{"id":3152,"date":"2021-03-04T12:10:04","date_gmt":"2021-03-04T05:10:04","guid":{"rendered":"http:\/\/ligaasuransi.com\/?p=3152"},"modified":"2021-03-04T12:10:04","modified_gmt":"2021-03-04T05:10:04","slug":"efek-tanggung-beban-asuransi-kredit-klaim-reasuransi-kredit-meroket-hingga-rp-59-triliun","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/ligaasuransi.com\/en\/efek-tanggung-beban-asuransi-kredit-klaim-reasuransi-kredit-meroket-hingga-rp-59-triliun\/","title":{"rendered":"Efek Tanggung Beban Asuransi Kredit. Klaim Reasuransi Kredit Meroket Hingga Rp 5,9 Triliun."},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"http:\/\/ligaasuransi.com\">Liga Asuransi<\/a> &#8211; Sidang pembaca yang luar biasa, di kondisi perekonomian yang penuh dengan ketidakpastian ini turut berimbas pada asuransi kredit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara pengertian, <\/span><b>Asuransi kredit<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0adalah proteksi yang diberikan oleh\u00a0<\/span><b>Asuransi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0kepada Bank Umum\/Lembaga Pembiayaan Keuangan atas risiko kegagalan Debitur di dalam melunasi fasilitas\u00a0<\/span><b>kredit<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0atau pinjaman tunai (cash loan) seperti\u00a0<\/span><b>kredit<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0modal kerja,\u00a0<\/span><b>kredit<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0perdagangan dan lain-lain yang diberikan oleh Bank Umum\/Lembaga Pembiayaan Keuangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilansir dari Bisnis.com Minggu, 27 Februari 2021, Industri reasuransi menanggung beban besar dari meroketnya klaim reasuransi kredit, meskipun perolehan preminya meningkat pesat. Di sisi lain, industri asuransi pun mengalami peningkatan premi dan klaim dari lini bisnis kredit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) pada 2020, lini usaha reasuransi kredit mencatatkan klaim Rp 5,9 triliun, melesat hingga 617,2 persen (year-on-year\/yoy) dari tahun sebelumnya senilai Rp 836 miliar. Nilai klaim itu pun menjadi yang tertinggi dari seluruh 14 lini bisnis reasuransi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pembayaran klaim reasuransi kredit itu menyalip nilai klaim lini usaha reasuransi properti pada 2020, yakni Rp3,2 triliun. Lini usaha utama itu pun mengalami kenaikan klaim, yakni 18,3 persen (yoy) dari 2019 senilai Rp2,7 triliun, tetapi tidak sebesar klaim reasuransi kredit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset, dan Analisa AAUI Trinita Situmeang menjelaskan bahwa lonjakan klaim reasuransi kredit itu sangat mempengaruhi torehan klaim industri reasuransi secara keseluruhan. Pada 2020, AAUI mencatat klaim itu mencapai Rp12,3 triliun atau naik 98,6 persen (yoy) dari sebelumnya Rp6,2 triliun. &#8220;Kenaikan klaim dipicu dengan kenaikan reasuransi kredit Rp6 triliun, yang lain-lain relatif kecil. Tanpa pertumbuhan di reasuransi kredit secara overall akan terjadi penurunan,&#8221; ujar Trinita dalam konferensi pers kinerja industri pada 2020, Kamis (23\/2\/2021).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Klaim yang melonjak itu pun disertai oleh peningkatan premi reasuransi kredit, tapi secara persentase tidak sebesar klaimnya. AAUI mencatat bahwa pada 2020 perolehan premi reasuransi kredit Rp7,4 triliun, tumbuh 206,4 persen (yoy) dari tahun sebelumnya Rp2,4 triliun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti halnya klaim, pertumbuhan premi lini usaha itu pun menggerakkan perolehan premi industri secara keseluruhan. Pada 2020, premi industri reasuransi senilai Rp 21,7 triliun tumbuh 27,7 persen (yoy) dari 2019 senilai Rp17,05 triliun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi tersebut menyebabkan loss ratio reasuransi kredit mengalami peningkatan pesat, dari 34,2 persen pada 2019 menjadi 80,1 persen pada 2020. Menurut Trinita, kontraksi dari rasio kecukupan premi terhadap pembayaran klaim memberikan tekanan tersendiri bagi industri reasuransi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Premi reasuransi berasal dari perusahaan asuransi yang sudah dibukukan tahun sebelumnya, baru diakui N+1 dari perusahaan asuransi. Apa yang terjadi di depan sepertinya akan berdampak juga terhadap reasuransi,&#8221; ujar Trinita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menilai bahwa kebijakan restrukturisasi kredit merupakan upaya yang tepat dalam menekan risiko ledakan klaim dari kredit. Meskipun begitu, peningkatan klaim tetap terjadi di ujung periode restrukturisasi sehingga akan mempengaruhi industri asuransi dan reasuransi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ternyata saat selesai relaksasi kemampuan keuangan [debitur] belum ada, sama dengan memindahkan klaim asuransi kredit ke periode nanti. Inilah mitigasi risiko yang diperlukan, dengan mengecek kondisi pencadangan, loss ratio, termasuk penempatan reasuransi,&#8221; ujar Dody dalam kesempatan yang sama, Selasa (23\/2\/2021).<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel ini dipersembahkan oleh <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">L&amp;G <a href=\"http:\/\/lngrisk.co.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Broker Asuransi<\/a>, a Smart Insurance Broker.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Liga Asuransi &#8211; Sidang pembaca yang luar biasa, di kondisi perekonomian yang penuh dengan ketidakpastian ini turut berimbas pada asuransi kredit.\u00a0 Secara pengertian, Asuransi kredit\u00a0adalah proteksi yang diberikan oleh\u00a0Asuransi\u00a0kepada Bank Umum\/Lembaga Pembiayaan Keuangan atas risiko kegagalan Debitur di dalam melunasi fasilitas\u00a0kredit\u00a0atau pinjaman tunai (cash loan) seperti\u00a0kredit\u00a0modal kerja,\u00a0kredit\u00a0perdagangan dan lain-lain yang diberikan oleh Bank Umum\/Lembaga Pembiayaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3153,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[450,458,545,546],"class_list":{"0":"post-3152","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-re-asuransi","8":"tag-klaim-asuransi","9":"tag-klaim-insurance","10":"tag-re-asuransi","11":"tag-re-insurance"},"post_mailing_queue_ids":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3152","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3152"}],"version-history":[{"count":0,"href":"http:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3152\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3153"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/ligaasuransi.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}