Oil and Gas

Prediksi Kinerja Sektor Migas Meningkat di tahun 2022

Liga Asuransi – Sidang pembaca yang luar biasa, apa kabar? Sekarang mari kita tinjau seperti apa pendapat para ahli dan pejabat pemerintah tentang prospek industri Oil and Gas atau Migas di tahun 2022.

Secara umum diperkirakan industri Migas akan bangkit di tahun depan sejalan dengan kebangkitan ekonomi dunia setelah selama 2 tahun mengalami kelesuan akibat dari wabah COVID-19.

Permintaan energi dunia meningkat sebesar 2,2% dan ini tentunya sebagian besar berdampak pada kenaikan permintaan dan produksi minyak dan gas.

Sebagai broker dan konsultan asuransi yang banyak menangani aset dan proyek di bidang Migas, kami tertarik untuk mengamati perkembangan industri ini karena menyangkut dengan dengan resiko dan jaminan asuransi.

Berikut ini kami tampilkan beberapa tulisan yang beredar di media online tentang peluang usaha dan perkiraan perkembangan industri Migas di tahun 2022 nanti.

Semoga tulisan ini bermanfaat, jika Anda tertarik silahkan dibagikan kepada rekan-rekan Anda agar mereka juga paham seperti Anda.

  • KataData –  Permintaan Energi Dunia pada 2022 Diramal Naik 2,2%,

Permintaan Energi Dunia pada 2022 Diramal Naik 2,2%, Terbesar Listrik Permintaan seluruh komoditas energi akan naik, seperti batu bara, minyak, hingga EBT, dalam hal ini tenaga surya dan angin.

The Economist Intelligence Unit memprediksi permintaan energi dunia pada tahun depan naik 2,2%  menjadi 13.410 juta ton setara minyak (million tonnes of oil equivalent/mtoe). Prediksi ini lebih tinggi dari capaian tahun 2019 yakni sebelum dunia dilanda pandemi Covid-19. Namun, prediksi itu 

masih lebih rendah dari pertumbuhan permintaan energi tahun ini yang bangkit setelah mengalami kontraksi 4,5% pada 2020. 

“Sebagian besar pertumbuhan permintaan akan datang dari sektor kelistrikan seiring dengan proses elektrifikasi perekonomian global (mulai dari digitalisasi hingga transportasi/kendaraan listrik) berlanjut,” tulis laporan EIU yang dirilis Rabu (17/11). 

Menurut laporan ini, konsumsi seluruh komoditas energi akan meningkat pada 2022, termasuk batu bara yang permintaannya sempat terpuruk akibat pandemi, akan meningkat pada 2022. Konsumsi batu bara diprediksi naik 1,5% secara tahunan, hampir secepat pertumbuhan konsumsi gas alam. 

Sama halnya dengan tenaga surya dan angin yang diramal tumbuh 10,6% seiring semakin kencangnya transisi energi global. Satu-satunya konsumsi energi yang turun adalah nuklir, walau hanya 0,8% secara tahunan dibandingkan 2021. Penurunan ini disebabkan banyaknya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Jepang yang belum kembali dioperasikan sejak bencana gempa bumi Fukushima pada 2015 silam. 

Laporan ini menyebutkan bahwa sebenarnya Cina dan India membangun banyak PLTN, namun belum akan operasional dalam waktu dekat. Dengan permintaan yang meningkat, harga komoditas energi pun diramal ikut naik “Dengan asumsi kesepakatan produksi OPEC+ tak berubah, kami memprediksi harga minyak akan berada di kisaran US$ 78,5 per barel pada 2022, naik dari rata-rata US$ 71,7 per barel pada 2021. Kami juga menaikkan proyeksi harga gas alam dan LNG secara signifikan, khususnya di Eropa,” tulis EIU. 

Krisis Energi Ancam Pemulihan Ekonomi Dunia dari Pandemi Covid-19 Harga gas diperkirakan tetap tinggi hingga kuartal II 2022 karena dunia masih berupaya meningkatkan pasokannya. Namun harga berpotensi semakin tinggi jika produksi tetap rendah, atau turun signifikan jika investor memutuskan untuk berinvestasi lebih besar pada gas untuk memanfaatkan tingginya harga. 

Krisis energi di Eropa dan Cina baru-baru ini telah memicu perdebatan tentang kurangnya investasi dalam proyek-proyek energi konvensional karena dana global terfokus pada investasi berkelanjutan. 

  • Beberkan Rencana 2022, Ditjen Migas Optimis Kinerja Semakin Meningkat

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral c.q. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi optimis perekonomian Indonesia dapat segera pulih yang dituangkan dalam target-target kinerja tahun 2022. Investasi migas ditargetkan US$22,59 miliar.

“Kami optimis kegiatan usaha migas dapat terus membaik sehingga menargetkan investasi migas tahun 2022 sebesar US$22,59 miliar,” ujar Sesditjen Migas Alimuddin Baso mewakili Dirjen Migas dalam Konferensi Pers Update Kebijakan Capaian Kinerja Subsektor Migas Triwulan III Tahun 2021, Senin (25/10).

Penawaran Wilayah Kerja Migas tahun 2022 masih dalam tahap evaluasi yang rencananya akan ditawarkan 12 WK migas.

Untuk pemanfaatan gas domestik, Pemerintah menargetkan dapat ditingkatkan ke angka 66%. “Pemerintah akan terus berupaya menghasilkan kebijakan-kebijakan yang tepat dan memantau pelaksanaan kebijakan tersebut melalui kerjasama lebih erat dengan stakeholder,” kata Alimuddin.

Sementara itu mengenai lifting migas, berdasarkan hasil Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, target Lifting Migas tahun 2022 dipatok sebesar 703 MBOPD dan lifting gas bumi sebesar 1.036 MBOEPD, dengan ICP rata-rata sebesar US$63 per barel.

Alimuddin melanjutkan, terkait penyesuaian harga gas untuk industri tertentu dan kelistrikan dengan memberikan keterjangkauan harga pada konsumen terus dipantau sehingga diharapkan dapat memberikan multiplier effect yang lebih baik untuk tumbuhnya perekonomian nasional.

Pembangunan infrastruktur migas juga masih akan terus dilaksanakan. Sesuai dengan hasil Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, disepakati pembangunan jargas di tahun 2022 ditargetkan sebanyak 40.000 sambungan rumah. Sementara kegiatan pendistribusian Konkit Nelayan ditargetkan sebanyak 30.000 paket dan Konkit Petani sebanyak 30.000 paket.

Di samping itu, tahun 2022 akan menjadi penanda dimulainya kegiatan pembangunan Pipa Transmisi Ruas Semarang – Batang sebagai bagian dari ruas Cirebon – Semarang. (TW)

  • (ANTARA) – Insya Allah tahun 2022 hulu migas akan masuk di dalam bagian dari investasi yang akan dilayani di Kementerian Investasi
Baca Juga :   Tinjauan Aspek Asuransi Kapal Ferry Dorothy yang Kandas di Sekitar Pulau Merak Besar

Pemerintah akan memperhitungkan penanaman modal dari sub sektor hulu minyak dan gas bumi untuk masuk ke dalam bagian investasi yang akan dilayani di Kementerian Investasi mulai tahun depan.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan dirinya telah melakukan pembicaraan terkait rencana itu dan menyusun formulasi regulasi dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.

“Tahun 2020-2021 hulu migas belum masuk bagian daripada investasi yang kami perhitungkan. Insya Allah tahun 2022 hulu migas akan masuk di dalam bagian dari investasi yang akan dilayani di Kementerian Investasi,” ujarnya dalam konvensi internasional Hulu Minyak dan Gas Indonesia yang dipantau di Bali, Senin.

Bahlil Lahadalia mengatakan Undang-Undang Cipta Kerja mendorong proses perizinan satu pintu baik dari hulu maupun hilir.

Menurutnya, meski Majelis Konstitusi (MK) menyatakan Undang-Undang Cipta Kerja inkonstitusional, namun substansinya tidak ada yang diubah termasuk peraturan presiden.

“Saya pikir tidak perlu ada keraguan bagi pelaku usaha,” kata Menteri Bahlil Lahadalia.

Kementerian Investasi mencatat target investasi hulu minyak dan gas tahun ini kurang lebih 12 miliar dolar AS. Angka realisasi investasi sudah hampir 9 miliar dolar AS dan target akhir tahun kurang lebih bisa mencapai sekitar 11 miliar dolar AS.

Pemerintah akan proaktif mendesain kebijakan dan regulasi untuk bisa memicu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ataupun perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan pengeboran sumur migas untuk lebih condong ke Indonesia.

“Formulasi ini yang sekarang kami lagi bangun termasuk di dalamnya insentif. Kami targetkan ke depan investasi hulu migas itu sekitar 15-16 miliar dolar AS,” ujar Bahlil Lahadalia.

Resiko Industri Migas Tinggi

Dari sudut pandang  asuransi, industri Migas termasuk ke dalam kategori industri dengan resiko tinggi.

Hal ini mulai dari proses pengeboran yang rumit yang memerlukan keahlian dan peralatan khusus, letaknya yang jauh dari fasilitas umum. Demikian juga dengan produksinya yang berupa minyak dan gas yang mudah terbakar.

Dengan karakteristik risiko seperti ini, terus terang tidak banyak perusahaan asuransi yang dapat memberikan jaminan asuransi untuk industri Migas.

Cara untuk mendapatkan asuransi untuk semua perlindungan asuransi Migas adalah dengan menggunakan jasa perusahaan broker asuransi.

Broker asuransi adalah konsultan asuransi yang berada di pihak Anda. Mereka adalah ahli asuransi yang memahami resiko Anda dan menguasai seluk beluk industri asuransi.

Salah satu perusahaan broker asuransi yang berpengalaman di bidang Migas adalah L&G Insurance Broker.

Untuk seluruh kebutuhan asuransi perusahaan Anda hubungi L&G sekarang juga!

Mencari Produk Asuransi? Hubungi Kami Sekarang Juga

HOTLINE L&G 24JAM: 0811-8507-773 (Call – Whatsapp – SMS)

website: lngrisk.co.id

E-mail: customer.support@lngrisk.co.id

Kenapa Broker Asuransi sering juga disebut sebagai Advocate asuransi?

Klik Untuk Menuliskan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top