InsurTech

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan oleh Broker Asuransi sebelum membeli Insurance Broking System

Liga Asuransi – Sidang pembaca yang luar biasa. Sebagai dampak nyata dari wabah COVID-19 adalah terjadinya perubahan pola bisnis secara drastis dari konvensional ke digitalisasi di segala bidang industri. Termasuk industri perasuransian dan tidak ketinggalan di bidang industri broker asuransi. 

Bagi perusahaan yang tidak dapat mengikuti perubahan ini mereka akan sulit untuk bertahan bahkan menurut data yang dikeluarkan lembaga survey internasional bahwa hanya sekitar 25% dari perusahaan yang ada yang dapat bertahan jika mereka tidak segera melakukan penyesuaian. (Silahkan membaca ulasan mengenai hal ini di artikel kami berjudul Diramal Tumbuh 7% di Negara Berkembang, Bagaimana Proyeksi Asuransi Umum Secara Global?)

Selain itu digitalisasi industri perasuransian sudah menjadi program pemerintah yang dimuat dalam program Digital Finance Innovation Road Map and Action Plan 2020 -2024. 

Industri pialang asuransi mengalami dampak yang signifikan dari perubahaan ini. Kita ketahui bersama, bahwa tugas pokok dari sebuah perusahaan broker asuransi sangat kompleks. Selain harus mampu melayani berbagai jenis jaminan asuransi, broker juga bertugas melakukan penilaian/analisis risiko, berkonsultasi dengan pelanggan, memberikan informasi terbaru tentang peraturan dan perkembangan industri perasuransian serta membantu penyelesaian klaim. Selain itu broker juga membantu karyawan untuk pengembangan pengetahuan, dan menyelesaikan  berbagai masalah internal dengan dengan solusi terbaik. 

Diantara tugas-tugas pokok perusahaan broker asuransi antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Memasarkan dan menjual berbagai macam jenis polis asuransi  sambil memberikan konsultasikan kepada pelanggan, menjelaskan secara detail isi polis asuransi , pemilihan perusahaan asuransi  yang terbaik dengan jaminan yang paling sesuai untuk setiap klien.
  2. Menganalisis dan memeriksa aset yang akan diasuransikan seperti property, proyek, alat konstruksi dan menilai tingkat kemungkinan risiko, dll.
  3. Menilai dan menganalisa risiko pelanggan saat menawarkan asuransi properti atau kesehatan: menyelidiki latar belakang pelanggan, mengevaluasi catatan medis,kondisi  keuangan, kriminal, atau lainnya.
  4. Mengembangkan paket perlindungan khusus sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
  5. Mengelola pembayaran premi 
  6. Tugas-tugas administrasi
  7. Mengelola klaim

Seperti yang  terlihat di atas, broker asuransi memiliki banyak sekali tugas yang harus diselesaikan. Mereka menghadapi tantangan yang berbeda-beda dalam menjalankan peran mereka. 

Untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab tersebut diperlukan sebuah sistem yang dapat membantu menyederhanakan proses, menyediakan data yang akurat serta informasi yang lengkap dan menyeluruh.

Untuk mendapatkan gambaran tentang tantangan broker asuransi  berikut ini kami tuliskan analisa dari tantangan-tantangan tersebut dan solusi teknologi yang diperlukan:

  • Customer Experience – Pengalaman Pelanggan

Di dunia yang serba cepat seperti saat ini, klien begitu mudah untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan agar bisa mendapatkan layanan yang lebih baik. Sebelum mengambil keputusan untuk membeli, orang melakukan penelitian secara rinci tentang produk yang mereka butuhkan secara online terlebih dahulu. Untuk menghadapi tantangan seperti ini, pialang asuransi harus mampu memberikan pendekatan yang lebih menarik bagi klien.

Solusi Teknologi – Customer Relationship Management (CRM)

Diperlukan sebuah perangkat lunak (software) khusus untuk broker/pialang asuransi yang dapat memberikan informasi lengkap tentang riwayat dan data pelanggan. Dengan adanya software ini, broker dapat dengan mudah memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan. 

Broker dituntut untuk menyediakan informasi, data dan korespondensi yang terjadi sebelumnya secara lengkap seperti email, catatan, data keuangan, data perusahaan dan informasi penting lainnya dengan hanya menggunakan ujung jari mereka. Dengan demikian  pelanggan akan puas karena mereka bisa mendapatkan rekomendasi dan layanan yang bersifat pribadi hanya dalam sekejap. 

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diatas dapat disediakan oleh modul software dalam bentuk Customer Relationship Management (CRM).

 

  • Productivity 

Karena inovasi dilakukan secara terus-menerus, broker/pialang asuransi perlu mengubah cara mereka dalam mengelola pekerjaan secara teratur dan berkelanjutan agar bisa memanfaatkan setiap peluang yang ada dan mampu mewujudkan rencana bisnis mereka.

Perusahaan broker asuransi harus memodernisasi perangkat lunak yang lama dan mengembangkan sistem baru yang dapat memberikan informasi sebanyak mungkin tentang pelanggan. Hasilnya, setiap broker dapat mempunyai akses ke pusat informasi yang dibutuhkan dan dapat membagikannya  dengan sederhana kepada yang memerlukan. 

Solusi Teknologi – Integrated Insurance Broking System

Saat ini otomatisasi adalah tren baru di industri apapun termasuk di bidang broker asuransi. Otomatisasi dapat membantu untuk menghilangkan tugas yang berulang-ulang, rutin dan manual sehingga dapat menghemat waktu dan broker bisa fokus kepada aktivitas utama yaitu pengembangkan usaha.

Transformasi atau modernisasi digital dapat membantu meningkatkan efisiensi dari proses kerja broker asuransi, mengurangi biaya administrasi, dan dapat menghasilkan lebih banyak prospek baru. Untuk itu, solusi yang diberikan oleh sebuah Integrated Insurance Broking System menjadi solusi yang tepat terutama bagi yang sudah memiliki pengalaman dalam penggunaan broking system yang intuitif dan dengan desain yang ramah bagi penggunanya.

 

  • Lead Generation – Mendapatkan Klien Baru 

Untuk dapat menghasilkan prospek baru, kini pialang asuransi menghadapi begitu banyak tantangan. Ketika pelanggan membutuhkan jaminan asuransi, pelanggan sebagai langkah awal mereka memilih untuk mendapatkan informasi secara online. Mereka akan membandingkan kualitas layanan, profile perusahaan dan menganalisis luas jaminan dan biaya premi yang diperlukan sendiri.

Solusi  – Digital Marketing 

Baca Juga :   FAQ: 7 Pertanyaan Mengenai Ekosistem Asuransi Dan Insurtech

Di era digital ini, pialang asuransi semakin sulit untuk mendapatkan prospek baru jika mereka tidak mendapatkan data-data dari prospek. Kebanyakan prospek tidak setuju untuk memberikan informasi milik mereka untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan Anda. Sebagai solusinya kini banyak perusahaan insurtech memanfaatkan blog, portal dan saluran media sosial untuk menarik lebih banyak pelanggan. 

Untuk meningkatkan perolehan prospek baru, broker perlu menemukan strategi pemasaran dengan memberikan informasi yang sangat berguna kepada klien mereka untuk dapat membantu konsumen memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan mereka.

 

  • Sales Process – Proses Penjualan

Dengan memiliki alur kerja yang otomatis dan sistem manajemen yang baik, tidak berarti penjualan Anda akan meningkat secara instan. Ada korelasi langsung antara kualitas manajemen penjualan dan pertumbuhan pendapatan, itulah sebabnya proses penjualan juga harus diotomatisasikan dan ditingkatkan.

Solusi – Integrated Insurance Broking Systems 

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, broker asuransi terlebih dahulu harus mendefinisikan dengan jelas proses penjualan yang terbaik bagi mereka. Bagaimana cara mengelola hubungan pelanggan, menghasilkan prospek baru, dll. Setiap tahapan proses penjualan harus didefinisikan dengan jelas, dilacak, dan diukur.Hal ini akan dapat memastikan bahwa setiap karyawan tahu apa yang perlu mereka lakukan untuk mencapai tujuan bersama atau menyelesaikan tugas mereka. 

System CRM menjadi alat terbaik untuk mengoptimalkan proses penjualan. Untuk merampingkan proses penjualan, Anda juga dapat menggunakan analisis aktivitas, dan pembinaan.

Sebagai kesimpulan, untuk dapat beroperasi secara maksimal di era digitalisasi sebuah perusahaan broker asuransi harus mempunyai digital system dan digital talent atau orang yang menguasai operasional dari sistem digital. 

Agar digital system yang dimiliki dapat memberikan hasil yang maksimal, berikut ini kami tuliskan fitur-fitur yang diperlukan oleh sebuah perusahaan broker asuransi maupun broker reasuransi dari Integrated Insurance Broking System:

  • Customer Relationship Management (CRM)
  • Broker Relationship Management (BRM)
  • Document Management (DM)
  • Insurance/Claim/policies/Renewals/Midterms
  • Commission and payment
  • Business Reporting and Dashboard
  • Website and broker Portals
  • Dairy, task and workflow system
  • Marketing 
  • Security
  • Alert and notification
  • Custom features and demand 

Ketika memilih Insurance Broking System yang tepat sebaiknya Anda mengutamakan system yang sudah jadi yang sudah melewati uji coba dan bahkan sudah digunakan oleh broker asuransi yang lain. Apalagi jika Anda membutuhkan system segera dan dapat dioperasikan.

Sistem yang sudah jadi, dapat membantu mengotomatisasikan proses manajemen data untuk menghilangkan kesalahan dan meningkatkan efisiensi. Selain itu, semua yang dibutuhkan broker disimpan di satu tempat.

Bentuk sistem yang sudah jadi ini disebut dengan singkatan  SaaS.  Saas adalah singkatan dari Software as a Service. Anda bisa langsung terhubung dengan teknologi berbasis cloud yang memudahkan Anda dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. 

Namun, jika Anda menginginkan system yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda, insurance broking system yang customized dengan kebutuhan anda  maka sebaiknya anda mengambil pilihan License untuk membangun system bersama broking system developer. Perlu diingat bahwa diperlukan waktu dan desain khusus dan biaya yang relatif lebih tinggi pada tahap awal.

Jika Anda memutuskan untuk memesan dan mengembangkan program pialang asuransi untuk dipakai sendiri, Anda harus mengetahui proses pengembangan dasar. Diperlukan beberapa bulan hingga beberapa tahun untuk bisa mengembangkan solusi khusus, namun. Pertanyaannya apakah anda punya waktu yang cukup untuk menunggu selama itu. 

Di Indonesia, hingga saat ini jumlah perusahaan pialang asuransi baik direct maupun reasuransi yang sudah memiliki Integrated Broking System yang sudah berjalan dengan baik (established) baru sekitar 10% dari total 200an perusahaan. Sisanya mereka berusaha membangun sendiri sistemnya akan tetapi baru sedikit yang sudah bisa beroperasi dengan baik. Lebih banyak yang gagal walaupun mereka sudah menginvestasikan dana yang cukup besar dan menghabiskan waktu bertahun-tahun.

Tantangan utama di dalam membangun broking system secara internal adalah sulitnya menemukan keseimbangan antara ahli pialang asuransi yang memahami software dengan ahli software yang memahami insurance broking. 

Salah satu perusahaan penyedia software Insurance Broking System di Indonesia yang memenuhi kriteria diatas dan sudah digunakan oleh beberapa perusahaan broker asuransi direct broker dan reinsurance broker adalah LIGASYS. LIGASYS dirancang oleh ahli broker asuransi dan dikembangkan oleh ahli software. Mereka mempunyai tagline “Designed by insurance brokers, developed by software engineers”.

Hubungi LIGASYS sekarang juga!

Tulisan ini dipersembahkan oleh LIGASYS penyedia Integrated Insurance Broking System untuk direct broker dan reinsurance broker. LIGASYS sangat membantu untuk menyederhanakan proses dan membuat laporan sesuai dengan ketentuan. Saat ini LIGASYS sudah digunakan oleh beberapa perusahaan broker dan broker reasuransi.

Untuk informasi lebih lengkap tentang LIGASYS hubungi Jamil General Manager di 08129616310, 081286300922 dan email muhamad.jamil@ligasys.co.id 

Klik Untuk Menuliskan Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top