Asuransi Umum

Tiga Rahasia Sukses Di Era New Normal

Liga Asuransi – Selamat datang New Normal. Banyak perusahaan di kawasan Jabodetabek yang  akan memulai bisnis pada tanggal 1 Juni 2020 meskipun secara resmi belum ada penghentian PSBB.  Tapi karena sudah terlalu lama usaha tidak berjalan,  akibatnya kondisi keuangan menurun  sementara operasi perusahaan juga perlu ditata kembali, oleh karena itu semakin cepat usaha dibuka akan semakin baik.

Untuk menyongsong operasional perusahaan di New Normal, sebagai konsultan dan broker asuransi dan risk management kami telah melakukan riset dan penelitian dari beberapa sumber yang kompeten mengenai langkah-langkah yang perlu diambil oleh setiap  perusahaan termasuk perusahaan klien kami untuk dapat pulih dengan cepat pasca krisis. Berikut ini kami tuliskan tiga tips, semoga bermanfaat:

  1. Penyelamatan Pendapatan dengan segera

Perlu diambil langkah cepat untuk pemulihan pendapatan, jika tidak akan menyebabkan perusahaan tidak leluasa berlari untuk mendahului pesaing.  Lakukan perampingan biaya semaksimal mungkin.

Berpikirlah seolah-olah sedang mendirikan bisnis baru, perusahaan startup  baru. Lakukan riset, mengumpulkan data, melakukan analisa dan mengumpulkan data-data yang akurat. Mendorong team untuk bekerja lebih lincah, kreatif, inovatif dan berani melakukan terobosan. Program yang sudah disusun perlu diawasi pelaksanaannya secara ketat setiap menit, setiap jam, setiap hari atau setiap minggu. 

Peningkatan kualitas team sangat penting terutama tentang kemampuan penggunaan teknologi termasuk aplikasi yang memudahkan mereka untuk mengeksekusi pekerjaan. Hasil survei menunjukkan selama masa lockdown kemarin, mereka  yang bekerja secara jarak jauh produktivitas sangat bagus.

Memaksimalkan penggunaan digital teknologi dan analisa data. Selama masa lockdown kemarin telah terjadi perpindahan (migrasi) secara besar-besaran orang ke transaksi digital. Mereka bekerja berdasarkan data dan analisa yang akurat. Hasilnya, mereka bekerja sangat efektif dan efisien. 

Telah terjadi perubahan ekosistem dan rekanan bisnis yang sebelumnya sudah mendukung kegiatan usaha. Usaha mereka menurun, penetrasinya berkurang, mereka mengganti bisnis atau bahkan banyak yang sudah tidak melanjutkan operasinya.

Langkah berikutnya yang perlu diambil adalah menentukan prioritas sumber pendapatan. Yang paling penting tentukan dulu dari mana sumber utama pemasukan uang. Berpikir sebagai “now or never” kalau tidak sekarang ya tidak ada sama sekali. Pastikan tagihan tersebut masuk sebelum proses pemulihan terjadi. Pada saat bersamaan, perusahaan sudah harus mulai melakukan berbagai cara untuk merangkul kembali “loyal customer”, merawat klien-klien yang lama atau yang masih dalam proses pendekatan, memberikan penawaran yang baru dengan  harga baru yang lebih menarik, meningkatkan kemampuan para tenaga penjual, memberikan cara pembayaran yang lebih flexible kepada klien, digitalisasi saluran penjualan, merangsang tenaga penjualan dengan bonus yang lebih menarik. Jika semua hal ini sudah dijalankan maka pantau progresnya secara ketat agar bisa menghasilkan pendapatan secepatnya. 

Gerak cepat, dengan mindset the power of now. Persaingan akan sangat ketat, jika terlambat kompetitor yang akan mendapatkannya. Kondisi kita sedang berada di dalam krisis, jangan lengah, memanfaatkan situasi dengan sebaik-baiknya. 

Team business development dan marketing harus lebih lincah dan kreatif. Mereka dituntut untuk mampu menggunakan segala sarana komunikasi yang ada, WA group, video conference, mengirimkan document dan aplikasi dan lain-lain. 

  1. Membangun ulang Organisasi Perusahaan Yang lebih Tangguh 

Kondisi sudah berubah, team yang dibentuk sebelum krisis belum tentu cocok dengan kondisi saat ini. Tinjau ulang dan lakukan perubahan, jika diperlukan ditambah. 

Membentuk team yang tahan banting dan punya daya juang tinggi. Kita memerlukan team yang super untuk mengatasi kondisi seperti ini. Mereka juga dituntut untuk dapat bernegosiasi dengan para suppliers untuk mendapatkan harga dan terms of payment yang lebih flexible. 

Baca Juga :   Kenapa Uang Pertanggungan Asuransi Harus Benar?

Anggota team harus piawai dan terlatih untuk menggunakan  semua sarana/devices, aplikasi, saluran internet/wifi yang terbaru. Tidak ada lagi yang gaptek.  

Selama masa krisis perusahaan sudah dipaksa untuk menggunakan teknologi digital, budaya kerja baru sudah terbentuk dan kondisi seperti itu juga dihadapi oleh perusahaan lain. Oleh karena itu pemimpin dituntut konsisten dengan cara kerja yang baru dan tidak boleh kembali lagi ke cara kerja yang lama. 

Para pemimpin harus menentukan siapa diri mereka sekarang. Diri mereka yang baru. Visi, misi, cara kerja rekan, target market yang semuanya serba baru. Ingat, kita harus berfikir sebagai sebuah perusahaan start-up. Bersama-sama dengan seluruh anggota team pemimpin akan membuat rencana kerja yang baru yang kemudian akan disampaikan kepada stakeholder. 

Pemimpin bersama-sama dengan timnya yang baru menyusun ulang rencana kerja. Menyusun kembali alur kerja dan sumber bisnis yang lebih baik berdasarkan data dan analisa yang lengkap. Dengan demikian mereka bisa bekerja dengan efektif  dan tidak banyak membuang waktu, uang dan tenaga. 

Pemimpin terus berusaha menemukan cara yang tepat bagaimana perusahaan bisa tumbuh dengan sumber daya yang ada. Karena perusahaan  telah merubah system dan cara kerjanya dengan mengandalkan teknologi digital, yang selama masa krisis sudah terbukti hasilnya. Saat ini semua perusahaan sudah mengandalkan teknologi digital, yang harus dilakukan adalah mengusahakan bagaimana caranya agar kita juga bisa memberikan pelayanan secara digital kepada mereka.

  1. Digital adalah Keharusan

Pada tahap awal pemulihan krisis, para leader akan menyadari betapa hebatnya perubahan yang terjadi. Cara berkomunikasi tidak seperti yang dulu lagi. Semua sudah serba digital bahkan untuk urusan pribadi, sekolah dan ibadah pun dilakukan secara digital. 

Untuk mengikuti perubahaan tersebut para leader mau tidak mau suka tidak suka, harus mempercepat proses perpindahan semua operasi perusahaan ke bentuk digital dan usahakan dalam waktu tiga bulan sudah terealisasi. 

Untuk bisa mengikuti perubahaan yang terjadi perusahaan harus segera menyesuaikan teknologi yang ada saat ini agar bisa tetap menjaga hubungan dengan klien. 

Bekerja pintar dengan cara menggunakan data dan hasil analisa data dari internet of things, artificial intelligence dan hasil survey dari sumber yang dapat dipercaya. Selain itu perusahaan juga dituntut untuk memperbaiki hardware yang ada atau dengan mengganti dengan yang lebih canggih dan dengan kapasitas yang lebih besar. Yang tidak kalah penting juga adalah kecepatan datanya.

New Normal bukan hanya sebuah slogan biasa, ia adalah kenyataan dari sebuah dunia baru. Alam pikiran, lingkungan “flora dan fauna” juga akan berbeda.

Untuk bisa sukses di new normal, uninstall semua aplikasi fikiran yang sudah terpasang sebelum krisis. Ganti dengan aplikasi dengan baru, jika perlu devicenya juga diganti dengan kapasitas yang lebih besar. Semua orang akan melakukan itu, termasuk pesaing. Jika anda cepat melakukan perubahan, peluang untuk menjadi pemenang dari krisis terbuka lebar.

Jadi, take action now! Salah satu hal yang harus menjadi perhatian dari pimpinan perusahaan adalah keamanan dari aset perusahaan. Jika terjadi kecelakaan pada saat perjuangan berat ini, akan sangat mengganggu dan bahkan bisa menggagalkan tujuan perusahaan. Solusinya adalah pastikan setiap polis asuransi dalam kondisi aktif dan premi sudah terbayar penuh.

Manfaatkan jasa perusahaan broker asuransi Indonesia agar jaminannya maksimal, premi asuransinya efisien dan mudah pada saat proses klaim. Hubungi mereka sekarang.

Klik Untuk Menuliskan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top