{"id":2994,"date":"2021-02-02T11:23:22","date_gmt":"2021-02-02T04:23:22","guid":{"rendered":"http:\/\/ligaasuransi.com\/?p=2994"},"modified":"2021-02-02T11:23:22","modified_gmt":"2021-02-02T04:23:22","slug":"diramal-tumbuh-7-di-negara-berkembang-bagaimana-proyeksi-asuransi-umum-secara-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/diramal-tumbuh-7-di-negara-berkembang-bagaimana-proyeksi-asuransi-umum-secara-global\/","title":{"rendered":"Diramal Tumbuh 7% di Negara Berkembang, Bagaimana Proyeksi Asuransi Umum Secara Global?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"http:\/\/ligaasuransi.com\">Liga Asuransi<\/a> &#8211; Sidang pembaca yang luar biasa, di hari Selasa yang berbahagia ini, Kembali kami bagikan berita seputar asuransi yang menarik untuk Anda. Berita baik datang dari industri asuransi umum sebagaimana yang kami lansir dari Bisnis.com Kamis, 28 Januari 2021, Industri asuransi umum di negara berkembang diproyeksikan akan tumbuh hingga 7 persen pada 2021, melebihi proyeksi pertumbuhan secara global. Jika proyeksi itu tercapai, pertumbuhan bisnis asuransi kembali mendekati kondisi sebelum pandemi Covid-19.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan riset Swiss Re Institute, pertumbuhan bisnis\u00a0asuransi\u00a0secara global diproyeksikan mencapai 3 persen pada 2021. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan perkiraan pertumbuhan bisnis secara global yang 0 persen pada 2020.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Swiss Re mencatat terdapat perbedaan proyeksi bisnis di pasar asuransi negara maju dan negara berkembang. Pada 2021 ini, industri asuransi di negara maju diperkirakan hanya tumbuh 3 persen, sedangkan di negara berkembang dapat tumbuh hingga 7 persen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Vice Chairman and US Insurance Leader\u00a0Deloitte\u00a0Gary Shaw mengolah temuan itu dalam risetnya tentang outlook bisnis asuransi pada 2021. Deloitte menemukan bahwa sebagian besar perusahaan asuransi mampu beradaptasi dengan cepat dalam menghadapi pandemi Covid-19, tetapi masih terdapat kendala untuk mengejar profitabilitas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Shaw menyatakan bahwa pandemi menghantam kinerja banyak perusahaan\u00a0asuransi\u00a0pada paruh pertama 2020. Dampak terbesar terjadi dalam proteksi pembatalan acara dan kompensasi pekerja, seiring harus dihentikannya berbagai aktivitas tatap muka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat dampak pandemi pada operasional pekerjaan, aktivitas bisnis, dan perdagangan, Deloitte pun memperkirakan bahwa premi asuransi umum secara global relatif tidak berkembang besar pada 2020.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam surveinya secara global,\u00a0Deloitte\u00a0menemukan bahwa banyak perusahaan\u00a0asuransi\u00a0merasa strategi yang mereka lakukan sepanjang 2020 masih sesuai untuk diterapkan saat ini. Hal tersebut terjadi salah satunya karena adaptasi setelah dihantam oleh hambatan karena pandemi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;48 persen dari 200 eksekutif asuransi setuju bahwa pandemi menunjukkan betapa tidak siapnya bisnis asuransi untuk menghadapi badai ekonomi tersebut, sementara hanya 25 persen yang sangat setuju bahwa perusahaannya memiliki visi dan rencana tindakan yang jelas untuk mempertahankan ketahanan operasional dan keuangan selama krisis,&#8221; tulis Shaw dalam laporan 2021 Insurance Outlook yang dikutip\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bisnis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0pada Rabu (27\/1\/2021).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Deloitte pun memperkirakan pandemi yang masih terjadi akan terus membebani lini bisnis properti, lebih berat dibandingkan dengan lini bisnis lainnya. Shaw pun menyoroti penurunan peroleh premi dari usaha-usaha kecil yang terpukul karena penutupan atau pembatasan aktivitas bisnis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kinerja lini bisnis asuransi kendaraan turut terdampak selama pandemi Covid-19. Di benua Amerika, perusahaan-perusahaan asuransi mencatatkan kerugian setelah memberikan potongan premi kepada pemegang polis asuransi, karena adanya perkiraan berkurangnya jumlah pengemudi dan frekuensi kecelakaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketua Umum\u00a0Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)\u00a0Hastanto Sri Margi Widodo menilai bahwa industri asuransi kerugian harus mampu memastikan kualitas finansialnya dalam menghadapi 2021 ini. Kekuatan finansial akan mampu menjaga operasional dan memastikan kewajiban kepada nasabah terpenuhi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia menekankan bahwa bisnis asuransi harus selalu berpegangan kepada prinsip menggunakan ekuitas untuk menyerap risiko atau liabilitas. Pendapatan dapat diperoleh setelah ekuitas melewati liabilitasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kalau ada masalah di solvensi, turunkan\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sales<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya,\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">top line<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0itu\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">meaningless<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang penting adalah<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0earning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya. Asuransi adalah semua soal liabilitas,&#8221; ujar Widodo belum lama ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia menilai bahwa risiko terbesar yang dikhawatirkan industri asuransi kerugian adalah deviasi pemburukan terhadap hasil perhitungan saat membangun produk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIni terkait dengan kemampuan memenuhi liabilitas jangka panjang. Kalau itu memang terjadi maka diperlukan penambahan modal untuk menutup liabilitas,\u201d ujar Widodo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurutnya, AAUI selalu menekankan para anggotanya agar mengelola liabilitas dengan baik. Dia menilai bahwa marwah industri asuransi adalah mengelola risiko atau liabilitas dengan aset yang ada, sehingga manajemen aset dan liabilitas itu menjadi kunci.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menampilkan berita ini, kami senantiasa berharap kepada Anda khususnya sebagai pelaku usaha asuransi serta tertanggung untuk tetap optimis meraih target di tahun yang penuh dengan perubahan ini.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Anda yang tengah menjalankan pekerjaan yang dapat menimbulkan risiko besar, Solusi terbaik adalah dengan senantiasa mengasuransikan tanggungan Anda karena Banyak sekali resiko yang dapat terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya untuk mendapatkan jaminan asuransi umum terbaik tidaklah mudah. Diperlukan pengetahuan, keterampilan dan hubungan yang luas dengan industri perasuransian terutama dengan perusahaan asuransi yang mempunyai kemampuan untuk menjamin\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu jika terjadi kecelakaan tidak mudah untuk mengurus dan menyelesaikannya. Disinilah peran penting dari perusahaan <a href=\"http:\/\/lngrisk.co.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">broker asuransi<\/a> untuk Anda. Semua urusan klaim <strong>broker asuransi<\/strong> yang akan mengurusnya. Anda cukup mendukung dengan menyediakan informasi yang dibutuhkan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Liga Asuransi &#8211; Sidang pembaca yang luar biasa, di hari Selasa yang berbahagia ini, Kembali kami bagikan berita seputar asuransi yang menarik untuk Anda. Berita baik datang dari industri asuransi umum sebagaimana yang kami lansir dari Bisnis.com Kamis, 28 Januari 2021, Industri asuransi umum di negara berkembang diproyeksikan akan tumbuh hingga 7 persen pada 2021, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2995,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[104,155,326,587],"class_list":{"0":"post-2994","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-general-insurance","8":"tag-asuransi","9":"tag-asuransi-indonesia","10":"tag-broker-asuransi","11":"tag-top-news-asuransi"},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2994","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2994"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2994\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2995"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2994"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2994"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2994"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}