Ulas Berita

7 Berita Terkini Asuransi di Indonesia: Pencapaian, Tantangan, dan Perubahan di Industri Tahun 2024

Liga Asuransi – Halo risk takers, kembali kita bahas lagi perkembangan dan kejadian dunia asuransi di Indonesia seminggu terakhir. Kembali kami sampaikan bahwa dalam urusan bisnis sehari-hari, objek asuransi tidak hanya seputar asuransi kendaraan, kesehatan, jiwa, dan properti, tapi masih luas sekali cakupan objek yang bisa diasuransikan. Hampir dari seluruh proses bisnis dari A to Z bisa dilindungi oleh asuransi. Pada edisi kali, seperti biasa kami kembali mengumpulkan 7 berita pilihan terkait asuransi yang bagus untuk Anda ketahui. Termasuk juga hal-hal yang sedang hangat belakangan ini adalah mengenai Tapera.

Seperti biasanya, jika anda tertarik dengan artikel ini, silahkan untuk bagikan kepada rekan-rekan Anda agar mereka dapat memahaminya sama seperti Anda.

BNI Life Insurance Catat Kinerja Unit Link Pasar Uang Tertinggi hingga Juni 2024

PT BNI Life Insurance (BNI Life) mencatatkan performa terbaik untuk produk unit link jenis pasar uang hingga Juni 2024. Berdasarkan data yang ada, produk Blife Link Pasar Uang Likuid berhasil memberikan imbal hasil tertinggi sebesar 2,8%. Sementara itu, produk unit link campuran, Blife Link Campuran Kombinasi, mencatatkan imbal hasil sebesar 2,49%.

Data Infovesta juga menunjukkan kinerja positif untuk unit link campuran dan pasar uang dengan masing-masing meningkat 0,34% dan 0,36% per Juni 2024. Secara year to date (ytd), unit link pasar uang naik 1,53%, sedangkan unit link campuran mengalami penurunan sebesar 1,24%.

Arry Herwindo, General Manager Corsec, Legal, and Corcomm BNI Life, menjelaskan bahwa peningkatan imbal hasil unit link pasar uang disebabkan oleh naiknya suku bunga acuan ke level 6,25%. “Tingginya tingkat suku bunga acuan BI 7DRR mendukung pasar uang, sementara jenis campuran mendapat dukungan dari saham-saham yang dipilih dalam portofolio tersebut,” ujar Arry kepada Bisnis, Kamis (4/7/2024).

Namun, beberapa unit link jenis saham masih mencatatkan kinerja negatif sejalan dengan kondisi pasar yang menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga Juni 2024 masih minus. Infovesta mencatat unit link saham terkontraksi 1,97% ytd, meskipun ada peningkatan sebesar 1,02% secara bulanan per Juni 2024.

Arry optimis bahwa pasar obligasi dapat memberikan keuntungan, terutama jika perusahaan dapat memanfaatkan momentum yang ada. “Nasabah juga dapat melirik instrumen pasar uang di tengah tingginya suku bunga acuan saat ini,” tambahnya. Ia juga optimis bahwa produk unit link masih dapat bertumbuh di tengah penurunan premi pada kuartal I/2024.

Produk regular unit link BNI Life menawarkan perlindungan dan manfaat uang pertanggungan yang tinggi. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), premi unit link mengalami penurunan mencapai Rp19,22 triliun pada kuartal I/2024, turun 16,4% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan kuartal I/2023 yang mencapai Rp22,98 triliun. Premi unit link BNI Life juga mengalami penurunan 21% menjadi Rp249 miliar pada kuartal I/2024.

Namun, pada semester I/2024, pendapatan premi unit link BNI Life mencatatkan peningkatan 7,8% yoy menjadi Rp604,4 miliar. Arry menyebutkan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi sentimen nasabah terhadap produk unit link BNI Life, terutama regular unit link, meliputi manfaat asuransi yang transparan mengenai risiko produk, kualitas layanan pelanggan, serta inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Untuk meningkatkan premi unit link, BNI Life menggunakan beberapa pendekatan, seperti mengadakan seminar, webinar, dan workshop untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat produk unit link. Selain itu, BNI Life menyediakan produk unit link yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan individu serta profil risiko nasabah, serta meluncurkan produk dengan fitur tambahan seperti perlindungan kesehatan atau investasi yang menarik. “Implementasi strategi-strategi ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik produk unit link dan mendorong peningkatan premi,” pungkas Arry.

Source : https://finansial.bisnis.com/read/20240705/215/1779595/mengintip-kinerja-unit-link-pasar-uang-bni-life-per-juni-2024 

 

Jumlah Pemegang Saham TUGU Meningkat 16,33%, Cerminkan Optimisme Investor

Jumlah pemegang saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) terus menunjukkan peningkatan sepanjang tahun 2024, melampaui perusahaan asuransi umum lainnya yang bersifat publik. Data dari RTI Infokom mencatat jumlah pemegang saham TUGU per akhir Mei 2024 mencapai 7.419 investor, meningkat sebanyak 1.042 investor atau 16,33% dibandingkan posisi akhir Desember 2023 yang sebanyak 6.377 pemegang saham.

Abdul Azis, analis Kiwoom Sekuritas, mengungkapkan bahwa pertumbuhan jumlah investor saham TUGU mencerminkan optimisme para pemodal terhadap kinerja perseroan. Dari 12 perusahaan asuransi umum yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat 9 emiten yang mencatatkan kenaikan jumlah investor di tahun 2024, dengan TUGU mencatatkan peningkatan tertinggi.

“Tren akumulasi saham TUGU dilakukan oleh baik investor domestik maupun asing. Sepanjang tahun 2024, investor asing melakukan net buy saham TUGU sebesar Rp 8 miliar. Meskipun nilai ini relatif kecil karena perusahaan asuransi umum di Indonesia umumnya berkapitalisasi kecil (small cap), inflow ke saham TUGU menjadi pendorong utama adanya aliran dana asing ke sektor asuransi yang mencapai Rp 8,9 miliar,” ujar Azis pada Kamis (4/7/2024).

Azis menjelaskan bahwa dua faktor utama yang mendukung peningkatan jumlah pemegang saham TUGU, yang merupakan anak usaha BUMN PT Pertamina (Persero), adalah kinerja keuangan yang terus tumbuh dengan kuat dan valuasi yang masih terlampau murah.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan non-konsolidasian per 31 Mei 2024, TUGU yang memiliki branding name Tugu Insurance berhasil mencetak laba usaha asuransi sebesar Rp 285 miliar, tumbuh 60% year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 178 miliar. Peningkatan kinerja keuangan ini didorong oleh pertumbuhan hasil underwriting di segmen asuransi umum yang mencapai Rp 336 miliar per Mei 2024, naik 38% yoy dibandingkan Rp 244 miliar pada Mei 2023.

Pendapatan investasi perseroan juga mengalami peningkatan 25% yoy menjadi Rp 137 miliar pada Mei 2024, naik dari Rp 110 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, total beban operasional TUGU hanya naik moderat sebesar 7% yoy menjadi Rp 189 miliar pada Mei 2024, dari Rp 176 miliar pada periode yang sama tahun 2023.

“Kinerja positif selama lima bulan pertama tahun 2024 menjadi katalis positif yang memantik optimisme para investor, termasuk investor asing. Dengan capaian tersebut dan harga saham yang cenderung stabil dalam sebulan terakhir, valuasi TUGU menjadi atraktif sehingga wajar apabila diburu investor,” pungkas Azis.

Pada perdagangan Selasa (2 Juli 2024), harga saham TUGU ditutup melemah 0,48% ke Rp 1.045 per saham. Nilai kapitalisasi pasar TUGU mencapai Rp 3,72 triliun dengan rasio Price to Book Value (PBV) sebesar 0,38x.

Sejumlah analis tetap mempertahankan rekomendasi beli saham TUGU untuk 12 bulan ke depan dengan target harga di atas Rp 2.000. Shinhan Sekuritas mematok target harga saham TUGU di Rp 2.050, sementara Kiwoom Sekuritas menetapkan target harga di Rp 2.100.

Source : https://www.cnbcindonesia.com/market/20240704104735-17-551689/5-bulan-jumlah-investor-tugu-naik-1633-segini-target-harganya 

 

KPK Periksa Kepala Cabang Asuransi Jasindo Jakarta terkait Dugaan Korupsi

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan memeriksa Kepala Cabang Asuransi Jasindo Jakarta, Ari Prabowo, pada Jumat (28/6). Ari akan dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi di Jasindo yang sedang diselidiki.

“Hari ini Jumat (28/6) pemeriksaan saksi dugaan tindak pidana korupsi (TPK) di Jasindo. Atas nama Ari Prabowo, Kepala Cabang Asuransi Jasa Indonesia KC Jakarta S. Parman,” ujar Juru Bicara KPK Tessa Mahardika pada Kamis (4/7/2024).

Namun, Tessa belum bersedia menjelaskan lebih rinci mengenai pendalaman yang akan dilakukan terhadap Ari dalam kasus ini. Pemeriksaan dilakukan karena Ari diduga mengetahui informasi penting terkait kasus dugaan korupsi tersebut.

KPK saat ini tengah mengusut dugaan korupsi di PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Persero. Kasus ini diduga merugikan negara hingga puluhan miliar rupiah.

Juru Bicara KPK Tessa Mahardika Sugiarto menyatakan bahwa kerugian negara akibat dugaan korupsi tersebut mencapai Rp36 miliar. “Taksiran kerugian negara Rp36 miliar,” kata Tessa kepada wartawan pada Selasa (2/7/2024).

Tessa menjelaskan bahwa dugaan korupsi di PT Jasindo terkait dengan dugaan korupsi di PT Pelayanan Nasional Indonesia (Pelni) (Persero). Kedua kasus dugaan korupsi tersebut kini sudah memasuki tahap penyidikan.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan perusahaan asuransi besar dan menimbulkan kerugian yang signifikan bagi negara. KPK berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan semua pihak yang terlibat bertanggung jawab atas perbuatannya.

Source : https://www.rri.co.id/hukum/802424/dugaan-korupsi-asuransi-jasindo-jakarta-kpk-panggil-kacab 

 

MSIG Life Insurance Indonesia Optimis Tumbuh di Tengah Melemahnya Rupiah

Meskipun nilai tukar rupiah melemah, PT MSIG Life Insurance Indonesia tetap optimis akan pertumbuhan positif perusahaan. CEO dan Presiden Direktur MSIG Life, Wianto Chen, mengungkapkan bahwa pendapatan premi bisnis baru yang disetahunkan (APE) telah mencapai Rp 1,3 triliun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 15 persen secara Year on Year (YoY).

“Industri asuransi jiwa bertransformasi positif di tengah situasi global yang menantang. Kondisi ini juga didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat serta dukungan pemerintah Indonesia,” ujar Wianto Chen dalam Public Expose.

Wianto menambahkan bahwa kondisi finansial perusahaan sangat sehat, tercermin dari Risk Based Capital (RBC) sebesar 2011,5 persen, jauh di atas ketentuan minimum dari regulator yang hanya 120 persen.

Melanjutkan transformasi dan strategi jangka menengah “Great 2025”, Wianto menjelaskan bahwa strategi MSIG Life di tahun 2024 akan bertumpu pada percepatan pertumbuhan bisnis, optimalisasi operasional, dan penguatan tata kelola.

Direktur MSIG Life, Herman Sulistyo, juga mengungkapkan bahwa pendapatan perusahaan dari kanal keagenan di tahun 2023 tumbuh 110 persen YoY. Kanal ini menjadi tulang punggung bisnis perusahaan bersama dengan kanal bancassurance.

“Kondisi ini semakin memperkuat upaya perusahaan untuk memperluas jangkauan, jaringan retail, meningkatkan inklusi sekaligus literasi asuransi di Indonesia,” kata Herman Sulistyo.

Dengan berbagai strategi dan transformasi yang dilakukan, MSIG Life optimis dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi industri asuransi jiwa di Indonesia.

Source : https://www.jawapos.com/ekonomi/014829584/nilai-tukar-melemah-kondisi-asuransi-jiwa-indonesia-tumbuh 

 

GEGI Catat Kinerja Positif dalam Asuransi Aneka, Premi Meningkat 245%

PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) mencatatkan kinerja positif dalam segmen asuransi aneka. Marketing Director GEGI, Linggawati Tok, mengungkapkan bahwa pendapatan premi perusahaan dari asuransi aneka per Mei 2024 mencapai Rp 16 miliar, meningkat 245% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 6,5 miliar.

“Pencapaian positif ini didukung oleh pertumbuhan yang tinggi dari dua produk unggulan di lini bisnis asuransi aneka, yaitu asuransi uang (money insurance) dan asuransi gadget (gadget insurance), yang berkontribusi 54% dari total pencapaian premi asuransi aneka per Mei 2024,” ujar Linggawati kepada Kontan, Selasa (2/7).

Linggawati menjelaskan bahwa prospek asuransi aneka masih sangat menjanjikan, terutama dengan peningkatan penjualan produk-produk gadget dan kesadaran yang semakin tinggi dari pengguna untuk mengasuransikan gadget mereka. Selain itu, toko dan distributor juga semakin banyak menawarkan paket-paket jaminan asuransi untuk setiap pembelian gadget sebagai bagian dari layanan purna jual mereka.

Untuk produk asuransi uang, GEGI semakin optimistis dapat meningkatkan penjualan dengan bekerja sama dengan beberapa bank atau lembaga keuangan dalam melindungi risiko pencurian, perampokan, atau kerugian lainnya. Produk asuransi uang mencakup perlindungan uang dalam pengiriman (money in transit), uang di tempat penyimpanan (money in safe), hingga uang di ATM atau di konter-konter penjualan bagi perusahaan maupun UMKM.

Sebagai informasi, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat pendapatan premi dari lini bisnis asuransi aneka pada kuartal I-2024 sebesar Rp 1,54 triliun, tumbuh sebesar 24,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,23 triliun.

Dengan berbagai pencapaian ini, GEGI optimistis dapat terus mengembangkan segmen asuransi aneka dan memberikan kontribusi positif bagi industri asuransi umum di Indonesia.

Source : https://keuangan.kontan.co.id/news/great-eastern-general-catat-pendapatan-premi-asuransi-aneka-rp-16-miliar-per-mei-2024 

 

Industri Multifinance dan Asuransi Dihadapkan pada Tantangan Ekonomi Makro

Para pelaku bisnis di sektor multifinance dan asuransi harus memperkuat strategi mereka di tengah kondisi ekonomi makro yang menantang. Dengan inflasi yang tinggi, suku bunga yang meningkat, dan nilai tukar rupiah yang melemah hingga Rp16.427 per USD, kedua sektor ini harus menghadapi tekanan pasar yang signifikan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merampungkan bersih-bersih di sektor multifinance dengan mencabut izin 62 perusahaan sejak 2016 hingga Juni 2024. OJK juga telah meluncurkan peta jalan industri pembiayaan dalam tiga fase, dimulai dengan penguatan pondasi pada 2024-2025, konsolidasi dan penciptaan momentum pada 2026-2027, dan penyesuaian serta pertumbuhan pada 2028.

Menurut Biro Riset Infobank, laba multifinance jiwa tumbuh 12,98 persen menjadi Rp23 triliun sepanjang 2023. Namun, ada 55 perusahaan yang labanya anjlok dan 25 perusahaan yang merugi. Dalam rating tahun ini, 14 perusahaan berkinerja “Tidak Bagus” sementara 79 perusahaan berkinerja “Sangat Bagus.”

Perusahaan multifinance harus menghadapi kompetisi ketat dengan biaya dana yang mahal, serta risiko gagal bayar, fraud, dan kejahatan keuangan. Pengalaman pahit saat sejumlah pemain menyasar pasar pinggiran dengan bunga mahal atau membiayai produk multifinance lain yang berisiko tinggi, menjadi pelajaran penting.

Industri asuransi umum juga menghadapi tantangan dari sisi klaim yang meningkat. Biro Riset Infobank mencatat kenaikan signifikan biaya klaim asuransi umum sebesar 37,43 persen menjadi Rp34,74 triliun pada 2023. Per April 2024, beban klaim asuransi umum meningkat 22,65 persen menjadi Rp12,03 triliun.

Pendapatan premi industri asuransi umum tertekan oleh lemahnya daya beli sektor ritel dan UMKM serta melemahnya sektor korporasi. Pertumbuhan premi bruto per April yang mencapai 24,80 persen yoy dipengaruhi oleh peralihan pencatatan premi tahun lalu dan peran captive market di segmen korporasi dari pemain besar seperti Sinarmas, Astra Buana, dan Tugu Pratama. Namun, jika premi grup tersebut dikeluarkan, produksi premi asuransi umum sebenarnya tidak tumbuh.

Dalam Rating 114 Asuransi 2024 oleh Biro Riset Infobank, pendapatan premi bruto asuransi umum tumbuh 27,18 persen menjadi Rp99,35 triliun sepanjang 2023. Namun, ada 12 perusahaan yang preminya anjlok dan empat perusahaan yang tidak diketahui karena tidak mengeluarkan laporan keuangan. Sebanyak 71 perusahaan asuransi berkinerja “Sangat Bagus” dan tiga perusahaan berkinerja “Tidak Bagus.”

Sementara itu, dari 50 perusahaan asuransi jiwa, hanya 16 pemain yang berkinerja “Sangat Bagus” dan lima berpredikat “Tidak Bagus.” Di tengah kontraksi pendapatan premi bruto sebesar 7,43 persen, ada 29 perusahaan asuransi jiwa yang berhasil mencetak pertumbuhan premi bruto.

Dari sisi aset, kinerja asuransi jiwa tertekan oleh anjloknya pasar modal. Investasi asuransi jiwa merosot 0,86 persen menjadi Rp510,82 triliun per April 2024, dengan penyusutan nilai saham dan reksadana sebesar 17,13 persen menjadi Rp205,69 triliun.

Industri asuransi umum menikmati pertumbuhan 23,72 persen pada 2023 dan 21,26 persen per April 2024, meskipun menghadapi tantangan kelesuan sektor riil. Industri multifinance juga harus mengantisipasi tren kenaikan non-performing financing (NPF) dari 2,32 persen pada 2022 menjadi 2,44 persen pada 2023, dan meningkat lagi menjadi 2,45 persen per Maret 2024.

Dengan berbagai tantangan ini, sektor multifinance dan asuransi harus terus berinovasi dan memperkuat strategi untuk menghadapi kondisi ekonomi yang dinamis.

Source : https://infobanknews.com/menghadapi-musim-kering-asuransi-dan-multifinance-mana-yang-tak-mampu-bertahan/ 

 

IFG Life Tingkatkan Layanan dengan Perubahan Susunan Direksi Setelah Akuisisi Saham Mandiri Inhealth

Pasca akuisisi saham Mandiri Inhealth, PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui produk dan layanan asuransi yang andal dan terpercaya.

Sebagai langkah awal dari komitmen tersebut, IFG Life melakukan perubahan susunan direksi. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero), yang dikenal sebagai Indonesia Financial Group (IFG), dan PT Bahana Kapital Investa sebagai pemegang saham IFG Life, pada Kamis, 27 Juni 2024, resmi mengubah susunan jajaran direksi di IFG Life. Hal ini tertuang dalam Salinan Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham PT Asuransi Jiwa IFG Nomor: 11/KepSir-PS/BPUI/VI/2024 dan Nomor: 009/BKI/06/2024, yang menetapkan Budi Tua Arifin Tampubolon sebagai Direktur Utama PT Asuransi Jiwa IFG.

Susunan Dewan Direksi IFG Life terbaru adalah sebagai berikut:

  1. Direktur Utama: Budi Tua Arifin Tampubolon
  2. Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko: Eli Wijanti
  3. Direktur Operasional: Iskak Hendrawan
  4. Direktur Bisnis Individu: Fabiola Noralita
  5. Direktur Bisnis Korporasi: Bugi Riagandhy
  6. Direktur Keuangan: Ryan Diastana Firman
  7. Direktur Investasi: Mufri Dharmawan

Sekretaris Perusahaan IFG, Oktarina Dwidya Sistha, menyatakan bahwa perubahan direksi ini merupakan salah satu bentuk komitmen IFG sebagai holding dalam meningkatkan kinerja, tata kelola, manajemen risiko, serta memastikan strategi lini bisnis berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

“Kami mendukung penuh kinerja Direksi IFG Life saat ini untuk membawa perubahan positif perusahaan di industri asuransi serta berkontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan komposisi direksi yang baru ini, kami berharap IFG Life dapat terus memperluas cakupan bisnis asuransi berbasis proteksi dalam memenuhi kebutuhan produk dan layanan asuransi masyarakat, serta menjadi perusahaan yang tumbuh lebih sehat, besar, dan berkelanjutan,” ujar Sistha.

Dengan perubahan ini, IFG Life siap untuk melangkah lebih jauh dalam memberikan layanan asuransi yang lebih baik dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Source : https://ekbis.sindonews.com/read/1411083/178/perkuat-posisi-di-industri-asuransi-ini-susunan-direksi-ifg-terbaru-1720364834 

Berita ini dipersembahkan oleh L&G Insurance Broker, broker asuransi berpengalaman di Indonesia.

URUSAN ASURANSI UNTUK BISNIS ANDA? JANGAN BUANG WAKTU DAN HUBUNGI KAMI SEKARANG

24 JAM L&G HOTLINE: 0811-8507-773 (CALL – WHATSAPP – SMS)

website: lngrisk.co.id

To Top
L&G Insurance Broker Registered by
Otoritas Jasa Keuangan
KEP-667/KM.10/2012
Butuh Asuransi Cargo Yang Bonafid dan Terpercaya?
Chat kami sekarang di WhatsApp untuk info lengkap!
Proses Cepat & Aman (Terjamin OJK)
L&G Insurance Broker Registered by OJK KEP-667/KM.10/2012
Proses Mudah & Aman (Terjamin OJK)
Butuh Asuransi Cargo Yang Bonafid dan Terpercaya?
Chat kami di WhatsApp untuk info lengkap!