

Sampai dengan periode Desember 2019, pencapaian premi bruto secara konsolidasian sebesar Rp6,4 triliun, naik 26,5% year on year (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp5,1 triliun.

  1. Demi Asuransi, Pria India Sewa 4 Pembunuh Bayaran untuk Membunuhnya
Baca Juga :   7 Berita Kecelakaan Fatal Pilihan Minggu ke-4 November 2020

Sindonews.com 21 Juni 2020. NEW DELHI – Seorang pria pengusaha di New Delhi, India, telah menyewa empat pembunuh bayaran untuk membunuhnya. Itu sengaja direncanakan demi uang asuransi Rs 1 crore.

Pengusaha tersebut bernama Gaurav Bansal, 37. Empat pembunuh bayaran yang disewa termasuk anak di bawah umur.

Polisi setempat mengatakan Bansal merencanakan pembunuhannya sendiri agar keluarganya bisa mendapatkan uang klaim asuransi Rs 1 crore untuk menghapus utang. Pengusaha ini tinggal bersama istri dan anak-anaknya di Arya Nagar di daerah IP Extension di Ibu Kota India; New Delhi.

Mengutip laporan The Indian Express, Minggu (21/6/2020), seluruh plot digali setelah Bansal terbunuh. Polisi mengatakan tubuhnya dengan tangan terikat ditemukan tergantung di sebuah pohon di daerah Ranhaula di luar New Delhi pada 10 Juni.

  1. Wapres Minta Pelaku Asuransi Syariah Jaga Kesesuaian Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah

JAKARTA, KOMPAS.com 30/06/20  – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta asuransi syariah untuk menjaga kesesuaian usaha berdasarkan prinsip syariah. Hal tersebut disampaikan Ma’ruf dalam Rapat Anggota Tahunan dan Rapat Luar Biasa Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) secara telekonferensi, Selasa (30/6/2020). 

“Selayaknya lembaga keuangan syariah lain, asuransi syariah juga perlu menjaga kesesuaian usaha yang dijalankan berdasarkan prinsip syariah serta melestarikan aspek keberkahan dalam setiap langkah-langkahnya,” kata Ma’ruf Amin. Apalagi, kata dia, asuransi syariah pada awalnya hadir untuk menanggung bersama resiko para peserta dan menopang ekosistem pembiayaan syariah pada korporasi dan proyek-proyek berskala besar. 

Namun dalam perkembangannya, kini mulai merambah pada berbagai sektor dan tingkatan kebutuhan masyarakat. “Pengembangan asuransi syariah semestinya dapat sejalan dengan tujuan usaha asuransi di Indonesia, yaitu untuk menciptakan industri asuransi yang sehat, dapat diandalkan, amanah, dan kompetitif agar dapat mendorong pembangunan nasional,” kata dia. 

  1. Ini strategi Askrindo Syariah tingkat Ujroh di 2020

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. 01/02/20.  PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah) telah siapkan strategi untuk meningkatkan ujrah tahun ini. 

Direktur Pemasaran Askrindo Syariah, Supardi Najamuddin bilang, usaha meningkatkan ujrah melalui  subrogasi, meningkatkan penjaminan dalam bidang kesehatan, telekomunikasi, dan industri lain yang saat ini masih menguntungkan. 

Saat ini realisasi umrah yang diperoleh Askrindo Syariah berasal dari beberapa produk, antara lain kafalah itu disumbang dari produk berbagai produk Kafalah Bank Garansi, Kafalah Pembiayaan Produktif, dan Kafalah Pembiayaan Konsumtif. 

“Kami melihat kondisi pasar penjaminan saat ini ada beberapa harapan di beberapa industri yakni di bidang penjaminan pembiayaan produk kesehatan, telekomunikasi dan food processing,” kata Supardi, Rabu (1/7). 

Hal ini dibarengi peningkatan inovasi produk dan kerjasama dengan berbagai instansi yang potensial serta efisiensi menjadi hal yang penting. 

  1. Asuransi Sinar Mas bayar interim payment klaim kebakaran senilai Rp 560 juta

KONTAN.CO.ID 01/07/20  – JAKARTA. PT Asuransi Sinar Mas melakukan pembayaran klaim asuransi kebakaran senilai Rp 560 juta. Klaim tersebut diberikan kepada nasabah cabang Pematang Siantar atas kebakaran toko akibat arus pendek listrik yang menyebabkan kerugian material dan juga korban jiwa. 

“Kami menyampaikan duka cita atas meninggalnya nasabah kami dalam peristiwa kebakaran ini. Selain itu untuk memulihkan kerugian nasabah akibat kebakaran, Asuransi Sinar Mas melakukan pembayaran interim klaim sambil menunggu proses penyelesaian final klaim dilakukan. Kami berharap dengan pembayaran interim klaim ini akan membantu agar operasional toko bisa lebih cepat dilakukan” ungkap Nasib Panggabean, Pimpinan Cabang ASM Pematang Siantar dalam keterangan tertulis pada Rabu (1/7). 

Mari kita lanjutkan perjuangan untuk mencapai hasil yang maksimal di tahun ini. 

Informasi ini dipersembahkan oleh L&G Insurance Broker. “A smart Insurance Broker” 

Klik Untuk Menuliskan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top