InsurTech

Digitalisasi atau Punah!

Liga Asuransi – Sebelum kita bahas lebih jauh, mari sejenak kita membayangkan kondisi industri transportasi di Jakarta lima tahun lalu. Pada saat itu moda transportasi umum didominasi oleh ojek pangkalan, angkot, metromini, bus PPD dan taxi. Tapi kini tak terlihat lagi sarana transportasi seperti itu. Pada kemana mereka, punah? Ya, mereka memang sudah punah akibat dihajar oleh meteor yang jatuh dari langit namanya angkutan umum berbasis online. Ada GOJEK, Grab, Uber dan lain-lain  yang memberikan manfaat yang jauh lebih banyak dan harga lebih rendah. 

Industri asuransi juga tak terlepas dari perubahan dahsyat ini. Bahkan beberapa perusahaan asuransi sudah, sedang dan akan mengalami hal yang sama. Tinggal masalah waktu saja. 

Untuk menghadapi dampak dari perubahan seperti ini semua industri asuransi baik asuransi jiwa, asuransi umum, broker asuransi, agen asuransi, aktuaria dan juga loss adjuster harus bisa mengantisipasinya dengan cepat. Jika tidak, maka mereka akan tertinggal dan sangat sulit untuk mengejar ketertinggalannya. 

Jika ingin terus bertahan dan menjaga daya saing, perusahaan asuransi harus menggunakan teknologi Insurtech yang terkini, agar bisa memanfaatkan fitur dan solusi teknologi terbaru yang dibutuhkan oleh nasabah. 

Saat ini banyak CEO perusahaan asuransi yang sudah merencanakan untuk melakukan investasi besar-besaran di bidang inovasi berdasarkan teknologi insurtech terbaru. Mereka mengharapkan akan terjadi peningkatan efisiensi dari bisnis yang ada sekaligus memberikan kesan yang lebih menarik kepada calon klien baru. 

Perusahaan asuransi perlu mempercepat usaha transformasi insurtech jika mereka ingin mengejar pertumbuhan yang pesat.

Ada dua hal yang menjadi fokus utama. Pertama, dimulai dengan pembangunan sarana pengolah data atas bisnis proses secara digital, kedua penekanan kepada pemasaran dan penjualan. 

Untuk penjelasan lebih lengkap berikut ini kami tuliskan beberapa tahap yang perlu dilalui dalam proses transformasi. Informasi kami sarikan dari berbagai konsultan manajemen internasional :

  1. Pahami tantangan yang ada saat ini  

Banyak perusahaan asuransi yang saat ini sedang melakukan inovasi insurtech, mereka akan menjadi ancaman bagi perusahaan asuransi yang masih menggunakan model tradisional. Mereka sedang menjalankan  strategi yang selama ini tidak bisa dijalankan karena keterbatasan teknologi, sementara perusahaan asuransi tradisional baru memikirkan teknologi mana cocok untuk mereka. 

Dampaknya mungkin tidak terasa saat ini juga akan tetapi jika perusahaan asuransi tradisional tidak memulai saat ini maka bersiap-siaplah karena dalam waktu yang tidak terlalu lama mereka akan kehilangan bisnisnya dan berpindah kepada pendatang baru yang menggunakan insurtech. 

Memanfaatkan teknologi baru bukanlah masalah sederhana, tidak cukup dengan hanya melakukan perbaikan dan penambahan beberapa bagian dari system yang ada. Atau hanya untuk sekedar terlihat bahwa sudah ada perubahan dari model tradisional menjadi bisnis online. Tapi yang diperlukan adalah perubahan total dari model tradisional menjadi insurtech yang terkini. 

Kebijaksanaan manajemen tentang penerapan Insuretech akan menunjukkan seberapa siapnya mereka menjalani bisnis di era digital dan sekaligus akan menentukan masa depan perusahan.

Para pengamat industri asuransi memperkirakan waktu yang diperlukan untuk melakukan transfer teknologi antara 2 sampai dengan 3 tahun, jika lebih lama dari itu perusahaan akan tertinggal jauh dan kemungkinan teknologi baru sebagai pengganti sudah datang lagi. 

  1. Membangun kerjasama dengan Insurtech Provider 

Saat ini beberapa perusahaan asuransi sudah memulai pengembangan system milik sendiri, akan tetapi setelah mencoba beberapa lama akhirnya mereka menyadari bahwa tidak mudah untuk membangun sebuah sistem yang andal dan sesuai dengan teknologi terkini. 

Daripada menghabiskan waktu untuk membangun sendiri sistem itu, ada cara lain yang lebih mudah yaitu dengan bekerja sama dengan Insurtech provider. Mereka sudah mempunyai sistem yang teruji dan sukses digunakan di berbagai perusahaan. Mereka selalu update dengan teknologi terbaru sehingga teknologi itu dengan mudah dapat diaplikasikan ke dalam system yang ada. Dari segi biaya cara ini akan jauh lebih efisien karena tidak diperlukan investasi hardware yang besar dan biaya pembuatan program yang rumit. Biayanya bisa dalam bentuk sewa atau system as service (SAS). Yang diperlukan adalah perubahan mindset bahwa Insuretech Provider bukan pesaing, tapi adalah partner. 

Bekerjasama dengan Insurtech juga akan meningkatkan efisiensi biaya, menurunkan biaya investasi, mempercepat realisasi strategi pemasaran, meningkatkan penjualan dan mendatangkan keuntungan perusahaan. 

Perubahan teknologi juga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada klien, mengolah data untuk menghasilkan analisa data yang akurat yang sangat diperlukan untuk pengambilan keputusan oleh manajemen serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan nasabah. 

  1. Darimana memulainya?
Baca Juga :   IoT: Landasan Revolusi Teknologi Dalam Asuransi

Untuk menentukan titik awal perbaikan adalah dengan mendahulukan kepentingan nasabah. Semua rancangan selalu dengan mengedepankan keinginan dan kebutuhan nasabah. Jika diperlukan, penggunaan Robotic Process Automation (RPA) dapat dijadikan sebagai solusi karena ia bisa melakukan interaksi dengan baik sekaligus dapat mengolah data. 

Membangun platform Insuretech yang berkualitas memerlukan seni teknologi yang tinggi dan juga kemampuan untuk mengikuti kecepatan perubahan pasar. Untuk itu perusahaan juga perlu membangun beberapa platform sekaligus, mulai dari platform untuk melayani nasabah, platform yang bisa menyederhanakan proses administrasi secara otomatis, penerapan smart contract untuk penyelesaian klaim dan membuat predictive underwriting. 

  1. Bagaimana memulainya?

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan alur proses, mengidentifikasi masalah yang akan diselesaikan dan memutuskan peluang yang akan digarap. Berikutnya menentukan masalah apa yang bisa dikurangi, hal-hal apa yang bisa dibuat secara otomatik, hal-hal yang bisa didapatkan dari outsource. Untuk penggunaan Insurtech dari luar, perlu dipelajari dengan baik ecosystemnya, pengalaman dan hasil yang sudah dicapai. 

  1. Keterlibatan dari Manajemen Perusahaan

Pengembangan platform Insurtech memerlukan dukungan penuh dari pimpinan perusahaan. CEO dan team manajemen lah yang pertama-tama yang harus memahami semua gagasan tentang pentingnya pengembangan Insurtech bagi perusahaan. Kemudian baru pelaksanaanya dilimpahkan kepada team yang mempunyai kemampuan, keahlian dan komitmen untuk menjalankannya. Secara berkala, pimpinan melakukan pengawasan untuk memastikan system sudah berjalan sesuai dengan rencana.

Meskipun tantangan yang dihadapi untuk menerapkan Insuretech tidak mudah, akan tetapi hal itu tidak dapat dihindari karena pasarnya memang telah berubah. Perubahan itu dipercepat lagi oleh kehidupan New Normal akibat penyebaran wabah Covid-19. Setelah sebagian besar orang terpaksa tinggal dan bekerja di rumah selama masa lockdown, kini mereka semakin terbiasa menggunakan internet dan bergantung kepada transaksi online. 

Tentukan pilihan teknologi yang cocok untuk bisnis Anda, mulai saja dengan yang Anda punya kemudian terus tingkatkan sesuai dengan kemampuan sambil mempelajari “algoritma” bisnis Anda hingga menemukan teknologi yang paling pas. Selamat datang di era Insurtech.

Tulisan ini dipersembahkan oleh L&G Insurance Broker. “A Smart Insurance Broker”

Klik Untuk Menuliskan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top