{"id":2102,"date":"2020-06-19T13:59:58","date_gmt":"2020-06-19T06:59:58","guid":{"rendered":"http:\/\/ligaasuransi.com\/?p=2102"},"modified":"2020-06-19T13:59:58","modified_gmt":"2020-06-19T06:59:58","slug":"8-perbedaan-antara-asuransi-syariah-dan-konvensional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/8-perbedaan-antara-asuransi-syariah-dan-konvensional\/","title":{"rendered":"8 perbedaan antara asuransi Syariah dan Konvensional"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"http:\/\/ligaasuransi.com\">Liga Asuransi<\/a> &#8211; Sudah sejak lama ada keinginan yang kuat dari umat Islam untuk melakukan semua aspek kehidupannya sesuai dengan syariat Islam. Termasuk dalam berasuransi guna memberikan perlindungan keuangan atas harta, diri dan keluarganya. Tapi sayangnya waktu itu belum ada lembaga asuransi yang sesuai dengan keinginan tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini kerinduan umat Islam itu sudah terjawab. Sudah ada program perlindungan yang sejalan dengan syariat Islam yaitu <\/span><b>Asuransi Syariah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Konsep asuransi syariah sebenarnya sudah ada sejak zaman nabi Muhammad SAW masih hidup yang dibuktikan dengan konsep tolong menolong atau Takaful.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara konsep asuransi konvensional atau asuransi moderen yang kita kenal sekarang ini sudah mulai diperkenalkan sejak abad ke 16 di Eropah oleh para pedagang dan pengusaha perkapalan yang berkumpul di warung kopi milik Edward Lloyd di London.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai <\/span><b>broker dan konsultan asuransi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, kami ingin menjelaskan perbedaan antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional seperti berikut ini:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td class=\"no\" style=\"text-align: center;\"><b>No.<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><b>Prinsip Dasar<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><b>Asuransi Syariah<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><b>Asuransi Konvensional<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">1.<\/span><\/td>\n<td><b>Kontrak Asuransi<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan Akad Hibah (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tabarru\u2019<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). T<\/span><b>abarru<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki makna donasi atau sumbangan. Dana <\/span><b>Tabarru<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah dana yang terkumpul dari uang partisipasi seluruh peserta Asuransi Syariah. Mereka bersedia untuk saling tolong-menolong bila terjadi musibah. Konsep ini juga disebut sebagai \u201crisk sharing\u201d antar peserta.<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kontrak asuransi dilakukan seperti transaksi biasa pada umumnya dimana Nasabah (tertanggung) menyepakati kontrak (premi, rentang waktu, dan lainnya) yang diajukan oleh perusahaan asuransi. Konsep perjanjian pada asuransi konvensional adalah memindahkan resiko dari peserta kepada perusahaan secara penuh atau \u201crisk transfer\u201d\u00a0\u00a0<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2.<\/span><\/td>\n<td><b>Status Kepemilikan Dana<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Dana asuransi Syariah menjadi milik bersama semua peserta asuransi. Ketika ada peserta yang membutuhkan, peserta lain akan membantu melalui dana kontribusi yang ada<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Dana yang didapat dalam bentuk premi dicatat sebagai dana perusahaan asuransi dan dikelola sendiri. Dialokasikan sesuai dengan mekanisme industri asuransi pada umumnya.\u00a0<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">3.<\/span><\/td>\n<td><b>Investasi dana secara halal<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Investasi dana <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tabarru\u2019<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dilakukan sesuai syariat Islam. Pengelolaan dananya hanya pada objek-objek yang halal (jelas) dan tidak boleh mengandung syubhat. Bisa diketahui halal haramnya\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Maghrib<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan singkatan dari Maisir, Gharar, Haram dan Riba.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Maisir<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan transaksi yang tidak pasti dan bersifat untung-untungan. Hal ini harus dihindari karena tidak sesuai dengan prinsip ekonomi Islam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gharar<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan transaksi yang objeknya tidak jelas sehingga menimbulkan keraguan dalam bertransaksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Haram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan transaksi yang objeknya dilarang syariah, seperti transaksi riba.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Riba<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan tambahan dari pokok pinjaman seperti bunga bank\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Asuransi konvensional bebas memilih instrumen investasi baik yang halal ataupun non-halal.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">4.<\/span><\/td>\n<td><b>Surplus underwriting<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ada kelebihan dana dari hasil dari operasi usaha, maka dana tersebut akan diberikan kepada peserta<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">semua keuntungan dimiliki oleh pihak perusahaan asuransi. Pembagiannya adalah untuk kepentingan stakeholders perusahaan\u00a0<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">5.<\/span><\/td>\n<td><b>Pembayaran Zakat<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Zakat adalah salah satu rukun Islam yang wajib dibayarkan oleh umat Islam. Asuransi Syariah mewajibkan peserta membayar zakat<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">tidak berlaku<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">6.<\/span><\/td>\n<td><b>Pengawasan Pengelolaan Dana<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Pengelolaan dana diawasi oleh pihak ketiga dari luar yang menjadi pengawas kegiatan asuransi.\u00a0 Pengawas ini disebut sebagai Dewan Pengawas Syariah (DPS). Pengawasan dilakukan agar proses transaksi pada perusahaan berbasis syariah itu tetap berpegang pada prinsip syariah<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai dengan ketentuan OJK\u00a0<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">7.<\/span><\/td>\n<td><b>Pembayaran Klaim<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Asuransi syariah menggunakan sistem pencairan dana di tabungan bersama, dana yang sudah diikhlaskan untuk tolong menolong antar nasabah<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Diambil dari dan cadangan klaim, tanggungan sendiri sesuai dengan modal dan dari reasuransi.\u00a0<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">8.<\/span><\/td>\n<td><b>Wakaf<\/b><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Wakaf merupakan penyerahan hak milik atau harta benda kepada penerima Wakaf atau Nazhir, yang bertujuan untuk kemaslahatan umat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nasabah dapat mewakafkan manfaat asuransi berupa Santunan Asuransi meninggal dunia dan nilai tunai polis.<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada. Yang berhak menerima klaim hanyalah nama yang tersebut di dalam polis asuransi.\u00a0<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari penjelasan diatas terlihat perbedaan yang signifikan antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini di Indonesia terdapat 7 perusahaan asuransi jiwa dengan prinsip syariah secara penuh, 5 perusahaan asuransi umum syariah secara penuh, 1 perusahaan reasuransi syariah secara penuh, 23 perusahaan asuransi jiwa yang mempunyai unit asuransi syariah, 24 perusahaan asuransi umum yang mempunyai unit syariah dan 2 perusahaan asuransi yang mempunyai unit syariah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan asuransi syariah pertama di Indonesia berdiri pada tahun 1994 yaitu Asuransi Takaful Umum dan Asuransi Takaful Keluarga yang hingga kini masih tetap exist.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mendapatkan jaminan asuransi syariah terbaik selalu memanfaatkan jasa perusahaan <a title=\"Perusahaan Broker Asuransi\" href=\"http:\/lngrisk.co.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">broker asuransi<\/a> yang berpengalaman. Hubungi broker asuransi ini sekarang juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga informasi bermanfaat. <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Liga Asuransi &#8211; Sudah sejak lama ada keinginan yang kuat dari umat Islam untuk melakukan semua aspek kehidupannya sesuai dengan syariat Islam. Termasuk dalam berasuransi guna memberikan perlindungan keuangan atas harta, diri dan keluarganya. Tapi sayangnya waktu itu belum ada lembaga asuransi yang sesuai dengan keinginan tersebut.\u00a0 Kini kerinduan umat Islam itu sudah terjawab. Sudah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2108,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[158,184,188,269,326,327],"class_list":{"0":"post-2102","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-life-health","8":"tag-asuransi-jiwa","9":"tag-asuransi-kesehatan","10":"tag-asuransi-konvensional","11":"tag-asuransi-syariah","12":"tag-broker-asuransi","13":"tag-broker-asuransi-indonesia"},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2102","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2102"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2102\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2108"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2102"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2102"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2102"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}