Ulas Berita

7 Berita Kecelakaan Fatal Minggu ke-5 September 2020

top Accident

Liga Asuransi – Sidang pembaca yang luar biasa. Pada minggu terakhir di bulan September ini, Kembali kami tampilkan beberapa berita kecelakaan pilihan yang terjadi selama sepekan kemarin. Insiden kebakaran dan bencana alam telah terjadi minggu ini.. Oleh karena itu Kami berharap dengan adanya laporan ini mengingatkan agar kita selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan setiap saat.

  1. Alarm Bunyi, Lift di Gedung Nusantara I DPR Sempat Terbakar Hebat

DetikNews – Selasa 29 September 2020 | 11.31 WIB

Jakarta – Asap sempat muncul di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan. Ternyata, lift di gedung Nusantara I DPR terbakar hebat.

Penampakan lift terbakar hebat ini terekam dalam sejumlah video. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengkonfirmasi lift di gedung Nusantara 1 DPR terbakar.”Lift anggota DPR di Nusantara I terbakar,” kata Dasco kepada wartawan, Selasa (29/9/2020).

Dalam video tersebut, api tampak berkobar di lift tersebut. Petugas terlihat berupaya memadamkan api tersebut.

Asap dari kebakaran itu bahkan sampai ke lantai-lantai anggota DPR di gedung Nusantara I DPR.

Dasco menyebut peristiwa lift anggota DPR terbakar di Nusantara I terjadi beberapa waktu lalu.

“Ya berapa menit lalu,” ucap Dasco.

Pukul 11.20 WIB, situasi sudah berangsur normal. Lift di Nusantara I juga sudah bisa kembali digunakan.

Tinjauan Manajemen Resiko dan Asuransi

  • Asuransi kebakaran Indonesia
  • Asuransi property
  • Asuransi stok
  • Asuransi kecelakaan diri
  1. Kecelakaan Maut Libatkan 2 Mobil dan Motor di Madiun, Tabung Gas Melon Berserakan di Jalanan

Tribunnews Jateng – Selasa, 29 September 2020 | 07:05 WIB

TRIBUNJATENG.COM, MADIUN – Kecelakaan maut yang melibatkan dua mobil dan sebuah motor di ruas Jalan Surabaya – Madiun KM 153-154, Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Senin (28/9/2020) sore, menewaskan seorang pengguna jalan.

Korban yang tewas di TKP adalah pengendara motor, Rurik Gusnadi (43), warga Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.

Kasat Lantas Polres Madiun, AKP Ari Bayu Aji, menuturkan kecelakaan bermula saat truk pengangkut tabung gas elpiji kosong yang dikemudikan AJ (26) melaju dari arah Surabaya menuju Madiun.

Sesampai di lokasi kejadian, truk yang dikemudikan warga Saradan, Kabupaten Madiun mencoba mendahului mobil Honda Jazz di depannya dari lajur kiri.

Ketika mendahului, laju truk oleng hingga menabrak bodi belakang mobil Honda Jazz di depannya.

Rupanya truk berjalan oleng akibat kemudinya mengalami gangguan.

Pengemudi mobil Honda Jazz yang tak bisa menguasai laju kendaraan oleng kekanan. Bersamaan dari arah berlawanan atau menuju arah Surabaya, berjalan beriringan tiga motor. Lantaran jaraknya cukup dekat antara mobil dengan motor akhirnya kecelakaan tak bisa dihindari.

Akibat kecelakaan itu, pengendara motor Honda, Rurik, meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Sementara penumpang yang diboncengkan korban bernama Dwi Sri Utami (41) mengalami luka berat,” ujar AKP Ari Bayu Aji.

Tak hanya itu, dua pengendara motor lainnya, Asmita dan Misri, warga Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, mengalami luka-luka.

Ketiga korban yang mengalami luka-luka di rawat di RSUD Caruban.

“Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan kecelakaan itu terjadi akibat kelalaian sopir truk pengangkut gas elpiji yang yang mendahului dari lajur sebelah kiri,” jelasnya.Pasca Kejadian, tabung elpiji kosong kemasan 3 kg semburat di jalanan.

Untuk mengumpulkan tabung melon, polisi dibantu warga sekitar untuk menepikan.

Arus lalu lintas pun tersendat karena banyaknya tabung elpiji berserakan di jalanan.

Tinjauan Manajemen Resiko dan Asuransi

  • Asuransi kendaraan bermotor
  • Asuransi property
  • Asuransi tuntutan pihak ketiga
  • Asuransi kendaraan
  • Asuransi kecelakaan diri
  • Asuransi Jiwa
  1. 10 Nelayan Asal Cilacap Dihempas Gelombang Tinggi, Satu Meninggal dan Kapal Karam

Serayunews.com – 29 Sep 2020 | 16:35 WIB


Cilacap, Serayunews.com-Dua kecelakaan laut menimpa nelayan asal Cilacap akibat adanya gelombang tinggi pada Selasa (29/9/2020). Kecelakaan tersebut terjadi di dua tempat yang berbeda, satu di perairan Srandil dan juga di Perairan Pangandaran Provinsi Jawa Barat.

Wakil Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap Pardjo mengatakan informasi kecelakaan laut pertama, menimpa sebuah perahu jukung yang dihantam ombak besar di Perairan Srandil Kecamatan Adipala. Akibatnya satu orang nelayan meninggal dunia dan tiga orang lainnya berhasil selamat. Satu nelayan yang meninggal dunia langsung bisa dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan.

Berdasarkan hasil laporan kepada HNSI, peristiwa tersebut terjadi sekitar Pukul 10.00 WIB. Saat itu, perahu fiber  jukung yang ditumpangi oleh Fajar Irawan (30), Raji Pangestu (25) Sutikno (40) dan Sudarto (60) berada di sekitar lautan tengah perairan Srandil. Tiba-tiba ombak besar menghantam perahu fiber yang ditumpangi mereka.

“Perahu jukungnya diahantam ombak besar, empat nelayan itu sudah ditemukan semuanya, tetapi tiga orang selamat dan satu orang meninggal dunia,” ujarnya.

Satu nelayan yang meninggal dunia yakni Sudarto, warga Jalan Mawar Sidakaya. Pardjo mengatakan jika Sudarto awalnya berhasil diangkut ke atas perahu, akan tetapi setelah dilakukan pengecekan telah meninggal dunia. Untuk memastikan, jenazah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan.

Sementara kecelakaan berikutnya, menimpa kapal compreng Riko Jaya, yang terjadi di perairan Pengandaran Jawa Barat.

Pardjo mengatakan, jika informasi tersebut berdasarkan laporan dari Ketua Kelompok Nelayan PPC Sutarno, yang menginformasikan jika kapal yang memiliki satu orang nahkoda dan lima orang anak buah kapal (ABK) tenggelam, pada Selasa sekitar pukul 09.00 WIB.

“Alhamdulillah nahkoda dan ABK selamat, namun kapal tenggelam dan seluruh peralatan juga ikut tenggelam ke dasar laut Pangandaran,” ujarnya.

Nahkoda dan juga ABK berhasil diselamatkan oleh nelayan lainnya yang berada di sekitar lokasi kejadian. Mereka kemudian dievakuasi menuju ke Pangandaran.

“Hari ini, dari HNSI akan menjemput ABK ke Pangandaran agar bisa dibawa pulang kembali,” katanya.

Adanya dua kejadian kecelakaan di perairan ini, membuatnya menghimbau kepada nelayan untuk semakin waspada, terutama pada saat cuaca tidak bersahabat seperti beberapa hari ini. Karena adanya angin kencang, yang menyebabkan gelombang tinggi.

“Kami sudah menghimbau kepada nelayan melalui rukun nelayan apabila terjadi angin kencang untuk sementara waktu jangan dulu berangkat, namun situasi kondisi daripada ekonomi, maka satu dua perahu berangkat, tapi sebagian besar tidak melaut,” ujarnya.

Baca Juga :   7 Berita Asuransi Pilihan Minggu ke 4 Desember 2020

Salah satu nelayan dari Kelompok Nelayan Pandanarang, Poniman yang mengaku sudah empat hari tidak melaut, karena angin kencang dan gelombang tinggi. Padahal, kata dia saat ini masih ada beberapa komoditas ikan yang keluar, seperti udang, ikan dawah.

“Sudah empat hari tidak melaut, angin lagi kencang, bisa membahayakan,” ujarnya.

Untuk menunggu cuaca kembali bersahabat, dia pun membersihkan jaringnya dari sampah-sampah. Sehingga, nantinya bisa digunakan kembali saat melaut.

Tinjauan Manajemen Resiko dan Asuransi

  • Asuransi jiwa
  • Asuransi kapal
  • Asuransi kecelakaan diri
  • Asuransi bencana alam

4.     8 Desa di Bogor Diterjang Puting Beliung, BPBD Kesulitan Mendata Kerusakan

Liputan6 – 28 September 2020 | 22:39 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Bencana angin puting beliung kembali melanda wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kali ini, angin kencang dan hujan deras menerjang delapan desa yang tersebar di dua kecamatan yakni Parungpanjang dan Tenjo.

Informasi yang didapat, dampak terjangan angin puting beliung tersebut merusak banyak bangunan rumah dan tempat ibadah. Kerusakan utamanya di bagian atapnya.

Bahkan, sejumlah atap dan kanopi rumah terhempas angin kencang hingga sejauh 20 meter. Selain itu, banyak pohon tumbang dan salah satunya menimpa satu unit mobil Toyota Agya warna hitam.

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Adam Hamdani menyatakan, pihaknya belum bisa mendata rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, Senin (28/9/2020).

“Banyak laporan kerusakan. Cuma pasukan di lapangan belum bisa evakuasi karena banyak kabel listrik putus tertimpa pohon tumbang. Kita utamakan keselamatan semua,” terangnya.

Laporan yang diterima dari aparatur di wilayah, tercatat ada delapan desa tersebar di Kecamatan Tenjo dan Parungpanjang yang diterjang angin puting beliung.

“Banyak yang terdampak. Sementara enam desa di Parungpanjang dan dua desa di Tenjo,” kata dia.

Dalam sepekan terakhir ini, beberapa wilayah di Kabupaten Bogor diterjang angin puting beliung. Dampak terjangan angin puting beliung dan hujan deras tersebut merusak banyak atap bangunan rumah dan pohon tumbang.

Tinjauan Manajemen Resiko dan Asuransi

  • Asuransi kesehatan
  • Asuransi properti
  • Asuransi kecelakaan diri
  • Asuransi kendaraan bermotor

 

  1. Kebakaran di Central Park Tanjung Duren, 13 Unit Damkar Dikerahkan

Tempo.co – Sabtu, 26 September 2020 | 07:39 WIB

TEMPO.CO, Jakarta – Sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran disingkat Damkar dikerahkan petugas untuk memadamkan kebakaran di Central Park Tanjung Duren, Jakarta Barat, tepatnya di bagian gudang basement.

“Saat ini dalam proses pemadaman 13 unit DPK dikerahkan,” cuit akun Twitter BPBD DKI Jakarta @BPBD yang dipantau di Jakarta, Sabtu, 26 September 2020.

Kebakaran gudang basement tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 04.10 WIB. Hingga kini belum diketahui penyebab kebakaran.

Selain itu, juga belum diketahui apakah ada korban jiwa atau tidak serta jumlah kerugian dari kobaran api yang harus dipadamkan dengan mengerahkan 13 unit mobil pemadam tersebut.

Tinjauan Manajemen Resiko dan Asuransi

  • Asuransi kebakaran Indonesia
  • Asuransi property
  • Asuransi kendaraan bermotor

 

  1. Kecelakaan Truk Muatan Kacang Masuk ke Sungai Setelah Hindari Trailer Putar Arah di Demak
Kecelakaan Truk

Tribunews Jateng – Senin, 28 September 2020 | 13:24 WIB

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Sebuah truk trailer bernopol B 9897 RZ tergelincir ke sungai setelah menyeruduk truk trailer bernopol K 1521 HK di jalur pantura jalan Sultan Patah Demak, Minggu (27/9/2020) malam.

Seorang saksi, Mustain (23) menuturkan, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 23.00 WIB.

“Saat itu saya sedang kerja menambal ban di dekat lokasi kejadian.

Saya mendengar bunyi ‘braak’, lalu saya lihat truk jatuh ke sungai.

Saya kemudian lari menuju truk tersebut dan turun ke sungai untuk membantu sopir,” kata Mustain.

Sopir truk trailer yang terperosok ke sungai tersebut, Daud (30) menuturkan, truk yang dikendarainya itu melaju dari arah Demak.Ia mengaku dirinya berada di belakang truk bernopol K 1521 HK yang hendak memutar arah dari depan PT PP Persero.

“Saya dari Demak menuju ke Semarang, mau ke Jakarta bawa kacang. Sementara truk yang satu mau belok untuk putar balik. Saya di jalur kanan, setelah di jalur kanan dia langsung motong.

Setelah itu saya pelan-pelan membuang ke kanan, bapak itu maju terus dan kepalanya nongol ke jalur sebelah, ya sudah nendang,” jelas Daud.

Sementara sopir truk bernopol K 1521 HK Sanamat menuturkan, truk yang dikendarainya tersebut memuat karton. Ia mengaku hendak kembali ke arah Demak.

“Saya dari Demak mau ke Demak lagi, putar balik. Sudah gitu saja,” kata Sanamat.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Sejauh pantauan tribunjateng.com hingga pukul 23.45 truk belum dievakuasi. (idy)

Tinjauan Manajemen Resiko dan Asuransi

  • Asuransi kendaraan bermotor
  • Asuransi property
  • Asuransi marine cargo
  • Asuransi kecelakaan diri
  1. Motor Mahasiswa Ini Ringsek Usai Seruduk Truk yang Sedang Parkir di Jalan Raya Kelapa
Kecelakaan Lalulintas

Bangkapos.com

BANGKAPOS.COM, BANGKA– Sepeda motor Yamaha MX King milik Saparudin (22) mahasiswa yang tinggal di Pal III Dusun Daya Baru, Desa Belo Laut, ringsek setelah menghantam bagian belakang bak truk BN.8054 RP yang dikemudikan Atera.

Kecelakaan tersebut terjadi saat truk tengah parkir di tepi jalan depan warung makan Yeyen, jalan Raya Kelapa, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (25/9/2020) kemarin.

Akibat kecelakaan tersebut korban Saparudin mengalami luka di kepala bagian depan dan dibawa ke puskesmas simpang Teritip lalu sebelum dirujuk ke rumah sakit KIM pangkalpinang.

“Kecelakaan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Posisi truk sedang terparkir. Untuk keadaan korban sampai sekarang belum diketahui pasti kondisinya dan untuk sepeda motor mengalami ringsek terutama pada bagian depan,” ungkap Kasat Lantas Polres Bangka Barat Iptu April Yadi, Sabtu (26/9/2020)

Menurut April Yadi, kecelakaan bermula saat sepeda motor yang dikemudikan Saparudin, melaju dari arah Muntok.

Tepat didepan warung makan Yeyen menabrak bagian belakang sebelah kanan mobil dump truk yang sedang berhenti parkir.

Pasca kejadian, anggota Sat Lantas Polres Bangka Barat dibantu unit laka Polsek Kelapa melakukan evakuasi terhadap kendaraan yang terlibat kecelakaan.

“Untuk mobil dump truk dan pengemudi beserta sepeda motor korban sudah diamankan di mako sat lantas polres bangka barat,” kata April.

Tinjauan Manajemen Resiko dan Asuransi

  • Asuransi kendaraan bermotor
  • Asuransi marine cargo
  • Asuransi property
  • Asuransi kecelakaan diri

Demikian 7 berita kecelakaan pilihan minggu ini. Semoga kita semua terhindar dari musibah seperti ini. Aamin…

Informasi ini dipersembahkan oleh L&G Risk Broker Asuransi 

Salam

Klik Untuk Menuliskan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top