{"id":3298,"date":"2021-04-06T17:24:03","date_gmt":"2021-04-06T10:24:03","guid":{"rendered":"http:\/\/ligaasuransi.com\/?p=3298"},"modified":"2024-08-09T12:21:45","modified_gmt":"2024-08-09T05:21:45","slug":"ini-dia-20-risiko-konstruksi-yang-perlu-anda-ketahui-sebelum-memulai-proyek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ligaasuransi.com\/zh\/ini-dia-20-risiko-konstruksi-yang-perlu-anda-ketahui-sebelum-memulai-proyek\/","title":{"rendered":"Ini dia 20 Risiko Konstruksi Yang perlu Anda ketahui sebelum memulai Proyek"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"http:\/\/ligaasuransi.com\">Liga Asuransi<\/a> &#8211; Sidang pembaca yang luar biasa. Kembali kami menulis tentang manajemen risiko dan asuransi untuk proyek konstruksi. Meskipun kami sudah menulis lebih dari 10 tulisan di website ini, namun masih banyak penjelasan yang ingin kami sampaikan kepada Anda tentang manajemen risiko dan asuransi mengenai proyek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai broker asuransi dan konsultan asuransi yang fokus di bidang resiko enjinering atau lebih khusus di bidang resiko proyek konstruksi sejak 30 tahun lalu, kami menemukan banyak kasus dan persoalan dalam penyelesaian klaim asuransi yang merugikan pemilik proyek.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu Anda ketahui bahwa tidak banyak industri lain yang menghadapi resiko begitu banyak seperti yang dihadapi oleh industri konstruksi. Yang dimaksud dengan risiko adalah kecelakaan yang tak terduga yang dapat menggagalkan rencana proyek Anda. Oleh karena itu sejak awal perlu memperhitungkan dengan seksama setiap kemungkinan risiko dari setiap proyek konstruksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Resiko proyek pembangunan\/konstruksi jauh lebih besar dan sangat tidak dapat diduga. Setiap proyek itu unik. Pada umumnya setiap proyek konstruksi melibatkan banyak perusahaan independen (sub kontraktor, konsultan, supplier) yang harus bisa bekerja sama. Dan manajer proyek dituntut untuk mampu menangani semua masalah yang ada mulai dari pasokan material, cuaca, dan tenaga kerja dan lain-lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu cara terbaik untuk meminimalkan risiko proyek konstruksi adalah dengan mempersiapkan diri\u00a0 sepenuhnya sebelum segala sesuatu berubah menjadi masalah. Oleh karena itu perlu dipelajari lebih lanjut tentang\u00a0 bagaimana cara mengelola risiko dalam industri konstruksi.<\/span><\/p>\n<p><b>7 RISIKO UTAMA DALAM PROYEK KONSTRUKSI<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil dari studi akademis yang mendalam dari konsultan internasional tentang risiko proyek konstruksi menyimpulkan bahwa ada tujuh resiko penting yang dapat menggagalkan sebuah proyek. Rinciannya sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p><b>A. Design risks<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Design errors and omissions<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalahan dan kelalaian ketika membuat rancangan proyek sehingga menjadi penyebab kecelakaan atau penundaan proyek<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">The design process takes longer than anticipated<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu penyelesaian desain lama dan menyebabkan tertundanya pembangunan<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Stakeholders request late changes<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemilik atau pemegang saham kadang suka meminta perubahan desain setelah disepakati<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Failure to carry out the works in accordance with the contract<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kegagalan para pelaksana proyek mengikuti desain yang sudah ada dan tercantum di dalam kontrak<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">External risks<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ancaman resiko yang datang dari luar<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">New stakeholders emerge and request changes<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemegang saham baru yang tiba-tiba meminta perubahan\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Public objections<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penolakan dari masyarakat\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Laws and local standards change<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan peraturan peraturan daerah\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tax change<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan ketentuan perpajakan\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>B. Environmental risks<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Environmental analysis incomplete<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Analisa dampak lingkungan yang tidak lengkap\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">New alternatives required to avoid, mitigate or minimize environmental impact<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya permintaan untuk menghindari resiko dan mengurangi dampak terhadap lingkungan<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>C<\/strong><b>. Organizational risks<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Inexperienced workforce and staff turnover<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anggota team kerja yang kurang berpengalaman dan tingginya tingkat penggantian karyawan\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Delayed deliveries<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengiriman barang yang terlambat<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lack of protection on a construction site<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kurangnya pengamanan terhadap lokasi proyek<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>D. Project management risks<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Failure to comply with contractual quality requirements<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kegagalan dalam mengikuti syarat dan ketentuan kontrak<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Scheduling errors, contractor delays<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penundaan dan keterlambatan dari kontraktor<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Project team conflicts<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perselisihan antara para pihak yang terlibat di dalam kontrak\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>E. Right of way risks<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Expired temporary construction permits<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Habisnya jangka waktu izin pembangunan\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Contradictions in the construction documents<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal-hal yang saling bertentangan dalam dokumen proyek<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>F. Construction risks<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Property cost overruns<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya proyek yang melebihi anggaran\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Technology changes<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan teknologi<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">MANFAAT DARI ANALISA RESIKO DALAM KONSTRUKSI<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hampir setiap manajer proyek paham bahwa pekerjaan konstruksi mempunyai resiko tingkat ketidakpastian yang tinggi. Oleh karena itu melakukan penilaian risiko secara menyeluruh merupakan langkah penting yang perlu dilakukan oleh seorang manajer proyek. Lebih lanjut, studi membuktikan manfaat dari menganalisis risiko dalam proyek konstruksi adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membantu menilai dan memastikan kelayakan proyek<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat meminimalisir kerugian<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengidentifikasi risiko proyek dan mengukur potensi biaya masing-masing<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menentukan apakah proyek Anda akan menghasilkan keuntungan yang memadai pada proyek\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Menjaga premi asuransi pada tingkat yang dapat diterima<\/b><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membatasi klaim ganti rugi profesional<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melindungi kredibilitas dan reputasi perusahaan Anda\\<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelaporan risiko kepada broker asuransi\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>4 LANGKAH UNTUK MENGELOLA RISIKO DALAM PROYEK KONSTRUKSI<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil penelitian tentang risiko proyek konstruksi menunjukkan bahwa risiko tersebut dapat dikelola dengan sukses menggunakan proses empat langkah berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Risk Identification\/Identifikasi risiko<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bekerjalah secara kolaboratif dengan pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi segala hal yang mungkin salah dengan proyek.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Risk assessment\/menilai resiko<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan penilaian risiko mulai dari yang terendah sampai yang tertinggi. Perhitungkan dan nilai dampaknya terhadap proyek jika resiko itu terjadi. Utamakan dengan resiko yang lebih besar terlebih dahulu.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Risk mitigation\/Pemindahan resiko<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Buat rencana bagaimana caranya untuk mengurangi resiko sehingga kemungkinan untuk terjadi menjadi sangat kecil. Kemudian susun langkah-langkah pencegahan sehingga kemungkinan terjadinya menjadi sangat kecil.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Risk monitoring\/pemantauan risiko<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara teratur nilai dan evaluasi perkembangan proyek dan perhatikan jika ada tanda-tanda proyek akan adanya potensi kecelakaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menggunakan program kerja ini, sangat penting bagi manajer proyek untuk mengatur pertemuan dengan pemangku kepentingan (arsitek, pemilik, kontraktor dan sub-kontraktor) untuk menentukan semua risiko dan mengelola resiko yang dihadapi proyek ini secara khusus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada resiko-resiko umum yang berpotensi dihadapi oleh semua proyek (misalnya cuaca yang tidak dapat diprediksi), namun ada pula risiko-resiko khusus yang dihadapi oleh setiap bangunan. Misalnya, arsitek mungkin saja merancang fitur fasad yang tidak biasa yang belum pernah dibuat oleh siapa pun sebelumnya. Oleh karena itu, Anda perlu menganalisa semua hal yang salah dan mencari cara bagaimana mengatasinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara terbaik untuk pengelolaan manajemen risiko dan asuransi adalah dengan bekerjasama dengan broker asuransi dan konsultan asuransi yang sudah berpengalaman di bidan resiko proyek. Mereka mempunyai pengetahuan yang lengkap mengenai resiko dan kecelakaan yang terjadi di berbagai jenis proyek dan di berbagai daerah. Mereka juga sudah mengenai profil dan track record dari banyak perusahaan kontraktor dalam menyelesaikan berbagai proyek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain membagikan pengalamannya, broker asuransi juga mampu merancang program asuransi yang sesuai dengan karakter proyek yang akan dibangun. Dengan demikian bisa didapatkan jaminan asuransi yang maksimal yang dapat mengatasi kerugian besar yang bisa terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Broker asuransi juga memilihkan perusahaan asuransi terbaik yang mempunyai kapasitas asuransi untuk mengambil resiko. Tidak hanya itu saja broker asuransi juga memilihkan perusahaan asuransi yang mempunyai track record dan sikap yang baik jika terjadi klaim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi pemilik proyek maupun bagi kontraktor, broker asuransi juga bertindak sebagai Advocate atau pengacara jika terjadi kecelakaan. Broker asuransi yang akan maju menghadapi perusahaan dan juga loss adjuster yang ditunjuk oleh perusahaan asuransi. Semua itu tanpa biaya tambahan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan ilmu, pengalaman dan hubungannya yang luas di dalam industri perasuransian, semua hal itu sangat berguna bagi broker asuransi untuk mempercepat penyelesaian klaim dan memaksimal nilai klaim. Oleh karena itu untuk semua proyek konstruksi Anda selalu gunakan jasa broker asuransi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu broker asuransi yang berpengalaman di bidang asuransi proyek adalah <\/span><b>L&amp;G Insurance Broker.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Untuk proyek Anda hubungi L&amp;G sekarang juga!<\/span><\/p>\n<h3>\u2014<\/h3>\n<h3>HOTLINE L&amp;G 24JAM: 0811-8507-773 (CALL \u2013 WHATSAPP CHAT \u2013 SMS)<\/h3>\n<p>website:\u00a0<a href=\"http:\/\/lngrisk.co.id\/\">lngrisk.co.id<\/a><\/p>\n<p>E-mail: customer.support@lngrisk.co.id<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"jNfDL79QPJ\"><p><a href=\"https:\/\/ligaasuransi.com\/agen-vs-broker-asuransi-apa-perbedaannya\/\">Agen vs Broker Asuransi, Apa Perbedaannya?<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Agen vs Broker Asuransi, Apa Perbedaannya?&#8221; &#8212; LigaAsuransi\" src=\"https:\/\/ligaasuransi.com\/agen-vs-broker-asuransi-apa-perbedaannya\/embed\/#?secret=tPTkGL9awq#?secret=jNfDL79QPJ\" data-secret=\"jNfDL79QPJ\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Liga Asuransi &#8211; Sidang pembaca yang luar biasa. K [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3299,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[60,1003],"tags":[186,556],"class_list":{"0":"post-3298","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-asuransi-konstruksi","8":"category-engineering","9":"tag-asuransi-konstruksi","10":"tag-risiko-konstruksi"},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3298","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3298"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3298\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6112,"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3298\/revisions\/6112"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3299"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3298"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3298"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3298"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}