General Insurance

International Insurance Outlook 2021

Liga Asuransi – Sidang pembaca yang luar biasa. Rasanya belum terlambat bagi kami untuk membagikan tulisan ini kepada Anda karena kita masih berada di minggu kedua bulan Januari 2021. 

Mulai awal tahun 2021 ini, kami membagi tulisan berdasarkan berfokus kepada perkembangan industri berdasarkan kelompok, mulai dari OJK News Update setiap hari Senin, general insurance setiap hari Selasa, Life insurance setiap hari Rabu, Insurance Broker dan Loss Adjuster setiap hari Kamis, International Insurance news setiap hari Jumat  dan informasi seputar olahraga golf setiap Sabtu. 

Musibah pandemic COVID-19 telah mengubah secara drastis tatanan industri asuransi dunia, berkaitan dengan masalah permodalan, masalah kapasitas asuransi, perubahaan besar reasuransi, peningkatan resiko, perubahan pola resiko dan lain-lain.

Untuk melihat seperti ada perkiraan kondisi industri asuransi internasional pada tahun 2021, kami akan mengulas dua buah tulisan dan konsultan business management terkemuka di dunia yaitu Deloitte dan Mckinsey.

Kami berharap semoga tulisan ini dapat memberikan masukan positif kepada para pelaku industri perasuransian dan juga kepada masyarakat umum. Jika Anda   tertarik dengan tulisan ini, silakan untuk dibagikan kepada rekan-rekan Anda   agar mereka juga paham seperti Anda.

 

Deloitte.

Deloitte memulai dengan mengajukan pertanyaan, di mana posisi perusahaan asuransi saat memasuki tahun 2021?

Wabah Pandemi COVID-19 dan kejatuhan ekonomi yang diakibatkannya secara radikal mengubah kebutuhan, kebiasaan, dan ekspektasi konsumen dan karyawan, mendorong operasi perusahaan asuransi beroperasi secara virtual dalam sekejap. Ketika sebagian besar industri bisa beradaptasi dengan cepat, tapi perusahaan asuransi masih menghadapi kendala untuk mencapai pertumbuhan dan profitabilitas di tahun mendatang.

Hasil Survei  global dari Deloitte Center for Financial Services menemukan bahwa banyak perusahaan asuransi mengatakan bahwa pekerjaan mereka saat ini masih sesuai untuk mereka, bahkan setelah menghabiskan sebagian besar tahun 2020 beradaptasi dengan dampak dari COVID-19. Empat puluh delapan persen dari 200 eksekutif asuransi menanggapi dan setuju bahwa pandemi COVID-19 “menunjukkan betapa tidak siapnya bisnis kami untuk menghadapi badai ekonomi ini,” sementara hanya 25% yang setuju bahwa perusahaan mereka memiliki “visi dan rencana tindakan yang jelas untuk mempertahankan kekuatan operasional dan keuangan” selama krisis. 

Mengingat dampak pandemi terhadap lapangan kerja, aktivitas bisnis, dan perdagangan, premi non jiwa secara global diperkirakan akan datar untuk setahun penuh 2020, termasuk penurunan 1% di pasar negara maju. Namun, terlepas dari tantangan ini, industri mungkin belum bisa pulih ke pertumbuhan 3%  pada tahun 2021.

Pandemi dampaknya diperkirakan akan terus menghantam segmen properti lebih berat lagi daripada yang lain. Penjualan asuransi employee benefits, misalnya, dirusak oleh kehilangan pekerjaan atau PHK dalam jumlah yang sangat besar. Diperkirakan  volume premi asuransinya mungkin tidak kembali ke tingkat kondisi seperti prapandemi sampai kuartal keempat tahun 2022. Selain itu, premi asuransi dari usaha kecil dan menengah, terpukul karena banyaknya penutupan usaha dan kebangkrutan, mungkin mereka memerlukan waktu yang lama untuk pulih jika banyak pengecer, restoran, dan gerai layanan pribadi ditutup.

Hal ini dapat menimbulkan tantangan, terutama bagi perusahaan asuransi dengan peningkatan eksposur ke peringkat yang lebih rendah , sekuritas tingkat investasi yang kurang likuid.Hal yang sama berlaku untuk anuitas, karena suku bunga yang lebih rendah secara historis mendorong penurunan manfaat yang ditawarkan, yang dapat membuat mereka lebih sulit menjualnya di tahun mendatang.

Melihat ke depan hingga tahun 2021 dan seterusnya

Bisnis harus menghadapi secara bersamaan tiga fase utama dari krisis COVID-19 — merespons, memulihkan, dan berkembang.Ketika pandemi muncul, perusahaan asuransi merespons dengan mengambil langkah-langkah segera untuk memastikan kelangsungan bisnis, dan membantu pelanggan dan komunitas mereka untuk mengatasinya. 

Saat mereka melangkah memasuki tahun 2021, perusahaan asuransi harus mempertimbangkan gabungan antara tindakan ofensif dan defensif untuk mempercepat upaya pemulihan jangka panjang dan berpusat ke fase berkembang ketika pertumbuhan ditekankan kembali, meskipun kondisi ekonomi masih cukup menantang.

Perkiraan di kuartal ketiga, Deloitte memperkirakan di Amerika ada kemungkinan 55%  populasi yang akan berhasil divaksinasi sepanjang tahun 2021, akan tapi mungkin masih ada “hambatan signifikan pada pertumbuhan ekonomi.” Lebih buruk lagi, ada 25% kemungkinan menghadapi skenario “tanpa akhir di depan mata” di mana vaksin tertunda, yang mengakibatkan kelemahan ekonomi berkepanjangan. 

Dengan melihat tantangan-tantangan yang dihadapi perusahaan asuransi di seluruh dunia, prospek tahun ini dengan menggunakan  hasil survei global Deloitte untuk mengambangkan dan mengeksplorasi taktik yang dijalankan oleh para pemimpin industri untuk memastikan agar pondasi mereka tetap kuat selama pandemi berlangsung, serta strategi yang mereka terapkan untuk memposisikan diri untuk sukses di tahun-tahun mendatang. Deloitte telah memeriksa bagaimana cara perusahaan asuransi beradaptasi dan membuat  rencana untuk berinvestasi dari perspektif operasi, teknologi, bakat, dan keuangan.

Keterangan lebih lengkap dapat dilihat di link berikut ini:

Insurance Industry Outlook – Deloitte

Baca Juga :   7 Hal yang perlu Anda ketahui tentang asuransi Rangka Kapal (Marine Hull Insurance)

McKinsey

McKinsey mempersembahkan Wawasan Industri Asuransi Global, pada edisi ketujuh dari analisis tahunan secara mendalam tentang industri asuransi global, berdasarkan database Global Insurance Pools (GIP) milik McKinsey. Diharapkan laporan ini akan menarik bagi para pembuat keputusan tentang alokasi sumber daya secara global dan orang-orang yang ingin memperdalam pemahaman mereka tentang faktor pendorong pertumbuhan asuransi dan profitabilitas di semua wilayah.

Industri asuransi global saat ini sedang mengalami masa-masa sulit dengan suku bunga rendah yang berkepanjangan, pasar ekuitas yang menantang, dan rezim peraturan yang lebih ketat. Sementara itu, peralihan konsumen ke perilaku hybrid sekarang sebagian besar sudah berjalan lancar di pasar negara-negara maju dan semakin cepat di pasar negara-negara berkembang dengan adanya penyebaran ponsel. Perubahan ini, bersamaan dengan dampak dari situs perbandingan harga, perkembangan teknologi lainnya, dan perlombaan menuju digital, adalah pergeseran tektonik yang memaksa perusahaan asuransi untuk menyesuaikan model bisnis mereka.

Pasar yang sudah matang seperti di Amerika Utara dan Eropa Barat memerlukan daya ungkit yang kuat untuk mengatasi tren ini. Pasar yang asuransi yang sudah matang di negara-negara maju menunjukkan tingkat pertumbuhan yang lebih lambat daripada di pasar negara-negara berkembang, dan angka-angka dalam laporan McKinsey mencerminkan titik kesalahan utama berdasarkan geografi dan segmen bisnis.

Menyusul berita positif tentang telah tersedianya vaksin COVID-19, diperkirakan risiko terhadap prospek ekonomi menjadi lebih seimbang. Tetapi mengingat ketahanan ekonomi yang lebih lemah, diperkirakan pemulihan pertumbuhan menjadi 4,7% pertumbuhan global pada 2021 setelah kontraksi 4,1% tahun ini. 

Setelah resesi tajam sepanjang tahun lalu, pemulihan ekonomi yang melambat diperkirakan masih akan terjadi pada 2021. Dengan vaksin COVID-19 yang sudah tersedia, penurunan resikonya  tidak terlalu terasa. Tapi tekanan struktural tetap ada. Suku bunga ditetapkan untuk tetap rendah masih berlaku untuk jangka waktu yang lebih lama. Kelemahan inflasi diperkirakan tidak akan berubah dalam waktu dekat tetapi bisa meningkat dalam jangka menengah.

Ketahanan ekonomi global, yang sudah rapuh sejak krisis keuangan Global 2008/09, akan terus menurun hingga hampir 20% pada tahun 2020 karena COVID-19. Pemulihan membutuhkan arah kebijakan baru yang mencakup pengeluaran fiskal yang ditargetkan dengan menganggarkan pertumbuhan yang tinggi dan lebih fokus pada pertumbuhan yang inklusif.

Peningkatan tarif di lini bisnis komersial telah menjadi faktor utama pendukung ketahanan. Momentum ini akan berlanjut hingga tahun depan, didukung oleh permintaan yang kuat di tengah meningkatnya kesadaran risiko dan meningkatnya klaim.

Sektor asuransi non-jiwa global telah bertahan dari resesi pada tahun ini, lebih baik dari yang diperkirakan semula dan akan pulih dengan lebih kuat pada tahun 2021. Sektor asuransi jiwa telah terpukul lebih keras, tetapi pertumbuhan akan pulih pada tahun depan. Suku bunga yang  rendah akan menekan profitabilitas.

Untuk keterangan lebih lengkap mohon di klik di link berikut ini:

Global Insurance Industry Insights an in Depth Perspective May 2018

 

Dari uraian diatas terlihat bahwa dampak wabah pandemi COVID-19 masih cukup kuat, namun bukan berarti tidak ada harapan. 

Seperti yang disampaikan oleh Deloitte bahwa hanya sekitar 25% perusahaan asuransi yang siap menghadapi tantangan bisnis pada tahun-tahun mendatang. Sisanya diharapkan untuk segera melakukan penyesuaian. 

McKinsey memperkirakan jika tidak ada hal-hal yang luar biasa bahwa akan terjadi pertumbuhan bisnis yang cukup bagus pada tahun 2021 akan tetapi itu sangat tergantung kepada keberhasilan vaksinasi yang sudah dimulai sejak minggu ini. Jika gagal, maka pertumbuhan ekonomi  seperti yang diharapkan sulit tercapai bahkan yang terjadi sebaliknya. 

Kami berharap catatan diatas dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pelaku industri perasuransian Indonesia. Semoga ekonomi bangkit dan industri perasuransian tumbuh kembali.

Tulisan ini dipersembahkan oleh L&G Insurance Brokers. Indonesia’s leading insurance broker.

Klik Untuk Menuliskan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top